Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Epistemologi dalam Penguatan Teori dan Praktik Manajemen Pendidikan: Perspektif Filsafat Ilmu Sugimin; Wiji; Himam Nur Wahidin; Anggia Pratiwi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3586

Abstract

Di tengah pesatnya integrasi Kecerdasan Buatan dan data raya (big data) dalam tata kelola pendidikan, manajemen pendidikan menghadapi krisis validitas pengetahuan yang menantang otoritas kepemimpinan tradisional sekaligus menuntut reorientasi filosofis yang mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi filosofis secara komprehensif terhadap peran epistemologi sebagai pilar filsafat ilmu dalam memperkuat landasan teoritis dan praktis manajemen pendidikan di era disrupsi digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-reflektif melalui studi kepustakaan sistematis, penelitian ini mengevaluasi literatur terkini mengenai filsafat ilmu, epistemologi digital, dan manajemen pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa epistemologi berfungsi sebagai jangkar metodologis melalui kriteria kebenaran korespondensi, koherensi, dan pragmatis yang menjamin akuntabilitas manajerial. Munculnya fenomena "epistemologi digital" membawa tantangan black box problem dan bias algoritma yang menuntut reorientasi peran manajer sebagai agen epistemik yang kritis. Hasil kajian menekankan pentingnya integrasi epistemologi yang menyintesis wahyu, akal, dan pengalaman empiris untuk membentuk model manajemen pendidikan yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi epistemik digital dan kemampuan berpikir kritis sebagai self-regulatory judgment adalah syarat mutlak bagi keberlanjutan kepemimpinan pendidikan di masa depan.
Dari Realitas ke Kebenaran: Bagaimana Ontologi dan Epistemologi Membentuk Paradigma Teori Manajemen Pendidikan Wiji; Sugimin; Himam Nur Wahidin; Anggia Pratiwi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3587

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran krusial ontologi dan epistemologi dalam membentuk paradigma teori manajemen pendidikan. Tujuan utama adalah menganalisis bagaimana asumsi-asumsi filosofis tentang realitas (ontologi) dan pengetahuan (epistemologi) memengaruhi pengembangan teori, praktik, dan penelitian dalam bidang ini. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis, yang mengidentifikasi dan menganalisis berbagai perspektif ontologis (realisme, nominalisme, relativisme) dan epistemologis (positivisme, interpretivisme, konstruktivisme, kritis) yang mendasari teori-teori manajemen pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pilihan paradigma dalam manajemen pendidikan sangat dipengaruhi oleh asumsi ontologis dan epistemologis yang dianut. Artikel ini mengidentifikasi pergeseran paradigma dari pendekatan positivistik ke arah pendekatan yang lebih interpretif dan kritis, serta implikasinya terhadap praktik manajemen, pengembangan kebijakan, dan penelitian. Kesimpulan menekankan pentingnya kesadaran filosofis bagi akademisi dan praktisi manajemen pendidikan untuk mengembangkan teori dan praktik yang lebih relevan dan efektif. Implikasi praktisnya mencakup kebutuhan untuk mempertimbangkan berbagai perspektif ontologis dan epistemologis dalam pengambilan keputusan, perencanaan strategis, dan evaluasi program pendidikan.
Menjelajahi Lapisan Realitas: Keterkaitan Ontologi, Paradigma, dan Metode dalam Ilmu Pengetahuan Himam Nur Wahidin; Wiji Wiji; Anggia Pratiwi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3596

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam keterkaitan fundamental antara ontologi, paradigma keilmuan, dan metode penelitian dalam lanskap ilmu pengetahuan modern. Tujuan utamanya adalah mengelaborasi bagaimana asumsi ontologis yang mendasari pandangan tentang realitas memengaruhi pilihan paradigma keilmuan dan menentukan validitas metode penelitian yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka kualitatif dengan analisis filosofis. Temuan menunjukkan bahwa kesadaran ontologis adalah prasyarat penting bagi peneliti untuk mengembangkan sikap kritis dan menghindari "pemiskinan ontologis" (ontological impoverishment) yang sering terjadi akibat dominasi monisme positivistik. Artikel ini mengidentifikasi bahwa perbedaan asumsi antara paradigma positivisme, interpretivisme, dan kritis tidak hanya bersifat teoretis tetapi memiliki konsekuensi praktis terhadap integritas data. Disimpulkan bahwa integrasi refleksivitas peneliti dalam setiap langkah metodologis sangat krusial untuk meningkatkan kedalaman ilmu pengetahuan dan meminimalisir bias yang melekat pada setiap instrumen penelitian.
Analisis Kesiapan Sekolah dalam Mengadopsi Teknologi Pembelajaran Adaptif: Perspektif Guru Himam Nur Wahidin; Wiji; Wahyu Arohman H; M. Ali Basroh; Retno Wahyu Ningsih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3860

Abstract

Transformasi digital pendidikan ditandai oleh kemunculan teknologi pembelajaran adaptif (adaptive learning technology) berbasis kecerdasan buatan yang menjanjikan personalisasi proses belajar. Keberhasilan adopsi di sekolah menengah atas tidak ditentukan semata oleh kecanggihan sistem, melainkan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem sekolah dengan guru sebagai aktor utama penjembatani teknologi dan praktik kelas. Artikel ini menganalisis kesiapan sekolah dalam mengadopsi teknologi pembelajaran adaptif dari perspektif guru melalui systematic literature review berpedukan protokol PRISMA 2020 terhadap tiga basis data ditambah grey literature dan forward citation tracking, dengan asesmen risiko bias menggunakan instrumen JBI. Hasil sintesis menunjukkan kesiapan sekolah dapat dipetakan ke dalam lima dimensi utama, yaitu infrastruktur teknologi dan sumber daya, kompetensi dan literasi digital guru, sikap serta penerimaan psikologis guru, kepemimpinan dan dukungan kelembagaan, serta kesiapan pedagogis dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kelima dimensi diintegrasikan ke dalam Model Konseptual Tiga Lapis dengan Ethical-Permeating Layer yang mengangkat Intelligent-TPACK Çelik sebagai kerangka etis pemersatu, sehingga menghasilkan posisi diferensial terhadap kerangka readiness global seperti UNESCO ICT-CFT dan UNESCO AI Competency Framework for Teachers 2024. Implikasi praktis disusun berdasarkan lima domain kerangka UNESCO tersebut dengan memperhatikan tiga generasi ALT, Explainable AI, dan strategi komunitas belajar profesional tematik AI.