Articles
EFEKTIVITAS GUIDE IMAGERY RELAXATION TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN
Agnes Silvina Marbun;
Lenny Lusia Simatupang;
Siska Simanjuntak
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 9. No 2 (2021) Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (466.544 KB)
|
DOI: 10.48134/jurkessutra.v9i2.78
ABSTRAK Pendahuluan. Cedera kepala merupakan suatu masalah kesehatan, sosial dan ekonomi yang paling penting diseluruh dunia dan penyebab utama dengan kematian dan disabilitas permanen pada usia dewasa. Pada kasus pasien dengan cedera kepala dapat menimbulkan masalah pada mental, kognitif, fisik dan sosial. Salah satu penyebab paling sering terjadinya cedera kepala adalah kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala ringan adalah cedera atau trauma pada kepala dan otak yang dapat memberikan dampak pada fungsi otak. Guide imagery relaxation dimana salah satu terapi yang dapat meringankan rasa nyeri pada kepala dimana saat endorphin dikeluarkan oleh otak dapat mengurangi nyeri dan mengaktifkan system parasimpatik untuk relaksasi tubuh dan menurunkan tekan darah, respirasi, headache dan nadi.Metode. Penelitian ini menggunakan desain experimental (pre experiment design) dengan rancangan “one group pre-post test only design” yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas guide imagery relaxation terhadap nyeri kepala pada pasien cedera kepala ringan.Hasil. Berdasarkan hasil uji statistik Paired Sampel t-test diperoleh bahwa pada uji rata-rata untuk dua sampel yang berpasangan sebelum dilakukan terapi guide imagery relaxation adalah sebesar 7,8 % dan sesudah dilakukan terapi guide imagery relaxation adalah sebesar 2,2 %. Data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan rata-rata respon nyeri setelah dilakukan guide imagery relaxation.Kesimpulan dan Saran. Disarankan kepada perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi nyeri kepala pada pasien cedera kepala ringan dengan menggunakan manajemen nyeri non farmakologi seperti guide imagery relaxation untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien secara mandiri. Kata kunci: Nyeri, Guide Imagery Relaxation, Cedera Kepala
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI BAHOROK TAHUN 2017
Lenny Lusia Simatupang
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.379 KB)
|
DOI: 10.55541/emj.v1i2.58
Kesehatan reproduksi remaja kini masuk di dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Negara wajib menyediakan informasi dan edukasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, bagi remaja agar dapat hidup sehat dan bertanggung jawab (Anonim,2007). Pengetahuan remaja tentang masalah kesehatan reproduksi masih relatif rendah. Kurangnya pengetahuan tentang biologi dasar pada remaja mencerminkan kurangnya pengetahuan tentang resiko yang berhubungan dengan tubuh mereka dan cara menghindarinya (Pinem, 2009). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Tahun 2017 Design penelitian ini bersifat deskriptif kuantitaf yang artinya dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan data faktual pada penyimpulan, dimana data-data diperoleh peneliti secara langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner. Partisipan dalam penelitian berjumlah 44 orang siswa SMA Negeri 1 Bahorok yang dipilih dengan teknik purpossive sampling.. Data-data yang terkumpul diolah melalui komputerisasi dan dianalisis secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan membandingkan dengan teori-teori hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa persentase tertinggi pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah tingkat pengetahuan cukup dengan jumlah 27 orang (61%).Kata kunci : pengetahuan, remaja putri, reproduksi
Analysis of Learning Application of Interprofessional Education in Nursing Graduate Students with Medicine, Pharmaceutical and Nutrition in COVID-19 Era
Lenny Lusia Simatupang;
Seriga Banjarnahor;
Regina Marintan Sinaga;
Lam Murni Sagala
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 1 No 12 (2022): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54543/kesans.v1i12.110
