Ahmad Julizar
Universitas islam negeri sultan syarif kasim riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER Sri Wahyuni; Dwi Herliani; Irhamullah; Indra Rhammadhanny; Ahmad Julizar; Musthafa Rahman
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.935

Abstract

Transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi isu penting di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut sistem pendidikan lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi kurikulum PAI dalam perspektif Islam kontemporer serta mengidentifikasi kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan dinamika zaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI ditandai oleh pergeseran dari pendekatan normatif-tekstual menuju pendekatan kontekstual, integratif, dan berbasis kompetensi yang mengakomodasi nilai-nilai Islam serta keterampilan abad ke-21. Kurikulum PAI juga mengintegrasikan teknologi digital, pendekatan multidisipliner, penguatan karakter, serta moderasi beragama sebagai respons terhadap perkembangan masyarakat modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model konseptual transformasi kurikulum PAI yang mengintegrasikan dimensi religius, digital, dan sosial secara simultan. Model ini menempatkan kurikulum PAI tidak hanya sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk generasi Muslim yang religius, kritis, adaptif, dan mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan global tanpa kehilangan identitas keislamannya.