Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA BAHAGIA, KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PENDEKATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF Syari, Mila; Nurrahmaton, Nurrahmaton; Rauda, Rauda; Juliani, Sri; Harahap, Novy Ramini
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan individu yang berusia 60 tahun keatas yang mengalami proses penuaan yang ditandai dengan penurunan fungsi organ dan kerentanan terhadap penyakit. Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, sehingga diperlukan Upaya promotive dan preventif untuk menjaga kualitas hidup mereka. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan lansia terkait pola makan sehat,aktifitas fisik dan menajemen stress lanisa. Untuk mengurangi kesakitan dan meningkatkan kesejahteraan lansia di perlukan Upaya promotive dan preventif pada lansia untuk hidup lebih baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan di Desa Brahrang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Sasaran kegiatan adalah lansia sejumlah 41. Bentuk pengabdian dilakukan dengan memberikan informasi dan edukasi kepada lansia. Informasi tentang tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mngurangi rasa kesakitan yang dialami, penyuluhan tentang asupan makanan yang bergizi, olahraga ringan yang dilakukan minimal satu minggu sekali dan manajemen stress untuk mengurangi beban hidup lansia. Pemeriksaan kesehatan lansia dapat dilakukan secara rutin melalui posyandu lansia yang diadakan puskesmas setempat untuk dapat memeriksakan tekanan darah, gula darah dan kolesterol, imunisasi lansia dan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap jika diperlukan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit, serta meningkatnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Diharapkan intervensi ini dapat memicu perubahan perilaku dan meningkatkan derajat kesehatan lansia di desa tersebut.
EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT DAN DETEKSI DINI PENYAKIT BAGI LANSIA Harahap, Novy Ramini; Rauda, Rauda; Nurrahmaton, Nurrahmaton; Juliani, Sri; Syari, Mila
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap penyakit tidak menular, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada lansia usia ≥ 55 tahun mencapai hingga 55,2 %, dan prevalensi diabetes melitus pada kelompok lansia berkisar 6,29 %, di Kabupaten Langkat sendiri, data menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 26,36 %. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Sasaran kegiatan adalah lansia sejumlah 35 orang. Bentuk pengabdian meliputi edukasi mengenai gaya hidup sehat (pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, manajemen stres) dan pemeriksaan deteksi dini (tekanan darah, gula darah). Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pemeriksaan kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit, serta meningkatnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Diharapkan intervensi ini dapat memicu perubahan perilaku dan meningkatkan derajat kesehatan lansia di desa tersebut.
PENGARUH PEMBERIAN SARI KACANG MERAH TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Harahap, Novy Ramini; Rauda, Rauda; Tampubolon, Ida Lestari; Lubis, Yurika Chindi
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.406

Abstract

Hemoglobin is an essential component of blood that functions to transport oxygen and iron throughout the body’s tissues. A deficiency in hemoglobin below the normal range can lead to anemia. Preventive efforts can be carried out through the administration of iron supplements and the consumption of iron-rich foods, such as red beans. This study aims to determine the effect of red bean extract on increasing hemoglobin levels among adolescent girls at SMP Amanah 1 Medan. The study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of all female students at SMP Amanah 1 Medan, totaling 33 individuals. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 10 adolescent girls as respondents. Data were collected using an observation sheet and analyzed univariately and bivariately using the paired sample t-test with a significance level of α = 0.05. The average hemoglobin level before the administration of red bean extract was 11.34 g/dL, which increased to 11.99 g/dL after the intervention. The paired sample t-test showed a p-value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference before and after the administration of red bean extract. The findings conclude that red bean extract has an effect on increasing hemoglobin levels among adolescent girls at SMP Amanah 1 Modern Medan. It is recommended that the school provide education on anemia and its prevention, as well as offer foods or beverages made from red beans in the school cafeteria. Abstrak Hemoglobin merupakan komponen penting dalam darah yang berperan membawa oksigen dan zat besi untuk disalurkan ke seluruh jaringan tubuh. Kekurangan hemoglobin di bawah batas normal dapat menyebabkan anemia. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah serta konsumsi makanan tinggi zat besi, salah satunya kacang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah 1 Medan. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswi SMP Amanah 1 Medan sebanyak 33 orang. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 10 remaja putri sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian sari kacang merah adalah 11,34 gr/dL, dan meningkat menjadi 11,99 gr/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemberian sari kacang merah. Terdapat pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah 1 Modern Medan. Disarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai anemia dan pencegahannya serta menyediakan makanan atau minuman berbahan dasar kacang merah di kantin sekolah.
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Rauda, Rauda; Harahap, Novy Ramini; Aisyah, Siti; Putri, Ade Ilma Ilham
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.403

Abstract

Dysmenorrhea is characterized by lower abdominal pain that occurs before or during menstruation. It is one of the most frequent gynecological complaints among adolescents and often disrupts their daily activities, including school attendance and productivity. Non-pharmacological interventions, such as yoga exercise, have gained increasing attention as complementary approaches for managing menstrual pain. Yoga is believed to promote relaxation of the endometrial and pelvic muscles and stimulate the release of endogenous analgesic substances, including endorphins and enkephalins, thereby reducing dysmenorrheic symptoms. This study employed a quasi-experimental design using a pretest–posttest approach with a non-equivalent control group. The sample was divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention consisted of yoga exercises performed for three consecutive days. Dysmenorrhea intensity was measured using the Wong–Baker Faces Pain Rating Scale. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and the Mann–Whitney test due to the non-normal distribution of the data. A significant decrease in pain intensity was observed in the intervention group following the yoga exercise program (p = 0.004). The control group also showed a statistically significant change (p = 0.006), although the reduction was not as substantial. Comparative analysis between the two groups indicated a significant difference in pain reduction (p = 0.015), demonstrating the stronger influence of the yoga intervention compared to no intervention.Discussion:The findings suggest that yoga exercise is effective in reducing dysmenorrhea intensity among adolescent girls. The physiological mechanism behind this improvement may be attributed to muscle relaxation, enhanced blood circulation, and the increased release of endogenous opioid peptides such as endorphins and enkephalins. These mechanisms collectively contribute to the reduction of menstrual pain. The results align with existing literature supporting yoga as a beneficial non-pharmacological approach for menstrual discomfort. This study concludes that yoga exercise has a significant positive effect on reducing dysmenorrhea intensity in adolescent girls. Yoga may be considered a practical, accessible, and safe complementary therapy for managing menstrual pain among adolescents. Abstrak Dismenore adalah kondisi nyeri pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau selama periode menstruasi. Dismenore keluhan yang sering dialami remaja sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. senam yoga merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore. Senam Yoga dapat merelaksasi otot – otot endometrium dan dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa penghambat disminore seperti endorphin dan enkefalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap intensitas dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini menggunakan Quasi experiment menggunakan pendekatan pretest-posttest with non-equivalent control group. Sampel pada penelitian ini dibagi 2 yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Senam yoga dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran intensitas dismenore menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,004), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai (p=0,006). Dengan Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,015). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh signifikan senam yoga terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri.