Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Gambaran Kualitas Hidup Pasien Neuropati Diabetik di Rumah Sakit Angkatan Laut Tarakan Ainul Rabiah; Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.170

Abstract

Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien dengan neuropati diabetik berdasarkan berbagai aspek utama, termasuk aktivitas fisik, kesehatan psikologis, kualitas tidur, serta kepuasan terhadap pengobatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pasien neuropati diabetik yang menjalani pengobatan di RSAL Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur berbagai aspek kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup yang baik, dengan skor rata-rata di atas 75%. Gangguan terhadap aktivitas fisik harian memiliki skor 92,50%, sedangkan aktivitas berat 88,33%. Aspek psikologis menunjukkan tingkat semangat pasien mencapai 100%, dengan persepsi kesehatan fisik sebesar 88,33% dan kesadaran terhadap komplikasi 93,33%. Kualitas tidur masih cukup baik dengan skor 95,00%, dan tidak ditemukan depresi berat (100%). Kepuasan terhadap pengobatan mencapai skor tertinggi, dengan efektivitas terapi sebesar 98,33% dan kepuasan pasien 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang tepat dapat membuat pasien neuropati diabetik tetap dapat menjalani hidup dengan kualitas yang baik.
Formulasi Bedak Dıngın Berbasıs Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera powder) dengan Ujı Organoleptık dan PH sebagaı Parameter Stabılıtas Sedıaan Jumsina Jumsina; Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.171

Abstract

Bedak dingin merupakan salah satu produk perawatan kulit tradisional yang banyak digunakan karena manfaatnya dalam melembapkan, mencerahkan, dan menenangkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bedak dingin berbasis serbuk daun kelor (Moringa oleifera powder) serta mengevaluasi stabilitasnya melalui uji organoleptik dan pH selama penyimpanan. Metode penelitian meliputi formulasi bedak dingin dengan bahan utama serbuk daun kelor, bengkoang, beras, dan jagung, serta air perasan bengkoang. Uji organoleptik mencakup evaluasi warna, aroma, tekstur, serta homogenitas sediaan dan pengukuran pH dilakukan untuk memastikan kestabilan produk. Selain itu juga dilakukan uji hedonitas menggunakan metode repeated measures design dengan 10 panelis yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bedak dingin berbasis serbuk daun kelor memiliki stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan 7 hari pada suhu kamar, dengan tidak adanya perubahan signifikan pada parameter organoleptik dan pH yang tetap stabil pada nilai 5. Uji hedonitas menunjukkan bahwa produk ini diterima dengan baik oleh panelis dengan tingkat kesukaan yang setara dengan produk komersial. Kesimpulan, bedak dingin berbasis serbuk daun kelor berpotensi sebagai produk perawatan kulit alami yang stabil dan aman digunakan.
Efektivitas Salep Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Arifullah, Muhamad Aqsal; Rukaya, Benazir Evita; Syuhada, Syuhada
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.15005

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of black cumin oil ointment as an antibacterial agent against Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa. The ointment was formulated with three variations of black cumin oil concentrations (0.1%, 1%, and 10%) using a lipophilic base. The physical stability test was conducted by evaluating organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, and adhesion. The antibacterial activity was tested using the well-diffusion method against Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa and analyzed using the One Way ANOVA method followed by a post hoc Tukey test. The results of this study indicate that (1) The black cumin oil ointment demonstrated good physical stability, particularly in terms of homogeneity and pH; (2) The antibacterial activity test showed that the ointment with a 10% black cumin oil concentration (F3) effectively inhibited the growth of Staphylococcus aureus with an efficacy not significantly different from gentamicin ointment (p = 0.477), but significantly different from the negative control (p = 0.027). However, no antibacterial activity was observed against Pseudomonas aeruginosa.Conclusion: The 10% black cumin oil ointment formulation has the potential as a natural antibacterial agent against Staphylococcus aureus. These findings suggest that black cumin oil can be further developed as a natural-based topical therapy alternative for treating skin infections caused by Gram-positive bacteria.
Uji Cemaran Mikroba pada Jajanan Pedagang Kaki Lima Sekolah Dasar di Kecamatan Tarakan Tengah Menggunakan Metode Angka Lempeng Total Nurfadilah, Nurfadilah; Rukaya, Benazir Evita; Syuhada, Syuhada
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.15026

