Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi lingkungan membentuk konstruksi makna limbah galon plastik sekali pakai melalui praktik urban farming berbasis masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumber, Kabupaten Cirebon, Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi selama tahapan pelatihan, pendampingan, implementasi, dan refleksi. Data dianalisis secara tematik menggunakan perspektif komunikasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah galon plastik sekali pakai dari sekadar sampah menjadi media tanam yang produktif. Melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik bersama, peserta memperoleh pengetahuan baru serta mengadopsi praktik urban farming dengan memanfaatkan galon plastik bekas sebagai media budidaya cabai. Proses tersebut tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah plastik, tetapi juga mendukung ketahanan pangan rumah tangga melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan yang terbatas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan berfungsi sebagai proses partisipatif yang membangun kesadaran lingkungan, mendorong tindakan kolektif, dan menghasilkan perubahan perilaku masyarakat menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi lingkungan dengan menegaskan peran komunikasi partisipatif dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga di kawasan perkotaan.