sutiyono
universitas An Nuur

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Determinan Health- Related Quality of Life Pasien Terapi Hemodialysis dengan Instrument EQ5D-5L Estuningtyas Ayu Hapsari; sutiyono; Gigih Kenanga Sari
Joseph: Journal of Science and Pharmacy Vol 3 No 1 (2023): Journal of Science and Pharmacy (Joseph)
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Chronic kidney disease is caused by an increase in serum creatinine values of 20% in the kidneys. One of the management therapies for chronic kidney disease is hemodialysis therapy. The EQ5D-5L instrument is an instrument that can be used to measure the quality of chronic kidney patients. The aim of the study was to determine the description of patients with hemodialysis therapy and determine the response of patients to hemodialysis therapy with EQ5D-5L. Method: The research method is quantitative descriptive. Data collection used the EQ5D-5L instrument with the inclusion criteria of patients diagnosed with chronic kidney disease in patients aged more than 19 years. Sampling using the accidental sampling method was 100 respondents. Data analysis uses univariate analysis determinants. Results: The results of the study showed that patients with the highest range were aged 45-64 with a percentage of 67%, the proportion of male had the highest value with a percentage of 63%, the highest CCI value was in the range 3-4 with a percentage of 44% and the most therapy implementation was less than 1 year of therapy with a percentage of 59%. The utility measurement results showed that the EQ5D-5L average value was 0.595 and the VAS average value was 80, for the EQ5D-5L SD value was 0.225 and the VAS SD value was 6.464, with the EQ5D-5L median value being 0.624 and the VAS median value being 80. The most dominant response was pain at 75% and anxiety at 62%. Conclusion: Conclusion. The results of the study showed that the age of hemolysis therapy was highest in men with an average EQ5D-5L utility value of 0.595 and an average VAS value of 80. The most dominant response was pain at 75% and anxiety at 62%  
DEVELOPMENT OF COUNTER PRESSURE TECHNIQUE FOR PAIN INTENSITY OF DISMINORE IN ADOLESCENT WOMEN Sutiyono
Jurnal Profesi Bidan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Profesi Bidan Indonesia
Publisher : LPPM AN NUUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Menstruation is a normal part of the cyclical process that occurs in healthy women between puberty and the end of the reproductive years (Rahayu, Pertiwi, and Patimah 2017). During menarche (menstruation) there are disturbances in the form of cramps, pain and discomfort. One of menstrual pain in young women is dysmenorrhea (Abarca, 2021). If dysmenorrhea is not treated immediately, it can have a negative impact on women's activities or activities, especially young women. Counter pressure is persistent pressure exerted by a person by pressing a fist or the bottom of the palm against the sacral area. The aim of this research is to develop a counter pressure technique for pain.Methodology : This study is a quantitative study with a pre-experimental design. The design of this study uses a two-group pretest-posttest design that uses a comparison group (control). In this study, the first test (pre-test) allows researchers to examine the changes that occur after the intervention. The sample of this research obtained a sample of 90 female students. Data analysis using a statistical test that can be used is the Wilcoxon test.Results: The Wilcoxon test results for the intervention application group obtained a PValue of 0.000 <0.05, then: Ha was accepted, Ho was rejected, therefore it can be concluded that there is an effect of the counter pressure method on the intensity of dysmenorrhea pain in young women at MA Sultan Agung Ngawen.Conclusion: there is an influence of the technique of developing the counter pressure method on the intensity of dysmenorrhea pain in young women at MA Sultan Agung Ngawen
PERSEPSI PASIEN JAMKESMAS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DI PUSKESMAS GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Rita Agustina Fitriani; Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1 No 01 (2016): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang, Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin adalah masalah yang komplek dan penting bagi manusia, sehingga semua manusia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Puskesmas merupakan pihak terdepan dalam pelayanan kesehatan dengan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayahkerjanya dalam bentuk kegiatan pokok, dengan perawat sebagai sumber daya manusia yang utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pasien jamkesmas terhadap kualitas pelayanan keperawatan di puskesmas Grobogan. Metode ; Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif model interaktif dengan tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil, Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan Keperawatan yang diberikan puskesmas Grobogan kabupaten Grobogan kepada pasien jamkesmas sesuai dengan persepsi pasien dan memberikan kepuasan kepada pasien jamkesmas. Dimensi yang menjadi pengukur kualitas pelayanan keperawatan di puskesmas Grobogan adalah:1) Bukti langsung dimana masih ada perawat yang belum lengkap dalam pemakaian atribut berseragam, 2) keandalan pelayanan yang tepat dan disiplin sesuai jadwal pelayanan yang ada, 3) daya tanggap perawat memberikan kepuasan dan respon positif pasien jamkesmas, 4) jaminan kepastian memberikan rasa aman dan nyaman yang dapat dirasakan pasien jamkesmas, 5) empati perawat terhadap pasien dengan komunikasi terapeutik untuk menjaga hubungan baik . Kesimpulan, Evaluasi kinerja perawat terutama dalam penampilan perawat yaitu dengan meningkatkan kedisiplinan dalam memakai kelengkapan atribut perawat, menyediakan kotak saran dan menyebarkan angket untuk mengetahui persepsi dan tingkat kepuasan pasien.