Introduction: Interprofessional Education method is one of approaches in carrying out one or more interdisciplinary educational process in order to maintain the practice of each discipline. Interproffesional Education can be used to discuss health issues and certain cases which occur in the community so that through these interprofessional discussions, appropriate solutions can be found that can be applied effectively and efficiently. Method: Descriptive analytic research design with a cross sectional exploration was applied in this research. The total number of sample units used was randomly selected in which all population elements having the same opportunities to be selected. They were 4 study programs. Objective: Cross-sectional research design that aims to find out the picture of IPE Learning Methods. Result and Discussion: The result showed that the four-study program succeeded in applying Interprofessional Education (IPE) method of learning in the sixth semester during COVID-19 pandemic. Conclusion: Conclusion of this research is an interprofessional education approach for undergraduate nursing, medicine, pharmacy and nutrition in the COVID-19 pandemic era, with four study programs available through Interprofessional Education (IPE) in Semester Six
PENGALAMAN MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA PASCA TERPAPAR COVID-19 DI DESA PANIARAN SIBORONGBORONG
Rosha Hutasoit;
Lenny Lusia Simatupang
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 1 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.851 KB)
Coronavirus disease 2019 (Covid-19) is a disease where the rate of spread is relatively fast. This disease is caused by a virus that attacks the human respiratory system. Prevention of infectious diseases can minimize contact between infected individuals and other susceptible individuals. This study aims to explore and find out how the experiences of the Batak Toba people after being exposed to COVID-19. This research method is a qualitative method with a phenomenological method in Paniaran Siborong-borong Village. The samples used with purpose sampling technique were 10 people. Data analysis techniques used in qualitative research include interview transcripts, data reduction, analysis, data interpretation and triangulation. The results of this study obtained four themes regarding the experience of the Toba Batak community after being exposed to Covid-19 in Paniaran Siborongborong Village. The conclusion in this study, there are four themes, as follows (1) The Process of Being Affected by Covid-19 Infection in the Community, (2) Symptoms experienced after being infected with Covid-19, (3) Efforts made by participants in prevention and treatment, (4) Feelings condition When infected with Covid-19. Abstrak Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit dimana tingkat penyebarannya tergolong cepat. Penyakit ini disebabkan adanya virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Pencegahan penyakit menular dapat meminimalisir kontak antar individu yang terinfeksi dengan individu lainnya yang rentan ditular. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali dan mengetahui bagaimana pengalaman masyarakat suku batak toba pasca terpapar covid-19. Metode Penelitian adalah kualitatif dengan desain fenomenologi di Desa Paniaran Siborong-borong dan teknik pengumpulan sampel adalah purpose sampling sebanyak 10 orang. Analisa data yang digunakan dalam penelitian kualitatif mencakup transkip hasil wawancara, reduksi data, analisis, interpretasi data dan triangulasi. Hasil mendapatkan empat tema tentang Pengalaman Masyarakat Batak Toba Pasca Terpapar Covid-19 Di Desa Paniaran Siborongborong. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat empat tema yaitu: (1) Proses Terkena Infeksi Covid-19 Pada Masyarakat, (2) Gejala Yang dialami setelah terinfeksi Covid-19, (3) Upaya yang dilakukan partisipan pada Pencegahan dan pengobatan, (4) Kondisi Perasaan Pada saat terinfeksi Covid-19.
