Irwan Irwan
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH DIGITALISASI MARKETING DAN DIGITAL PAYMENT TERHADAP KINERJA PENJUALAN UMKM DI KOTA PAREPARE Putri Syafiqa; Irwan Irwan; Sariana Damis; Darmawan Darmawan
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v7i1.4310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Marketing dan Digital Payment terhadap Kinerja Penjualan UMKM di Kecamatan Soreang, Kota Parepare, baik secara parsial maupun simultan. Di tengah pesatnya transformasi digital, kedua variabel tersebut telah menjadi instrumen strategis yang menentukan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dari 170 responden pelaku UMKM yang telah mengadopsi pemasaran dan pembayaran digital. Teknik analisis mencakup uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Digital Marketing berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Penjualan (t = 9,051; sig. = 0,000; β = 0,604); (2) Digital Payment berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Penjualan (t = 3,898; sig. = 0,000; β = 0,287); dan (3) secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Penjualan (F = 83,451; sig. = 0,000) dengan kontribusi determinasi sebesar 50,0% (R² = 0,500). Temuan ini membuktikan bahwa integrasi strategi digital marketing dan sistem digital payment secara terpadu mampu meningkatkan efektivitas penjualan dan memperkuat daya saing UMKM. Secara praktis, penelitian ini berkontribusi sebagai dasar kebijakan pengembangan ekosistem digital bagi pelaku UMKM dan pemangku kepentingan di Kota Parepare.
INTENSITAS PARTISIPASI DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PADA UMKM DI KOTA PAREPARE Irwan Irwan; Sariana Damis; Sadli M. Nur; Muhammad Aidin; NurAsnita; Riswan Riswan
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v7i1.4288

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, namun pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM masih menjadi tantangan, khususnya pada konteks pembelajaran nonformal berbasis praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran intensitas partisipasi pelaku UMKM dalam event lokal terhadap pengembangan kompetensi SDM di Kota Parepare. Peran intensitas partisipasi pelaku UMKM dalam event lokal tercermin dari seberapa sering dan seberapa aktif pelaku usaha terlibat dalam berbagai kegiatan pasar, bazar, dan festival lokal yang pada akhirnya membentuk proses pembelajaran kontekstual yang mendorong peningkatan kompetensi secara bertahap. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap delapan pelaku UMKM yang aktif mengikuti event lokal, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa event lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemasaran, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nonformal berbasis pengalaman (learning by doing) yang mendorong pengembangan kompetensi komunikasi dan pelayanan, pengelolaan produk, adaptasi pasar, serta praktik manajerial dasar. Intensitas partisipasi dalam event lokal terbukti memengaruhi kedalaman dan keluasan kompetensi yang berkembang, di mana pelaku UMKM dengan tingkat partisipasi yang lebih tinggi menunjukkan perkembangan kompetensi yang lebih komprehensif. Temuan ini menegaskan peran strategis event lokal sebagai bagian dari ekosistem pengembangan SDM UMKM dan memberikan implikasi bagi perancangan event yang berorientasi pada penguatan kapasitas pelaku usaha secara berkelanjutan.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GLAD2GLOW DIMODERASI FOMO PADA GENERASI Z DI KOTA PAREPARE Nathalia Puput Effendy; Irwan Irwan; Rusmin Nuryadin
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v7i1.4321

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola konsumsi Generasi Z yang kini lebih responsif terhadap konten digital dalam mengambil keputusan pembelian, khususnya pada produk kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian produk Glad2Glow pada Generasi Z di Kota Parepare, serta menguji peran Fear of Missing Out (FOMO) sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research digunakan dalam penelitian ini. Populasi adalah Generasi Z yang berdomisili di Kota Parepare, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear, serta Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 6,644; sig. = 0,000). FOMO terbukti memperkuat pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian (β = 1,316; sig. = 0,000). Nilai R Square sebesar 0,930 menunjukkan bahwa 93,0% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang efektif perlu mempertimbangkan intensitas penggunaan media sosial dan aspek psikologis seperti FOMO dalam mempengaruhi perilaku konsumen Generasi Z.
PENGARUH SELF EFFICACY DAN PERILAKU KERJA INOVATIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KEJAKSAAN NEGERI KOTA PAREPARE Riskawati Riskawati; Irwan Irwan; Fitriani Fitriani
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v7i1.4328

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penentu keberhasilan organisasi publik, termasuk lembaga penegakan hukum seperti Kejaksaan Negeri Parepare. Dua faktor internal yang diyakini berpengaruh kuat terhadap kinerja adalah self efficacy (keyakinan diri dalam menyelesaikan tugas) dan perilaku kerja inovatif (kemampuan menciptakan dan mengimplementasikan ide baru dalam pekerjaan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self efficacy dan perilaku kerja inovatif terhadap kinerja pegawai di Kejaksaan Negeri Parepare, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Parepare yang berjumlah 50 orang dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan Pearson Correlation dan Cronbach's Alpha. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) self efficacy secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (tₕᴵᵀᵘᵘᵘᵗ = 3,619; Sig. = 0,001); (2) perilaku kerja inovatif secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (tₕᴵᵀᵘᵘᵘᵗ = 4,891; Sig. = 0,000); dan (3) secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Fₕᴵᵀᵘᵘᵘᵗ = 35,166; Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 59,9% (Adjusted R² = 0,582). Temuan ini menegaskan bahwa penguatan self efficacy dan budaya kerja inovatif secara bersama-sama merupakan strategi kunci dalam meningkatkan kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Parepare.