Abstract

This study aims to evaluate the level of microbial contamination in street food sold and to conduct direct observations on environmental sanitation and hygiene practices carried out by street vendors in elementary school environments in Kecamatan Tarakan Tengah. The microbial contamination levels in 15 research samples, consisting of 9 types of food and 6 types of beverages, were randomly obtained from five different sub-districts and measured using the Total Plate Count (TPC) method. During the sampling process, observations and documentation of activities and conditions around the sales locations were conducted. The results of this study indicate that (1) all samples had TPC values far exceeding the limits set by BPOM, with the highest contamination found in pentol ayam goreng (8.69 × 10¹⁰ CFU/g) and es nutrijel stroberi (4.79 × 10¹⁰ CFU/ml); (2) The main factors contributing to the high microbial contamination, based on direct observations during sampling, include poor sanitation practices, exposure to an open environment, and the use of unhygienic equipment. Therefore, it can be concluded that street food sold in the vicinity of elementary schools in Kecamatan Tarakan Tengah presents a significant health risk to students due to the high level of microbial contamination.
Studi Mikrobiologi pada Jajanan Kaki Lima di Sekolah Dasar Kecamatan Tarakan Barat: Implikasi bagi Keamanan Pangan Sholehah, Nur Ulya Aufa; Rukaya, Benazir Evita; Syuhada, Syuhada
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.15038

Abstract

This study aims to evaluate the microbiological safety of street food sold by vendors in Tarakan Barat District. The evaluation was conducted on 12 food samples, consisting of 8 types of food and 4 types of beverages, randomly collected from vendors in four sub-districts: Karang Anyar, Karang Balik, Karang Rejo, and Karang Anyar Pantai. Samples were tested using the Total Plate Count (ALT) method to determine the bacterial colony count in the tested food and beverages. The results showed that (1) the sample with the highest contamination level among food items was Pentol Rebus/Kukus (3,19 × 10¹⁰CFU/g), while the beverage with the highest ALT was Es Teh Sisri (I) (2,59 × 10¹⁰ CFU/ml) obtained from SDN 003 Tarakan, whereas Es Teh Sisri (D) from SDN 1 Utama Tarakan showed a TFTC (Too Few to Count) result; (2) The high microbial contamination levels in these street foods are suspected to be caused by several factors, including poor environmental sanitation, lack of vendor hygiene, and exposure to dust and pollution from the selling locations. Most of the tested samples had ALT levels far exceeding the limits set by BPOM, confirming that street food poses a risk of causing various diseases such as gastrointestinal infections, diarrhea, food poisoning, and typhoid fever, which may negatively impact the health of elementary school students in Tarakan Barat District.
Optimasi dan Uji Efektivitas Gel Shampoo Antiketombe Poliherbal terhadap Jamur Penyebab Ketombe Rukaya, Benazir Evita; Syuhada
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 8 No. 2 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v8i2.869

