Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELASI RUH, QALB, DAN AKAL DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN MANUSIA PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM Siti Zahra Maulani; Sapuadi Sapuadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara ruh, qalb, dan akal dalam pembentukan kepribadian manusia dalam perspektif psikologi Islam. Ketiga unsur tersebut merupakan dimensi utama dalam struktur kejiwaan manusia yang mencakup aspek spiritual, emosional, dan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan, baik dari sumber klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruh berfungsi sebagai sumber nilai spiritual dan arah ketuhanan yang mengarahkan manusia pada fitrahnya, qalb berperan sebagai pusat kesadaran moral dan pengendali emosi yang menginternalisasi nilai-nilai tersebut, sedangkan akal berfungsi sebagai instrumen kognitif dalam proses berpikir dan pengambilan keputusan. Relasi antara ketiganya bersifat integratif dan hierarkis, di mana ruh memberikan orientasi nilai, qalb memediasi internalisasi, dan akal merealisasikannya dalam tindakan rasional. Dengan demikian, pembentukan kepribadian yang ideal menuntut adanya keseimbangan antara ketiga unsur tersebut, sehingga menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual.
ANALISIS MINIMNYA KESEMPATAN DISKUSI KEAGAMAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS Siti Zahra Maulani; Jasiah Jasiah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59513

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesempatan diskusi keagamaan dalam proses pembelajaran dikelas. Kondisi pembelajaran dikelas pendidikan agama islam di perguruan tinggi menunjukkan adanya kecenderungan yang belum sepenuhnya mendukung terciptanya suasana diskusi yang optimal. Proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah yang berpusat pada dosen. Mahasiswa lebih banyak berperan sebagai penerima informasi dari pada sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Situasi ini menyebabkan interaksi akademik menjadi terbatas dan tidak memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau minimnya kesempatan berdiskusi keagamaan dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam dikelas yang dilakukan dengan metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode kualitatif yang digunakan dalam artikel ini yaitu penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan kesempatan diskusi tersebut berimplikasi pada rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa, khususnya dalam hal menganalisis, mengevaluasi, dan mengemukakan argumentasi keagamaan secara rasional. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan agama islam mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta mengembangkan kemempuan berpikir kritis secara komprehensif.