Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TINGKAT MENENGAH ATAS: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Tri Budi Angantyo; Hendro Prasetyono
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60775

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) semakin digunakan untuk menghubungkan konsep fisika dengan perancangan, penyelidikan, dan pengembangan produk autentik, tetapi hasilnya bervariasi menurut konteks dan desain evaluasi. Kajian literatur sistematis ini mengidentifikasi pola implementasi, dampak pembelajaran, kondisi pendukung, dan kesenjangan penelitian PjBL pada fisika tingkat menengah atas yang terbit tahun 2020 sampai 24 Juni 2026. Penelusuran dan verifikasi metadata dilakukan melalui Google Scholar, Garuda/SINTA, DOAJ, Crossref, serta laman resmi jurnal atau penerbit dengan mengikuti prinsip PRISMA 2020. Dari 52 rekaman yang ditemukan, 40 rekaman unik disaring, 28 teks lengkap dinilai, dan 20 artikel jurnal primer dianalisis. Sintesis deskriptif dan tematik menunjukkan kecenderungan positif pada hasil belajar kognitif, pemahaman konsep, berpikir tingkat tinggi dan kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, motivasi, serta keterampilan proses sains. Implementasi yang lebih kuat memadukan masalah fisika autentik, tonggak kerja yang eksplisit, scaffolding guru, umpan balik iteratif, dan asesmen proses sekaligus produk. Namun, sampel kecil atau satu lokasi, intervensi singkat, instrumen yang tidak seragam, pelaporan kualitas proyek yang terbatas, serta tuntutan waktu dan fasilitas membatasi klaim kausal dan generalisasi. PjBL yang efektif memerlukan pengelolaan proyek terstruktur, penguatan konsep, akses teknologi yang adil, dan asesmen multimodal.
Kajian Sistematis Literatur: Efektivitas Model Problem-Based Learning (PBL) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran MIPA Maman Maman; Cristiana Dewi; Tito Adi Dewanto; Nina Husna; Iwan Koerniawan; Dina Astuty; Tri Budi Angantyo; Yuli Yulianti; Andri Suryana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1297

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori yang perlu ditingkatkan karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis serta memecahkan masalah secara mandiri. Kajian sistematis literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis literatur dengan menganalisis 24 artikel penelitian terdiri dari 18 artikel di jurnal nasional terideks sinta 1-6 dan 8 artikel di jurnal internasional terindeks scopus yang diterbitkan pada periode 2022–2026. Artikel dipilih berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan kesesuaian dengan fokus penelitian. Data dianalisis melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan bidang kajian, termasuk ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan alam dan sosial, fisika, matematika, serta pendidikan sains. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, model ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, literasi sains, literasi matematika, pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, dan kemampuan komunikasi. Efektivitas model semakin meningkat ketika diintegrasikan dengan teknologi digital dan media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.