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN PENDERITA DM BEROBAT TERATUR PADA SAAT PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT KOTA TANGERANG
Indah setyaningrum;
Lenny Lusia Simatupang
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.037 KB)
Diabetes Mellitus (DM) Type 2 is a disease in which blood sugar levels exceed normal values caused by the body not using the hormone insulin normally. Mandatory 3M behavior (wearing a mask, keeping a distance and avoiding crowds, and washing hands with soap) must become a habit for all people, including DM Patients. There are still quite a lot of people who are reluctant to implement 3M consistently. This study aims to identify the Compliance Description of Patients with DM who seek regular treatment during the Covid19 Pandemic at Tangerang City Hospital. This research is a quantitative study with a descriptive approach, there were 77 outpatient DM patients participating using the Random Sampling technique. Researchers collected data using the MMAS-8 adherence questionnaire (Morisky Medication Adherence Scale). Data analysis using univariate. Based on the results of the study, it was found that the level of adherence of DM patients before the existence of the health protocol during the Covid-19 Pandemic in the Outpatient Room was the majority not complying with as many as 41 people (53.2%), and the level of compliance of DM patients after the existence of the health protocol during the Covid-19 Pandemic in Outpatient at Aminah Hospital 2021 the majority of respondents are lacking as many as 34 people (44.2%) Abstrak Diabetes Melitus tipe 2 (DM 2) merupakan penyakit dimana kadar gula dalam darah melebihi nilai normal yang di disebabkan oleh tubuh tidak menggunakan hormon insulin secara normal. Perilaku wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun) harus menjadi kebiasaan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali penderita DM. Masih cukup banyak masyarakat yang enggan melaksanakan 3M secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Gambaran Kepatuhan Pasien Penderita DM yang berobat teratur pada saat Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Kota Tangerang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif terdapat 77 orang pasien DM di rawat jalan berpartisipasi dengan menggunakan teknik Random Sampling. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner kepatuhan MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Analisa data menggunakan univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkat kepatuhan pasien DM sebelum adanya protokol kesehatan saat Pandemi Covid-19 di Ruang Rawat jalan mayoritas tidak mematuhi sebanyak 41 orang (53,2%), dan tingkat kepatuhan pasien DM sesudah adanya protokol kesehatan saat Pandemi Covid-19 di Rawat jalan Rumah Sakit Aminah 2021 mayoritas responden kurang sebanyak 34 orang (44,2%)
PENGALAMAN SELF-CARE PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DIMASA PANDEMI COVID-19
Suci Ayu Erlyani;
Lenny Lusia Simatupang
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.197 KB)
Chronic kidney failure is a progressive disorder, in which the ability of the kidneys in the body cannot recover to maintain metabolic, fluid and electrolyte balance, causing uremia. To maintain body functions, patients with chronic kidney failure perform kidney replacement therapy, which is one of the options. The purpose of this study is to explore the meaning of the patient's experience in undergoing hemodialysis during the Covid-19 pandemic. This research method is qualitative with a phenomenological method in which to explore the experience of self-care in each chronic kidney failure patient undergoing hemodialysis. The sample used by purposive sampling technique as many as 12 people. The data analysis technique used in this study is the Miles and Huberman method with three stages. The results of this study obtained three themes concerning Self-Care Experiences of Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis During the Covid-19 Pandemic. The conclusions obtained in this study are: an overview of self-care of chronic kidney failure patients while undergoing hemodialysis, the efforts made by hemodialysis patients to prevent transmission of Covid-19, the expectations of hemodialysis patients for life. Abstrak Gagal ginjal kronis merupakan penyimpangan progresif, yang kemampuan ginjal dalam tubuh tidak bisa pulih untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan, serta elektrolit, sehingga menyebabkan uremia. Untuk mempertahankan fungsi tubuh penderita gagal ginjal kronis melakukan terapi pengganti ginjal yang menjadi salah satunya pilihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali pengalaman pasien dalam menjalani hemodialisa selama pandemi covid-19. Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman self care pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Adapun sampel yang digunakan dengan teknik purposive sampling sebanyak 12 orang. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode Miles dan Huberman dengan tiga tahap. Hasil penelitian ini mendapatkan tiga tema tentang Pengalaman Self-Care Pasien Gagal Ginjal Kronis Dalam Menjalani Hemodialisa Dimasa Pandemi Covid-19. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini, yaitu : gambaran perawatan diri pasien gagal ginjal kronis saat menjalani hemodialisa, upaya yang dilakukan pasien hemodialisa untuk mencegah penularan covid-19, harapan pasien hemodialisa terhadap kehidupan.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG NUTRISI SEIMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DI BAPTIST CHILDREN’S MINISTRY MEDAN POLONIA TAHUN 2018