Abstract

Abstrak Ketombe adalah masalah utama bagi sebagian besar masyarakat di dunia. Kemunculan ketombe biasanya dipengaruhi oleh adanya infeksi jamur Malassezia furfur yang mempengaruhi estetika dan sering menimbulkan rasa gatal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan gel shampoo poliherbal dengan konsentrasi kombinasi ekstrak seledri, bawang dayak dan daun sirih yang optimal dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vitro, yang diawali dengan proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70% untuk masing-masing tanaman, kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak diformulasikan menjadi 3 variasi konsentrasi kombinasi (daun seledri: bawang dayak: sirih) dengan perbandingan (2:1:3);(3:2:1); dan (1:3:2) dan dilakukan uji pendahuluan, selanjutnya diformulasikan menjadi sediaan gel shampoo dan dilakukan evaluasi stabilitas fisik sediaan. Selain itu, juga dilakukan pengujian aktivitas antijamur lanjutan dengan 3 kelompok uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan konsentrasi yang optimal adalah F3 (1:3:2),  shampoo poliherbal (F3) memiliki aktivitas antijamur sebesar 24,20 mm. Shampoo ini juga menunjukkan stabilitas busa yang baik dan pH yang sesuai dengan standar produk perawatan kulit. Kesimpulan, shampoo poliherbal yang mengandung kombinasi ekstrak seledri, bawang dayak, dan daun sirih memiliki potensi sebagai produk perawatan kulit dengan aktivitas antijamur yang efektif dan stabil, serta aman digunakan. Kata kunci: antijamur, bawang dayak, gel shampoo, sirih, seledri   Abstract Dandruff is a common issue for many people worldwide. Its appearance is often associated with the fungal infection Malassezia furfur, which affects aesthetics and frequently causes itching. This study aimed to develop a polyherbal gel shampoo formulation with an optimal concentration of celery, Dayak onion, and betel leaf extracts to inhibit the growth of Malassezia furfur. The research method used in this study was an in vitro experimental approach, starting with the maceration process using 70% ethanol as a solvent for each plant, followed by evaporation to obtain a concentrated extract. The extracts were formulated into three different combination concentration variations (celery: Dayak onion: betel leaf) with ratios of (2:1:3), (3:2:1), and (1:3:2), followed by preliminary testing. The formulations were then developed into gel shampoo preparations and subjected to physical stability evaluations. Additionally, antifungal activity testing was conducted with three test groups. The results showed that the optimal concentration ratio was F3 (1:3:2), where the polyherbal shampoo (F3) demonstrated antifungal activity of 24.20 mm. This shampoo also exhibited good foam stability and a pH that aligns with skincare product standards. In conclusion, polyherbal shampoo containing a combination of celery, dayak onion, and betel leaf extracts has potential as a skin care product with effective and stable antifungal activity, and is safe to use. Keywords: antifungal, dayak onion, gel shampoo, betel leaf, celery
PROGRAM SKRINING SINDROM METABOLIK SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA Syuhada Syuhada; Sri Teguh Rahayu; Mashuri Yusuf; Gemmy Sarina; Annysa Ellycornia Silvyana; Benazir Evita Rukaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.38404

Abstract

Abstrak: Prevalensi sindrom metabolik pada kelompok lanjut usia terus meningkat seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup, namun kondisi ini sering tidak terdeteksi karena sifatnya yang asimtomatik. Apotek komunitas berpotensi menjadi titik deteksi dini yang strategis, mengingat keterbatasan akses masyarakat lansia ke fasilitas laboratorium konvensional. Tujuan kegiatan ini adalah memetakan profil tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kolesterol total pada lansia, mengidentifikasi proporsi kelompok berisiko sindrom metabolik, dan memberikan edukasi serta rujukan berbasis hasil skrining. Metode yang digunakan adalah skrining deskriptif cross-sectional dengan Point of Care Testing (POCT), dilanjutkan konseling farmasi individual oleh apoteker. Mitra kegiatan adalah Apotek Vita Plus, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dengan 68 partisipan lansia yang berpartisipasi secara sukarela, dilaksanakan setiap hari Jumat periode November–Desember 2025. Melalui pemeriksaan POCT pada 68 partisipan lansia, ditemukan prevalensi hiperkolesterolemia sebesar 52,9%, hipertensi 32,3%, dan hiperglikemia 13,2%. Analisis lanjutan mengidentifikasi 10,3% partisipan memiliki ketiga faktor risiko sindrom metabolik secara bersamaan. Temuan klinis ini menjadi dasar pelaksanaan tindak lanjut berupa pemberian edukasi farmasi individual, rekomendasi perbaikan pola hidup, serta rujukan medis lanjutan.Abstract: The prevalence of metabolic syndrome in the elderly continues to increase with age and lifestyle changes, but this condition often goes undetected due to its asymptomatic nature. Community pharmacies have the potential to be strategic early detection points, given the limited access of elderly people to conventional laboratory facilities. The objectives of this activity are to map the profiles of blood pressure, random blood sugar, and total cholesterol in the elderly, identify the proportion of groups at risk of metabolic syndrome, and provide education and referrals based on screening results. The method used is descriptive cross-sectional screening with Point of Care Testing (POCT), followed by individual pharmacy counseling by pharmacists. The activity partner is Apotek Vita Plus, Tarakan City, North Kalimantan, with 68 elderly participants participating voluntarily, held every Friday from November–December 2025. Through Point-of-Care Testing (POCT) on 68 elderly participants, the prevalence of hypercholesterolemia was found to be 52.9%, alongside hypertension at 32.3%, and hyperglycemia at 13.2%. Further analysis revealed that 10.3% of the participants simultaneously exhibited all three risk factors for metabolic syndrome. These clinical findings served as the basis for follow-up interventions, which included individualized pharmaceutical education, recommendations for lifestyle modifications, and advanced medical referrals.