METODE PELAKSANAAN PSN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULOKULON 1 Sutiyono; Nurulistyawan Tri Purnanto
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1 No 02 (2016): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang; PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) DBD adalah kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular DBD (aedes aegypti) di tempat berkembangbiakannya. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD dilakukan dengan cara 3 M “PLUS”. Angka kejadian DBD diwilayah kerja Puskesmas Pulokulon 1 mulai bulan Januari – Desember 2015 adalah 16 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan PSN dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Pulokulon 1.  Metode; Desain penelitian adalah diskriptif analitik korelasional. Denganpendekatan  bersifat cross sectional . Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.Jumlah populasi adalah 16 responden. Jumlah sampel adalah 16responden. Analisis menggunakan Spearman Rho untuk mengetahui hubungan Pelaksanaan PSN dengan kejadian DBD. Instrumen kuesioner untuk mengetahui pelaksanaan PSN dan kejadian DBD. Hasil;  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PSN buruk dengankejadian DBD pernah sekali (37,5%), pelaksanaan PSN buruk dengan kejadiaan DBD lebih dari sekali (25%), pelaksanaan PSN dengan kejadian DBD sekali (18,75%), pelaksanaan PSN baik dengan kejadian DBD  lebih dari sekali (18,75%). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pelaksanaan PSN dengan kejadian DBD, dengan analisis Spearman Rho dengan p Value : 0.719 (> 0.506 ). Simpulan; Pendidikan kesehatan tentang PSN oleh petugas kesehatan kepada masyarakat sangat diperlukan untuk mempengaruhi perilaku masyarakat agar lebih optimal dalam pelaksanaan PSN.
PENGARUH MOBILISASI POST SECTIO CAESAREA (SC) TERHADAP LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA DI RUANG DAHLIA  dr.RADEN SOEDJATI PURWODADI, GROBOGAN Sulistiyarini; Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 2 No 01 (2017): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Mobilisasi merupakan faktor yang menonjol dalam mempercepat pemulihan pasca bedah dan dapat mencegah komplikasi, serta diharapkan ibu nifas dapat menjadi lebih sehat dan lebih kuat, selain juga dapat melancarkan pengeluaran lochea, membantu proses penyembuhan luka akibat proses persalinan, mempercepat involusi alat kandungan, melancarkan fungsi alat gastrointestinal, alat perkemihan serta meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi air susu ibu (ASI) juga dapat mempercepat pengeluaran sisa metabolisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mobilisasi post Sectio Caesarea (SC) terhadap lamanya penyembuhan luka. Metode: Penelitian ini termasuk jenis penelitian pre-experiment dengan rancangan One-Short Case Study yang hanya mengukur hasil dari suatu independent, pengambilan 28 sampel dengan purposive sampling pada pasien post SC di Ruang Dahlia RSUD dr. Raden Soedjati Purwodadi. Pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi mobilisasi dan lembar observasi lama penyembuhan luka. Analisa data yang digunakan adalah uji One Sampel Ttest. Hasil - Hasil uji One Sampel t-Test (Uji satu sampel) pada 28 responden yang melakukan mobilisasi didapatkan p value (0,000) < α (0,05). Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya Ada Pengaruh Mobilisasi Post SC Terhadap Lamanya Penyembuhan Luka di Ruang Dahlia RSUD dr. Raden Soedjati PurwodadiGrobogan. Simpulan, - Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa luka post SC lebih cepat sembuh dengan melakukan mobilisasi post SC secara bertahap dan dimulai antara 6-12 jam pasca operasi. 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG DIFTERI PADA ORANG TUA DI  DESA JATILOR  KECAMATAN GODONG GROBOGAN Sutiyono; Andri Triyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 2 No 01 (2017): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang; Difteri merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh corynebacterium diphteriae yang mudah menular. Dari data Badan Kesehatan Dunia diketahui terdapat 775 kasus di tahun 2013. Kasus difteri di Indonesia 593 dengan angka kematiannya mencapai 32 kasus di tahun 2017. Dari data dinas kesehatan di tahun 2016 terdapat 6 kasus difteri sampai januari 2017. Pendidikan kesehatan merupakan usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan untuk mencapai kesehatan secara maksimal, adapun