Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kepemilikan Manajerial Memoderasi Pengaruh Struktur Modal, Return On Assets , Pertumbuhan Penjualan Terhadap Nilai Perusahaan Diba , Audy Fiska Farah; Zulaecha, Hesty Erviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5073

Abstract

Nilai perusahaan merupakan ukuran krusial yang mencerminkan penilaian pasar terhadap kinerja perusahaan serta prospek keberlanjutannya di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal, Return on Assets (ROA), dan pertumbuhan penjualan terhadap nilai perusahaan dengan kepemilikan manajerial sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini berlandaskan teori sinyal dan teori keagenan yang menekankan peran informasi keuangan serta kepemilikan manajerial dalam memengaruhi keputusan investasi (Jensen dan Meckling, 1976; Sari, 2017). Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 15 perusahaan dengan total 75 observasi yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) setelah melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal, ROA, dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, kepemilikan manajerial terbukti mampu memoderasi pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, sejalan dengan temuan Dewi dan Abundanti (2019) serta Widayanti dan Yadnya (2020). Sebaliknya, kepemilikan manajerial tidak terbukti memoderasi pengaruh ROA maupun pertumbuhan penjualan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial lebih efektif dalam mengarahkan kebijakan pendanaan dibandingkan mendorong peningkatan profitabilitas atau pertumbuhan penjualan. Penelitian diharapkan memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur serta menjadi referensi bagi investor, manajemen, dan akademisi dalam pengambilan keputusan terkait peningkatan nilai perusahaan melalui tata kelola dan kebijakan keuangan jangka panjang yang berkelanjutan di Indonesia sektor manufaktur periode penelitian ini berlangsung.
Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Financial Distress, Dan Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi Leonita, Elsa Dwi; Zulaecha, Hesty Erviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, financial distress, dan leverage terhadap integritas laporan keuangan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Pemilihan sampel penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh 13 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian dengan total 52 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak e-views versi 12 guna memperoleh hasil estimasi yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, yang mengindikasikan bahwa keterlibatan manajemen dalam kepemilikan saham dapat meningkatkan kualitas serta keandalan informasi keuangan perusahaan. Sementara itu, financial distress dan leverage tidak menunjukkan pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mampu memperkuat pengaruh kepemilikan manajerial terhadap integritas laporan keuangan, namun tidak mampu memoderasi pengaruh financial distress dan leverage. Selain itu, hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Model penelitian ini mampu menjelaskan variasi integritas laporan keuangan sebesar 50%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian
Pengaruh Intensitas Modal, Growth Opportunity, Leverage Terhadap Prudance Accounting dengan Firm Size sebagai Variabel Moderasi Aliyah, Isma; Zulaecha, Hesty Erviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh intensitas modal, growth opportunity, dan leverage terhadap prudance accounting dengan firm size sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan objek perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2020–2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda serta uji interaksi moderasi. Hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa intensitas modal dan leverage berpengaruh signifikan terhadap prudance accounting. Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur aset dan tingkat penggunaan utang mendorong perusahaan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaporan keuangan guna meminimalkan risiko dan asimetri informasi. Sebaliknya, growth opportunity tidak terbukti berpengaruh terhadap prudance accounting, yang menunjukkan bahwa peluang pertumbuhan perusahaan belum menjadi pertimbangan utama dalam penerapan kebijakan akuntansi konservatif. Lebih lanjut, hasil uji moderasi mengungkapkan bahwa firm size mampu memperkuat hubungan antara intensitas modal dan leverage terhadap prudance accounting. Namun demikian, firm size tidak mampu memoderasi pengaruh growth opportunity terhadap prudance accounting. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur akuntansi keuangan, khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi penerapan prinsip kehati-hatian pada perusahaan sektor basic materials di Indonesia, serta menjadi referensi bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan.
