Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Pembelajaran Rasulullah SAW sebagai Model Pendidikan Islami Sepanjang Zaman Irhamullah; Jefri; Rivaldi Kurniawan; Wahyu Hidayat; Teguh Maulana Ihsan
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.481

Abstract

Pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian yang mulia. Rasulullah Saw merupakan figur pendidik utama yang metode pembelajarannya mengandung nilai-nilai universal dan relevan sepanjang masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam metode pembelajaran Rasulullah Saw, khususnya melalui pendekatan keteladanan, mauizah (nasihat), ceramah, dan tanya jawab sebagai model pendidikan Islami yang komprehensif. Kajian ini berlandaskan pada asumsi teoretis pendidikan profetik yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bersumber dari kitab-kitab klasik, hadis, serta literatur modern tentang pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode keteladanan menjadi inti dari pendekatan Rasulullah karena menampilkan praktik nyata nilai-nilai moral. Metode mauizah dan ceramah berfungsi membimbing spiritualitas dan memperkuat keimanan, sementara metode tanya jawab efektif menumbuhkan daya pikir kritis serta interaksi aktif peserta didik. Secara keseluruhan, metode Rasulullah Saw mencerminkan sistem pendidikan yang holistik dan humanistik, serta tetap relevan sebagai acuan bagi pengembangan pendidikan Islam di era modern
Integration of Islamic Moral Values in Digital Literacy of Students in the 5.0 Era Irhamullah; Jefri; Wahyu Hidayat; Resti Sulastri
Episteme: Jurnal Kajian Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2025): Episteme: Jurnal Kajian Mahasiswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/episteme.v1i3.477

Abstract

The rapid development of technology in the era of 5.0 presents new challenges for the field of education, particularly in shaping learners’ character to be not only digitally competent but also grounded in Islamic moral values. In this context, the integration of Islamic ethical principles is crucial to ensure that digital literacy does not merely enhance technical abilities but also fosters ethical behavior in digital activities. This study aims to analyze how Islamic moral values can be effectively integrated into students’ digital literacy so that they are able to use technology wisely, responsibly, and in accordance with Islamic teachings. The research employs a qualitative approach with descriptive analysis through literature review and theoretical examination related to digital literacy, digital ethics, and Islamic moral values. The findings indicate that the integration of Islamic moral values can be implemented through the cultivation of digital ethics such as honesty, trustworthiness, responsibility, politeness in online communication, and critical thinking in evaluating information. Additionally, the use of digital learning media infused with Islamic values has been shown to increase students’ awareness of the importance of ethical behavior in digital spaces. In conclusion, digital literacy that aligns with Islamic moral values can serve as a strong foundation for learners in navigating the dynamics of technology in the era of 5.0, while also promoting the development of a generation that is both digitally proficient and spiritually moral
Model Pembelajaran PAI Berbasis Multikultural untuk Meningkatkan Sikap Toleransi siswa Muhammad Ikbal; Irhamullah; Musthafa Rahman; Indra Rhammadhanny; Resti Yulastri
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.873

Abstract

Penelitian ini membahas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural dalam meningkatkan sikap toleransi siswa. Keberagaman masyarakat Indonesia memerlukan pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan dampak pembelajaran PAI berbasis multikultural terhadap sikap toleransi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah buku, jurnal, dan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis multikultural menekankan nilai inklusivitas, moderasi, kerja sama, dan penghormatan terhadap keberagaman melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model ini membantu siswa mengembangkan empati, kesadaran sosial, dan hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah. Guru juga berperan penting dalam menanamkan sikap toleransi melalui pembelajaran kontekstual dan budaya sekolah yang inklusif. Kesimpulannya, pembelajaran PAI berbasis multikultural berkontribusi dalam membentuk siswa yang toleran dan moderat di masyarakat multikultural.
TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER Sri Wahyuni; Dwi Herliani; Irhamullah; Indra Rhammadhanny; Ahmad Julizar; Musthafa Rahman
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.935

Abstract

Transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi isu penting di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut sistem pendidikan lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi kurikulum PAI dalam perspektif Islam kontemporer serta mengidentifikasi kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan dinamika zaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI ditandai oleh pergeseran dari pendekatan normatif-tekstual menuju pendekatan kontekstual, integratif, dan berbasis kompetensi yang mengakomodasi nilai-nilai Islam serta keterampilan abad ke-21. Kurikulum PAI juga mengintegrasikan teknologi digital, pendekatan multidisipliner, penguatan karakter, serta moderasi beragama sebagai respons terhadap perkembangan masyarakat modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model konseptual transformasi kurikulum PAI yang mengintegrasikan dimensi religius, digital, dan sosial secara simultan. Model ini menempatkan kurikulum PAI tidak hanya sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk generasi Muslim yang religius, kritis, adaptif, dan mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan global tanpa kehilangan identitas keislamannya.