Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan dan Penggunaan Instrumen Pengukuran untuk Meningkatkan Kompetensi Pengujian dan Pemeriksanaan Instalasi Listrik pada Siswa SMK Neg. 4 Kabupaten Gowa Mayasari, Fitriyanti; Samman, Faizal Arya; Suyuti, Ansar; Akil, Yusri Syam; ., Dewiani; Salam, A. Ejah Umraeni; Gunadin, Indar Chaerah; Anshar, Muh; Said, Sri Mawar; ., Yusran
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Let us Collaborate for Community Issues
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v6i2.417

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu penggerak perekonomian, sehingga perkembangan SDM senantiasa dibutuhkan, khususnya peningkatan SDM sejak dini dari tingkat siswa/pelajar. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sejak awal telah memilih bidang keahlian/keilmuan akan dihadapkan oleh Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan kualifikasi kompetensi sesuai jenis pekerjaan pada bidang keilmuannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Departemen Teknik Elektro, FT Unhas bertujuan untuk memberikan pengenalan dan pemahaman terkait penggunaan instrumen pengukuran untuk mempersiapkan siswa SMK dalam menghadapi UKK dan meningkatkan kualifikasi kompetensi bidang ketenagalistrikan, khususnya pengujian dan pemeriksaan instalasi listrik. Hal ini merupakan solusi atas permasalahan yang terjadi pada mitra pengabdian, yaitu SMK Neg. 4 Gowa, dengan keterbatasan instrumen pengukuran. Bentuk kegiatan PkM adalah pelatihan penggunaan instrumen alat ukur tahanan isolasi, tahanan pembumian, Total Harmonic Distortion (THD) dan besaran listrik lainnya, seperti arus, tegangan dan daya. Hasil analisis kuantitatif pengukuran pre-test (sebelum pelatihan) dan post-test (setelah pelatihan) diperoleh kenaikan tingkat pemahaman siswa terkait instrumen pengukuran berkisar 63 – 91% dari cukup paham hingga paham terhadap terhadap topik ini dibandingkan dengan kondisi sebelum pelatihan. Parameter pengukuran tahanan isolasi memiliki kenaikan yang cukup signifikan, karena sebelum kegiatan dilakukan, 100% siswa tidak memahami parameter ini, namun setelah dilakukan pelatihan, terjadi peningkatan 65% siswa cukup paham dan 4% siswa paham. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini telah mencapai sasaran yang telah diharapkan oleh tim
Socialization of the Application of Internet of Things (IoT) Technology for Temperature and Humidity Control in Oyster Mushroom Cultivation for Women Farmers Groups at the Takalar Mushroom House Salam, Andi Ejah Umraeni; Subir, Ade Nur Fatimah; Suyuti, Ansar; Manjang, Salama; ., Yusran; Akil, Yusri Syam; Said, Sri Mawar; Kitta, Ikhlas; A, Hasniaty; Arief, Ardiaty; Dewi, Dianti Utami; B, Ian Adrian
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2025): Collaboration for Accelerated Community Achievement
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i2.631

Abstract

This community service activity was conducted by the Department of Electrical Engineering, Hasanuddin University, in collaboration with the Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) Rumah Jamur Takalar in Takalar Regency. The program was initiated to address low efficiency and unstable temperature and humidity conditions in oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) cultivation houses, which were previously managed manually. The main objective was to improve the knowledge and technical skills of mushroom farmers in understanding and applying Internet of Things (IoT) technology for automatic environmental monitoring and control. The activity was grounded in the concept of IoT-based smart farming, integrating temperature and humidity sensors, a microcontroller, and the Blynk application for real-time environmental supervision. The implementation stages included device design, system socialization and demonstration, and evaluation through pre- and post-activity questionnaires. A total of 15 KWT participants and 4 vocational students were actively involved in the training sessions. The results showed a significant enhancement in participants’ understanding, with the average knowledge score increasing from 2.0 (low awareness) to 4.0 (good understanding), indicating a 100% improvement after training. Participants also demonstrated high enthusiasm during the activities, actively engaging in discussions, operating the Blynk application, and recognizing the advantages of automated systems in maintaining stable temperature and humidity levels in mushroom cultivation houses. The impact of this program was reflected not only in improved knowledge but also in greater awareness and interest among participants in adopting IoT technology for their farming practices. Overall, the activity effectively introduced simple yet relevant technological innovations for small-scale farmers.