Musthafa Rahman
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Penanaman Nilai-Nilai Akidah Akhlak Melalui Pembelajaran Reflektif di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru Paras Rindwianto; Musthafa Rahman; Muhammad Ikbal; Resti Yulastri
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.536

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi penanaman nilai-nilai Akidah Akhlak melalui pembelajaran reflektif di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana aktivitas reflektif berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran moral santri dan membentuk karakter sesuai nilai-nilai ajaran Islam. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran reflektif mendorong santri untuk menilai kembali tindakan sehari-hari, memperdalam pemahaman terhadap konsep Akidah Akhlak, serta meningkatkan kesadaran diri dalam mengamalkan nilai-nilai moral Islam. Santri mengalami peningkatan dalam aspek kejujuran, kedisiplinan, empati, dan tanggung jawab setelah mengikuti sesi refleksi secara rutin. Guru juga menyatakan bahwa strategi reflektif menciptakan interaksi pembelajaran yang lebih bermakna serta memperkuat kematangan emosional dan spiritual santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran reflektif merupakan strategi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru.
Model Pembelajaran PAI Berbasis Multikultural untuk Meningkatkan Sikap Toleransi siswa Muhammad Ikbal; Irhamullah; Musthafa Rahman; Indra Rhammadhanny; Resti Yulastri
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.873

Abstract

Penelitian ini membahas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural dalam meningkatkan sikap toleransi siswa. Keberagaman masyarakat Indonesia memerlukan pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan dampak pembelajaran PAI berbasis multikultural terhadap sikap toleransi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah buku, jurnal, dan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis multikultural menekankan nilai inklusivitas, moderasi, kerja sama, dan penghormatan terhadap keberagaman melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model ini membantu siswa mengembangkan empati, kesadaran sosial, dan hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah. Guru juga berperan penting dalam menanamkan sikap toleransi melalui pembelajaran kontekstual dan budaya sekolah yang inklusif. Kesimpulannya, pembelajaran PAI berbasis multikultural berkontribusi dalam membentuk siswa yang toleran dan moderat di masyarakat multikultural.
Kesetaraan Hak Pendidikan Laki-Laki dan Perempuan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implementasinya di Indonesia Annisa Annisa; Musthafa Rahman; Muhammad Iqbal; Herlini Puspika Sari
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan hak dasar setiap manusia yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam perspektif Islam, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT serta memiliki hak yang setara dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Namun, dalam realitas sosial masih ditemukan kesenjangan akses pendidikan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, dan pemahaman agama yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesetaraan hak pendidikan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif Al-Qur’an serta melihat implementasinya dalam konteks pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir, buku ilmiah, dan artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memahami konsep kesetaraan pendidikan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan sebagai manusia yang memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Perintah menuntut ilmu berlaku bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan guna mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.Abstract:Education is a fundamental human right that plays an important role in improving the quality of human resources. In the Islamic perspective, men and women have equal status before Allah SWT and have equal rights to acquire knowledge. However, in social reality, inequalities in access to education still exist due to cultural, economic, and misinterpretations of religious teachings. This study aims to examine the concept of equality in educational rights between men and women from the perspective of the Qur’an and to analyze its implementation in the context of education in Indonesia. This research uses a qualitative approach with a library research method by reviewing the Qur’an, classical commentaries, academic books, and relevant journal articles. The collected data were analyzed using content analysis to understand the concept of educational equality based on Qur’anic values. The results show that the Qur’an emphasizes the equality of men and women as human beings who have equal rights to obtain education. The command to seek knowledge applies to all humans regardless of gender. Therefore, Islamic education plays an important role in promoting values of justice and equality in order to create an inclusive and equitable education system.
Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital melalui Perspektif Pendidikan Agama Islam menurut Kajian Literatur Mutiara Nabila; Ukhty Mumtaza; Zulista Sukma; Musthafa Rahman; Miftahir Rizqa
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i2.47

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of students' religious character in the digital age through a literature review based on the perspective of Islamic Religious Education. Digital transformation has changed the patterns of interaction, access to information, and behavior of students, so that religious education is required to present new approaches that are relevant and adaptive. Through a literature review method, this study examines classical and contemporary Islamic Religious Education theories, empirical study results, and scientific articles discussing moral guidance amid technological developments. The analysis results show that religious character includes the dimensions of faith, worship, morals, and social aspects that must be instilled through systematic and contextual education. The challenges of the digital era, such as exposure to negative content, religious misinformation, and instant culture, require the integration of ethical digital literacy and Islamic values. The role of PAI teachers has proven to be very strategic in guiding, assisting, and directing students to be able to use technology in a healthy and morally valuable manner. Teacher role modeling, the use of educational digital media, and continuous mentoring are key factors in the successful formation of religious character. In addition, systemic support from schools, families, and education policies is necessary for the character-building process to be consistent. This study emphasizes the importance of holistic religious guidance that is based on Islamic values and in line with the demands of the digital age.   Keywords: Digital literacy; Digital ethics; Islamic Religious Education; Religious character; Sustainable behavior.
TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER Sri Wahyuni; Dwi Herliani; Irhamullah; Indra Rhammadhanny; Ahmad Julizar; Musthafa Rahman
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.935

Abstract

Transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi isu penting di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut sistem pendidikan lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi kurikulum PAI dalam perspektif Islam kontemporer serta mengidentifikasi kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan dinamika zaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI ditandai oleh pergeseran dari pendekatan normatif-tekstual menuju pendekatan kontekstual, integratif, dan berbasis kompetensi yang mengakomodasi nilai-nilai Islam serta keterampilan abad ke-21. Kurikulum PAI juga mengintegrasikan teknologi digital, pendekatan multidisipliner, penguatan karakter, serta moderasi beragama sebagai respons terhadap perkembangan masyarakat modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model konseptual transformasi kurikulum PAI yang mengintegrasikan dimensi religius, digital, dan sosial secara simultan. Model ini menempatkan kurikulum PAI tidak hanya sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk generasi Muslim yang religius, kritis, adaptif, dan mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan global tanpa kehilangan identitas keislamannya.