Nailah Nafisah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Konsumsi Kopi dan Potensi Ketergantungan pada Mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara Nabila Fatila; Ana Nurjanah; Nailah Nafisah; Nadia Putri Manik; Muhammad Dio Kurniawan Takasima; Reni Agustina Harahap
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1183

Abstract

Coffee consumption among university students has increased and has become an integral part of both academic and social activities. The caffeine content in coffee is believed to improve concentration, maintain mood, and reduce drowsiness. However, repeated coffee consumption may also lead to negative effects, including mild psychological dependence in some individuals. This study aimed to explore coffee consumption and the potential for dependence among students of the Faculty of Public Health, UIN Sumatera Utara. The study employed a qualitative method with a descriptive approach. The participants consisted of 30 active students who regularly consumed coffee and were selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews using semi-structured interview guidelines and analyzed through thematic analysis. The findings revealed that coffee consumption among students was influenced by academic demands, late-night study habits, psychological factors, social environments, and hanging-out culture. Students consumed coffee to improve concentration, maintain mood, reduce sleepiness, and support the completion of academic tasks. In addition, some students considered coffee an important part of their lifestyle and social interactions. The study also identified the potential for mild psychological dependence, characterized by decreased concentration, increased drowsiness, and reduced enthusiasm when coffee was not consumed. These findings indicate the importance of providing education regarding safe and healthy caffeine consumption among university students to prevent adverse effects associated with excessive coffee intake.
Gambaran Masalah Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2026 Tri Niswati Utami; Nailah Nafisah; Kusnur Kholija; Risna Utami; Nabila Fitri; Mutiara Siddik; Azrina Febriyani Nasution; Khairani Natasya
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9015

Abstract

Permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia ditandai dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang terjadi bersamaan dengan masih tingginya kejadian penyakit menular. Kondisi tersebut juga ditemukan di Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan karakteristik responden, distribusi penyakit, serta menentukan prioritas masalah kesehatan menggunakan pendekatan community diagnosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 98 responden dan didukung data sekunder sepuluh penyakit terbanyak dari UPTD Puskesmas Perbaungan periode Januari–Juni 2026. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, kemudian dilanjutkan dengan penentuan prioritas masalah menggunakan metode Pan American Health Organization (PAHO) berdasarkan kriteria Magnitude, Severity, Vulnerability, dan Community and Political Concern. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (76,5%) dengan kelompok usia terbanyak 50–59 tahun (33,33%). Berdasarkan data sekunder, penyakit terbanyak adalah demam (4.326 kasus), diikuti dispepsia (2.739), batuk (2.352), common cold (2.125), hipertensi (1.456), diabetes melitus (1.239), ISPA (702), dan idiopathic gout (271). Hasil penilaian metode PAHO menetapkan idiopathic gout sebagai prioritas utama intervensi (skor 120), diikuti diabetes melitus (96) dan hipertensi (90). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Simpang Tiga Pekan masih menghadapi double burden of disease, sehingga hasil penentuan prioritas melalui metode PAHO dapat menjadi dasar penyusunan program promotif dan preventif yang lebih tepat sasaran.