metode yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah dengan metode konseling. Tujuan, untuk mengetahui ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling terhadap peningkatan pengetahuan tentang difteri pada orang tua. Metode; penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan one group pre-post test design dengan 24 responden diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling. Hasil; terdapat ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling terhadap peningkatan pengetahuan (p value 0.0001). Dengan rata-rata pengetahuan tentang difteri sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling sebesar 88.33 lebih tinggi dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan metode konseling yaitu 43.06. Kesimpulan; ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode konseling dalam meningkatkan pengetahuan pada orang tua di Desa Jatilor Kecamatan Godong
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TUBERCULOSIS PADA MASYARAKAT TERHADAP KESADARAN DETEKSI DINI PENYAKIT TUBERCULOSIS  DI PUSKESMAS TOROH I KABUPATEN GROBOGAN Sutiyono; Ida Rahayu Kuriniawati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3 No 02 (2018): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tuberculosis paru kurang mendapatkan perhatian dini dari penderita atau tanpa disadari penyakit ini telah menjadi lanjut. Hal ini disebabkan pertumbuhan bibit penyakit dan perjalanan penyakit tuberculosis yang bersifat lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tuberculosis pada masyarakat terhadap kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis di PuskesmasToroh I Kabupaten Grobogan.   Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan Pre Test Post Test With Control Design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan didapatkan 30 responden yang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kuesioner kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis untuk mengukur kesadaran responden untuk melakukan deteksi dini penyakit tuberculosis. Kuesioner ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis datanya dengan bantuan computerized menggunakan uji Paired t test dengan taraf signifikansi 95%. Hasil: (1) Rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 7,40, sedangkan pada kelompok kontrol, nilai rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 7,33, (2) rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 7,33, sedangkan pada kelompok kontrol, nilai rata-rata kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis paru sebesar 8,67, (3) Ada perbedaan rata-rata pre dan post kelompok intervensi dengan nilai t hitung (9,255) > t tabel (2,144) dan nilai p value  (0,001) < α (0,05), (4) Ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai Z (4,745) dan nilai pv (0,000) < α 0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Paired t test disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tuberculosis pada masyarakat terhadap kesadaran deteksi dini penyakit tuberculosis di Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan.  
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN TEPID WATER SPONGE TERHADAP SUHU TUBUH BALITA DI RSUD dr. RADEN SOEDJATI PURWODADI Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit yang biasa terjadi pada balita disertai gejala awal berupa demam,adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), batuk disertai sesak nafas dan diare(Thompson, 2003, dalam Budi 2006). Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota PekanBaru (2009) didapatkan prevalensi beberapa penyakit secara umum memiliki gejala awaldengan demam pada usia 1-4 tahun. Penelitian ini untuk membandingkan pemberian kompreshangat dan tepid water spongeterhadap penurunan suhu tubuh balita yang mengalami demamdi Ruang Anggrek RSUD Raden Soedjati Purwodadi. Metode: Jenis penelitian ini quasy eksperiment dengan rancangan pre test and post testdengan tepid water sponge. Jumlah sampel adalah 12 responden dengan tehnik Asidentaldengan rencian 6 orang kompres hangat dan 6 orang sebagai kelompok tepid water sponge.Analisa datan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji normalitas danUji t dependen (paired t test). Hasil: penelitian tentang perbandingan pemberian kompres hangat dan tepid waterspongeterhadap penurunan suhu tubuh pada balita yang mengalami demam menunjukan nilai t hitung (31.623) > t table (5,547) dan nilai p value (0,00) > ((0,05) sehingga kesimpulan hipotesis diterima artinya ada perbedaan pemberian kompres hanagat dan tepid water spongeterhadap penurunan suhu tubuh balita yang mengalami demam di RSUD dr. Raden Soedjati
