Lilis Haryati
Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Fatayat NU Ranting Sukajadi Melalui Pembuatan Bunga Kawat Bulu Rina Mida Hayati; Wiwied Pratiwi; Rizky Hidayatullah; Suci Cahyati; Risa Azizah; Lilis Haryati; Ressi Susanti
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (December)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jip-dimas.v3i2.674

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan anggota Fatayat NU Ranting Sukajadi melalui pelatihan pembuatan bunga dari kawat bulu sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan muda Nahdliyin. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Ma’arif Lampung dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat sebagai aset utama dalam proses pemberdayaan. Pelaksanaan kegiatan meliputi dua tahap utama, yaitu pelatihan pembuatan bunga kawat bulu dan pelatihan pemasaran digital melalui media sosial serta platform e-commerce. Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing untuk mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk kerajinan tangan yang bernilai jual dan mempelajari strategi pemasaran daring agar mampu bersaing di era ekonomi digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan, kreativitas, dan motivasi berwirausaha anggota Fatayat. Peserta mampu menghasilkan produk bunga kawat bulu yang menarik, memahami konsep penjualan digital, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan usaha mandiri. Program ini juga berdampak positif terhadap penguatan solidaritas sosial dan keaktifan organisasi. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil mendorong pemberdayaan perempuan berbasis komunitas melalui integrasi antara keterampilan kreatif dan literasi digital. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan peran strategis perempuan dalam pembangunan masyarakat.
Digital-Based Academic Supervision Model in Improving Teacher Performance at Madrasah SMP Negeri 1 Seputih Banyak Lilis Haryati; Rina Mida Hayati; Agus Setiawan
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Assyfa Journal of Islamic Studies (June)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v3i1.1186

Abstract

The rapid development of digital technology has fundamentally transformed various sectors, including education, yet many madrasahs in Indonesia still face challenges in implementing effective academic supervision due to limited digital infrastructure, low technological literacy among supervisors, and the absence of structured digital supervision models. This study aims to analyze the implementation of a digital-based academic supervision model and its impact on improving teacher performance at Madrasah SMP Negeri 1 Seputih Banyak, Central Lampung Regency. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with the madrasah head, supervisors, and teachers, participatory observation of supervision practices, and documentation of supervision activities and teacher performance records. The findings reveal that the digital-based academic supervision model is implemented through four strategic stages: digital planning and scheduling, technology-assisted classroom observation, data-based feedback and reflection, and sustainable professional development follow-up. The integration of digital tools such as the Madrasah Digital Report (RDM), Google Classroom, and video-based observation has significantly improved efficiency, transparency, and teacher engagement in supervision. This model contributes to measurable improvements in teacher performance, including enhanced lesson planning, more effective classroom management, increased use of technology in teaching, and improved student learning outcomes. However, challenges such as limited internet access, varying levels of teacher digital competence, and time constraints remain significant obstacles. This study concludes that the digital-based academic supervision model offers a transformative approach to improving teacher performance in madrasahs, provided that adequate infrastructure, continuous training, and strong leadership commitment are in place. These findings provide a practical framework for other madrasahs seeking to leverage digital technology for academic supervision and teacher professional development.