Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki postur tubuh lebih pendek dari standar usianya, tetapi juga berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan rendahnya produktivitas ketika dewasa. Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, termasuk salah satu wilayah pedesaan yang masih menghadapi permasalahan ini, meskipun memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Program kebun gizi diinisiasi sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, bersama tim pengabdian masyarakat. Tim pengabdian masyarakat menyediakan pangan bergizi melalui pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus meningkatkan kesadaran gizi masyarakat. Metode kegiatan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pendiseminasian. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat terlibat aktif dalam perawatan tanaman, terbentuk kebun gizi percontohan yang menghasilkan sayuran segar, serta adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Dengan demikian, kebun gizi dapat menjadi strategi efektif dan berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Dampak berkelanjutan secara positif apabila mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan posyandu setempat
Copyrights © 2026