STRATEGI DETEKSI DINI DAN PENERAPAN ANALISIS SPASIAL TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN GROBOGAN Sutiyono; Christina Nur Widayati; Andri Triyono
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 02 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:. Gangguan jiwa masih menjadi masalah serius di Indonesia, hal inidikarenakan banyaknya kasus baru akibat kemajuan teknologi dan banyaknya bencana yangterjadi di Indonesia. di Kabupaten Grobogan pada tahun 2015, Kasus gangguan jiwa terjadi pada 649 orang. Dari angka tersebut 300 orang dialami oleh laki - laki dan 349 orangdialami oleh perempuan (Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, 2016). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deteksi dini dananalisis spasial dengan kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobogan dan Menerapkanstrategi dalam menanggulangi kejadian gangguan jiwa di Kabupaten Grobagan. Metode Penelitian : Metodelogi Penelitian dengan Kuantitatif Research dengan Jenispenelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional dan Kualitatif Research.Pengembilan sampel dengan dengan Proporsive Random Sampel. Analisa data dibagi 2 yaituanalisis bivariat menggunakan chi square, dan analisi multivariat. Hasil Penelitian : Terdapat pengaruh Analisis Spasial Terhadap Kejadian Gangguan Jiwa PValue 0,0001. Adanya Pengaruh Secara Bersama Sama Antara Deteksi Dan AnalisiSpasial Terhadap Kejadian Gangguan Jiwa Di Kabupaten Grobogan P Value =0,0001. Adanya sebaran lokasi sesuai dengan system analisis spasial yang ada. Lokasi paling banyak adalah daerah yang kurang produktif dan rawan bencana. Analisis yang dominandalam analisis SWOT adalah Adanya kekuatan yang ada dalam kesehatan jiwa darikebijakan kesehaan jiwa. Sedangkan kelemahan dari kesehatan jiwa adalah stigma yangmasih dominan pada orang- orang yang mengalami gangguan jiwa. Dari segi peluang terdapat kemauan dari keluarga untuk sembuh dan harapan adanya bantuan yang ada dalampengobatan. Dari aspek ancaman yang paling dominan adalah factor kebutuhan ekonomidan bencana. Kesimpulan: Terdapat pengaruh spasial terhadap kejadian gangguan jiwa dan adanyapengaruh yang secara bersama sama antara deteksi dan spasial terhadap kejadian gangguanjiwa di Kabupaten Grobogan.
PERBEDAAN PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DENGAN PENDEKATAN PSIKOEDUKASI KELUARGA DAN SOSIAL SKILL THERAPY Sutiyono; Niken Kusumawardani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 6 No 02 (2021): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang; Gangguan jiwa sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius di dunia. Menurut Depkes RI (2018) jumlah pasien gangguan jiwa diIndonesia sebanyak 7,0 per 1.000 penduduk indonesia. Angka ini lebih banyak dibandingkan pada tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk(Riskesdas, 2013). Tujuan penelitian yaitu membandingkan perbedaan asuhan keperawatan pada pasien isolasi sosial dengan pendekatan psikoedukasi keluarga dan social skill di Desa Rowobungkul Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Metodologi; Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus.Subjek penelitian yaitu 2 klien dengan masalah isolasi sosial di Desa Rowobunggul kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Hasil; Peneliti mengidentifikasi bahwa setelah melakukan tindakan psikoedukasi keluarga pada partisipan 1 dan melakukan social skill therapy pada partisipan 2.didapatkan hasil perbandingan penerapan asuhan keperawatan pada pasien isolasi sosial dengan pendekatan psikoedukasi keluarga dan social skil ltherapy. Pada partisipan 1 setelah 7 kali pertemuan pasien mampu melakukan interaksi secara bertahap dan keluarga mampu mempraktekan cara merawat pasien. Sedangkan pada partisipan 2 setelah 3 kali pertemuan klien mampu berinteraksi secara bertahap tetapi klien masih tampak kurang kooperatif, klien masih tampak malu. Kesimpulan; pada partisipan 1 yang diberikan terapi psikoedukasi keluarga mengalami peningkatan berinteraksi secara bertahap dengan diberikan dukungan oleh keluarga klien mampu berinteraksi dengan baik.Sedangkan pada partisipan 2 yang diberikan social skil ltherapy klien mampu berinteraksi secara bertahap tetapi klien masih tampak malu dan kurang kooteratif.  Files