Lenny Lusia Simatupang
Jurnal Reproductive Health Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang gizi, makanan bergizi, proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh (Supariasa, 2016). Pertumbuhan anak dipengaruhi oleh faktor makan (gizi) dan genetik. Pertumbuhan anak-anak di negara berkembang termasuk Indonesia ternyata selalu tertinggal dibandingkan anak-anak di negara maju. Penyebabnya tak lain adalah pola makanan yang semakin tidak memenuhi syarat gizi dan kesehatan (Susanti et al, 2014). Anak usia sekolah antara usia 6-12 tahun, mengalami periode pertumbuhan fisik yang lambat secara progresif, sedangkan pertumbuhan sosial dan perkembangan mereka mengalami akselerasi serta peningkatan dalam kompleksitas (Kyle et al, 2014). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi seimbang pada anak usia sekolah di Baptist Children's Ministry Medan Polonia tahun 2018. Design penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitaf yang artinya dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan data faktual pada penyimpulan, dimana data-data diperoleh peneliti secara langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner. Partisipan dalam penelitian ini adalah berjumlah 40 orang ibu-ibu. Pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik Total Sampling yaitu keseluruhan populasi digunakan sebagai sampel. Data-data yang terkumpul akan diolah melalui komputerisasi dan dianalisis secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan membandingkan dengan teori, hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi pada anak usia sekolah dengan 40 orang responden yang berpengetahuan baik berjumlah 6 orang (15%), berpengetahuan cukup berjumlah 13 orang (32,5%), berpengetahuan kurang berjumlah 21 orang (52,5%).
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG
Titiek Fithryani;
Lenny Lusia Simatupang
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Family support is an activity that is oriented towards improving family function with the foundation of raising children and other family activities in a system and supporting resources, while quality of life is an indirect and multidimensional picture formed in a person both physically, overflow of feelings, as well as the ability to get along in society. This study aims to identify the relationship between family support and the quality of life of patients with diabetes mellitus in outpatients at Aminah Hospital, there were 97 outpatient DM patients who participated in this study. This study used Quantitative Research method, analytic survey type with a cross-sectional approach and using random sampling. The research’s instrument for family support using a questionnaire based on Friedman's theory. Meanwhile, the quality of life instrument for DM patients used the World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF. Statistical test used the Spearman Rank statistical test. Based on the research results obtained with a p value = 0.000. It is concluded that there is a relationship between family support and the quality of life of diabetes mellitus patients in outpatients at Aminah Hospital, Tangerang City. It is recommended that family support for diabetics helps in the successful management of diabetes, and improves the quality of life of people with diabetes mellitus. Abstrak Dukungan keluarga adalah suatu kegiatan yang berorientasi untuk meningkatkan fungsi keluarga dengan landasan membesarkan anak dan kegiatan keluarga lainnya dalam suatu sistem dan sumber daya yang mendukung, sedangkan kualitas hidup adalah gambaran secara tidak langsung dan multidimensi terbentuk dalam diri seseorang baik dari segi jasmani, luapan perasaan, serta kesanggupan dalam bergaul di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Aminah, terdapat 97 pasien DM rawat jalan berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, bersifat survey analitik dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan Random sampling. Instrumen penelitian untuk dukungan keluarga menggunakan kuesioner yang berdasarkan teori Friedman. Sedangkan untuk instrumen kualitas hidup pasien DM menggunakan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF. Uji statistik menggunakan uji statistik Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dengan nilai p= 0,000. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus pada pasien rawat jalan Di Rumah Sakit Aminah Kota Tangerang. Direkomendasikan bahwa dukungan keluarga pada penderita diabetes turut membantu keberhasilan penatalaksanaan diabetes, dan meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes mellitus.
