Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Development of English Learning Media through Animated Videos for Student Grade IX Maarif Ansoru Al Hasaniyah Junior High School Nanda Mulyani; Suhono Suhono; Wiwied Pratiwi; Yeasy Agustina Sari; Tristan Rokhmawan
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 7 No 3 (2024): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v7i3.413

Abstract

The Lack of utilization of learning media leads to lack of student interest in English lessons This study aims to describe the process of developing English learning media through animated videos and the quality of the results of learning animation video development trials. This research is a development research with the ADDIE model. The subjects involved in this study consisted of 1 material expert, 1 media expert, 3 students for individual trials and 33 students for group trials. The methods used for data collection in this study were interviews, observations, questionnaires and documentation. As for the data analysis method using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The process of developing English learning media through animated learning videos for grade 9 students goes through 4 stages, namely analysis, design, development, and implementation. The results of the material expert review showed a percentage result of 100% (very feasible), media experts showed a percentage result of 88% (very feasible), individual tests showed a percentage result of 88.6% (very feasible), and the results of the group test showed a percentage result of 85, 6% (very feasible). Based on this analysis, it can be concluded that the development of English learning media through animated videos for grade 9 students of SMP Maarif Ansoru Al Hasaniyah, Rukti Basuki, Rumbia District, Central Lampung Regency is very feasible to use
Pemberdayaan Fatayat NU Ranting Sukajadi Melalui Pembuatan Bunga Kawat Bulu Rina Mida Hayati; Wiwied Pratiwi; Rizky Hidayatullah; Suci Cahyati; Risa Azizah; Lilis Haryati; Ressi Susanti
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (December)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jip-dimas.v3i2.674

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan anggota Fatayat NU Ranting Sukajadi melalui pelatihan pembuatan bunga dari kawat bulu sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan muda Nahdliyin. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Ma’arif Lampung dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat sebagai aset utama dalam proses pemberdayaan. Pelaksanaan kegiatan meliputi dua tahap utama, yaitu pelatihan pembuatan bunga kawat bulu dan pelatihan pemasaran digital melalui media sosial serta platform e-commerce. Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing untuk mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk kerajinan tangan yang bernilai jual dan mempelajari strategi pemasaran daring agar mampu bersaing di era ekonomi digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan, kreativitas, dan motivasi berwirausaha anggota Fatayat. Peserta mampu menghasilkan produk bunga kawat bulu yang menarik, memahami konsep penjualan digital, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan usaha mandiri. Program ini juga berdampak positif terhadap penguatan solidaritas sosial dan keaktifan organisasi. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil mendorong pemberdayaan perempuan berbasis komunitas melalui integrasi antara keterampilan kreatif dan literasi digital. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan peran strategis perempuan dalam pembangunan masyarakat.