Kebijakan Dividen Memoderasi Pengaruh Arus Kas operasi, Pertumbuhan Penjualan dan Kepemilikan Institusional Terhadap Harga Saham Putri, Wiwid Sukma; Zulaecha, Hesty Erviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari arus kas operasi dari kegiatan operasional, pertumbuhan penjualan, serta kepemilikan institusional terhadap harga saham dengan kebijakan dividen berfungsi sebagai variabel moderasi. Metodologi yang diterapkan dalam kajian ini bersifat kuantitatif, dengan fokus pada perusahaan yang tergolong dalam sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Sumber data penelitian ini diperoleh dari laporan tahunan (annual report) dan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan secara resmi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel ditambah dengan analisis Moderasi untuk mengevauasi kontribusi kebijakan dividen dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel – variabel independent dan nilai saham. Temuan penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasionalnya berpengaruh signifikan terhadap harga saham, yang mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari aktivitas melalui operasionalnya menjadi aspek krusial bagi para investor. Adapun mengenai, pertumbuhan penjualan dan kepemilikan institusional tidak terlihat adanya pengaruh signifikan terhadap harga saham. Selain itu, dari analisis moderasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh arus kas operasi, pertumbuhan penjualan, maupun kepemilikan institusional terhadap harga saham. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan literatur di bidang keuangan serta menjadi bahan pertimbangan bagi investor dan manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi dan kebijakan keuangan, khususnya pada sektor consumer non-cyclicals di Indonesia
Pengaruh Likuiditas, Sales Growth, Prudance dan Managerial Enterchment terhadap Earning Quality Ritonga, Siti Aisyah; Zulaecha, Hesty Erviani; Hakim, Mohamad Zulman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh likuiditas, sales growth, prudence, dan managerial entrenchment terhadap earnings quality pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 14 perusahaan dengan total 70 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews versi 12, serta melalui tahapan pemilihan model dan pengujian asumsi klasik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa likuiditas dan prudence berpengaruh signifikan terhadap earnings quality, sedangkan sales growth dan managerial entrenchment yang diproksikan dengan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap earnings quality. Secara simultan, keempat variabel independen terbukti berpengaruh terhadap earnings quality. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek serta penerapan prinsip kehati-hatian akuntansi berperan penting dalam meningkatkan keandalan laba yang dilaporkan. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan dan mekanisme pengawasan melalui kepemilikan institusional belum tentu mencerminkan kualitas laba perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur akuntansi keuangan serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dan investor dalam menilai kualitas laba perusahaan.
Reaksi Investor terhadap Keberlanjutan: Emisi Karbon, Intellectual Capital, Kinerja Keuangan, Kinerja Lingkungan Arrahmah, Hijrah Fitrah; Zulaecha, Hesty Erviani; Rachmania, Dewi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan emisi karbon, intellectual capital, kinerja keuangan, dan kinerja lingkungan terhadap reaksi investor pada perusahaan sektor Consumer Non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024, sebagai upaya memahami faktor keuangan dan non-keuangan yang dipertimbangkan investor dalam pengambilan keputusan investasi. Sampel penelitian terdiri dari 15 perusahaan dengan total 60 data panel, menggunakan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Reaksi investor diukur menggunakan Trading Volume Activity (TVA) sebagai indikator. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan regresi linier berganda dan uji t melalui EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kinerja lingkungan yang berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor, sedangkan pengungkapan emisi karbon, intellectual capital, dan kinerja keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa investor lebih responsif terhadap kinerja lingkungan perusahaan dibandingkan faktor lainnya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja lingkungan secara nyata dan transparan sebagai strategi menarik perhatian investor, serta sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan yang semakin menjadi perhatian pasar modal.  Selain itu, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dengan memperluas sektor, periode, atau menambahkan variabel lain, seperti tata kelola perusahaan atau risiko keberlanjutan, serta menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang motivasi dan persepsi investor dalam merespon informasi keberlanjutan yang disampaikan perusahaan.
Pengaruh Enterprise Risk Management, Profitabilitas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi Permatasari, Septia; Zulaecha, Hesty Erviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Enterprise Risk Management (ERM), profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan auditan yang dipublikasikan oleh perusahaan.Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 25 perusahaan transportasi dan logistik yang diamati selama empat tahun. Nilai perusahaan diukur menggunakan rasio Tobin’s Q, ERM diproksikan dengan indeks pengungkapan ERM, profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural total aset, sedangkan GCG diukur menggunakan skor tata kelola perusahaan.Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ERM, profitabilitas, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, Good Corporate Governance terbukti mampu memperkuat hubungan antara ERM, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan manajemen risiko yang efektif, kinerja keuangan yang baik, serta ukuran perusahaan yang besar, apabila didukung oleh tata kelola perusahaan yang baik, dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong peningkatan nilai perusahaan.Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai pentingnya integrasi antara manajemen risiko dan mekanisme tata kelola perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan, khususnya pada sektor transportasi dan logistik.