Effectiveness of Atraumatic Care Approach: Swaddle and Sponge Bath on Vital Signs and Pain Scale in Neonates
Dior Manta Tambunan;
Lenny Lusia Simatupang
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1635
The newborn's transition from an intrauterine to an extrauterine environment can increase stress. One of the treatments for newborns that is often neglected and causes trauma to infants is bathing. The purpose of the study is to determine the difference in effectiveness between swaddle and sponge bath on newborns' vital signs and pain thresholds. The study used a Quasi-Experimental Design with 2 groups Pre and Post-Test at Private Primary Clinic. The total sample of 32 neonates was divided equally into the swaddle and sponge bath groups. Data was analyzed by Paired T-Test, Independent T-Test, Wilcoxon Test, and Mann-Whitney Test based on data normality. The study defined that there was a significant difference in respiration rate, heart rate, oxygen saturation, body temperature, and pain scale at 5 minutes postbath with a p-value was <0.05 in both groups. The study concluded that a swaddle bath was considerably helpful, safe, protected, and stress-free in stabilizing vital signs and pain scales in neonates. Swaddle bath as part of developmental care to improve approach of the atraumatic care as a standard bathing technique. It is recommended that further research be done to add crying times and stress levels to the swaddle and sponge bath method.
PENGALAMAN PASIEN SUKU BATAK KARO DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS DALAM MENJALANI HEMODIALISA
Lenny Lusia Simatupang
Indonesian Trust Health Journal Vol 1 No 1 (2018): Penelitian
Publisher : Universitas Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37104/ithj.v1i1.6
The experience of patients undergoing hemodialysis therapy is a phenomenon and attracts the attention of health professionals, because in Hemodialysis (HD) therapy, participants leave a number of important issues, as a result of hemodialysis therapy. The purpose of this study to determine the experience of Karo Batak patients with Chronic Kidney Failure (GGK) in undergoing hemodialysis. This study is a descriptive phenomenology study. Data collection was done by indepth interview. Participants in this study amounted to 13 people selected by purposive sampling technique of participants who have a Batak Karo tribe and duration of hemodialysis for at least six months. Conducting interviews conducted in hospital Murni Teguh, contract researcher with participants and researchers conducted interviews .. The results of interviews were analyzed by collaizi method and found 3 themes in the results of interviews with the participants.Themes encountered are mood and mind hemodialisa patient, Helplessness to meet the needs live, Following the traditional medicine Batak karo. Based on the results of the study, it is suggested to the nurse in providing hemodialysis treatment to pay attention to traditional medicine which is also used by the patient so that it can reduce the problem of patients undergoing hemodialysis. Abstrak Pengalaman pasien yang menjalani terapi hemodialisa sangat fenomena dan menarik perhatian para professional kesehatan, karena didalam menjalani terapi Hemodialisis (HD), partisipan menyisakan sejumlah persoalan penting, sebagai dampak terapi hemodialisa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengalaman pasien suku Batak Karo dengan Gagal Ginjal Kronis (GGK) dalam menjalani hemodialisa. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang dipilih dengan teknik purpossive sampling partisipan yang bersuku Batak Karo dan lamanya menjalani hemodialisa minimal enam bulan. Pelaksanaan wawancara dilakukan di rumah sakit Murni Teguh, peneliti kontrak dengan partisipan dan peneliti melakukan wawancara.. Hasil wawancara dianalisa dengan metode collaizi dan ditemukan 3 tema pada hasil wawancara dengan para partisipan.Tema yang dijumpai yaitu Suasana hati dan pikiran pasien hemodialisa, Ketidakberdayaan memenuhi kebutuhan hidup, Mengikuti pengobatan tradisional Batak karo. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada perawat dalam memberikan perawatan hemodialisa memperhatikan pengobatan tradisional yang juga digunakan oleh pasien sehingga bisa mengurangi masalah pasien yang menjalani hemodialisa.