Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revolusi Industri 4.0 dan Transformasi Rantai Nilai Industri Halal: Sebuah Tinjauan Sistematis terhadap Adopsi Teknologi Digital Aufa Rizka Azzumi; Alvin Noor Sahab Rizal
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jureksi.v4i2.3823

Abstract

Industri halal kini telah menjadi bagian penting dari ekonomi global, mencakup sektor seperti makanan, kosmetik, farmasi, keuangan syariah, pariwisata, dan logistik. Teknologi Revolusi Industri 4.0, seperti Internet of Things (IoT), Kecerdasan Buatan (AI), Blockchain, dan Big Data Analytics, mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keandalan dalam rantai nilai halal. Namun, masih sedikit penelitian yang benar-benar menggabungkan berbagai teknologi digital ini secara menyeluruh dalam industri halal. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 202 artikel dari Scopus, Web of Science, dan database ilmiah lainnya dianalisis melalui bibliometrik dan sintesis tematik. Hasilnya, Blockchain, AI, dan IoT adalah tiga teknologi yang paling sering digunakan di industri halal. Ketiganya membantu meningkatkan transparansi, keamanan, dan ketertelusuran produk, sehingga mendukung kebutuhan konsumen, kepatuhan regulasi, serta pengawasan pemerintah. Penerapan teknologi digital di industri halal masih menghadapi tantangan, seperti biaya investasi yang tinggi, kurangnya tenaga kerja ahli di bidang teknologi digital, dan sulitnya integrasi sistem, terutama untuk usaha kecil dan menengah. Sebagai kontribusi teori, penelitian ini menawarkan kerangka TOE-Syariah, yaitu pengembangan dari model Technology-Organization-Environment dengan tambahan dimensi kepatuhan syariah sebagai faktor utama dalam adopsi teknologi. Tinjauan ini juga menemukan beberapa kekurangan dalam penelitian sebelumnya, seperti fokus yang terlalu besar pada sektor pangan, dominasi penelitian di Asia Tenggara, integrasi teknologi digital yang belum optimal, dan kurangnya pembahasan tentang etika Islam serta prinsip desain teknologi dalam industri halal.
KEBUN GIZI SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI GUNA MENDUKUNG PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI DESA SUKOREJO Christy Purnama Sari; Muhamad Rasyid Prasetyo; Adini Arifati Akhkami Arifin; Galih Fajar Fadillah; Angga Eka Yuda Wibawa; Anni Nurul Hidayati; Alvin Noor Sahab Rizal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59244

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki postur tubuh lebih pendek dari standar usianya, tetapi juga berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan rendahnya produktivitas ketika dewasa. Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, termasuk salah satu wilayah pedesaan yang masih menghadapi permasalahan ini, meskipun memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Program kebun gizi diinisiasi sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, bersama tim pengabdian masyarakat. Tim pengabdian masyarakat menyediakan pangan bergizi melalui pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus meningkatkan kesadaran gizi masyarakat. Metode kegiatan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pendiseminasian. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat terlibat aktif dalam perawatan tanaman, terbentuk kebun gizi percontohan yang menghasilkan sayuran segar, serta adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Dengan demikian, kebun gizi dapat menjadi strategi efektif dan berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Dampak berkelanjutan secara positif apabila mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan posyandu setempat