Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Integration of Blockchain and Digital Forensics for Data Transparency and Verification : A Systematic Literature Review Nurhayati, Sri; Effendi, Diana; Fergina, Anggun; Afrianto, Irawan; Rijanto, Estiko; Sumitra, Irfan Dwiguna
International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering (INJIISCOM) Vol. 6 No. 2 (2025): INJIISCOM: VOLUME 6, ISSUE 2, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data integrity and transparency are currently critical. Various challenges in digital forensics arise due to the prevalence of evidence manipulation and digital engineering that can compromise the validity of legal investigations. This study seeks to undertake a systematic review of the possible application of blockchain technology as a solution rate in ensuring the authenticity and verification of digital data. Using the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines. Therefore, this study selected and analyzed 156 relevant articles. In Scopus databases and published between 2018 and 2025. The results of the analysis show a significant increase in publications since 2020, with the identification of five main research clusters including integration of Artificial Intelligence (AI) and cybersecurity. Key findings confirm that blockchain it effectively acts as a layer of trust in creating an immutable and transparent chain of custody. The study by it concludes that blockchain integration provides a strong foundation for the development of more accountable, secure, and reliable digital forensic systems in the future
Strategi Komunikasi Pemasaran Wondr Multicurrency PT Bank Negara Indonesia Cabang Cianjur Agustin, Nada Delia; Soegoto, Eddy Soeryanto; Wahdiniwaty, Rahma; Sumitra, Irfan Dwiguna; Bachtiar, Adam Mukharil
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4462

Abstract

Perkembangan inovasi layanan digital di sektor perbankan mendorong adanya strategi komunikasi pemasaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan nasabah. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan fitur Wondr Multicurrency sebagai layanan transaksi global yang memungkinkan nasabah bertransaksi menggunakan berbagai mata uang secara praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan BNI Cabang Cianjur dalam memperkenalkan dan mengoptimalkan penggunaan Wondr Multicurrency kepada nasabah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran dilakukan melalui penguatan media sosial, khususnya Instagram @BNI46 dan @Cabang.Cianjur, yang berfungsi sebagai kanal penyebaran informasi, edukasi fitur, serta pembangunan citra digital. Di samping itu, komunikasi langsung melalui customer service dan relationship manager turut berperan dalam memberikan pemahaman mendalam kepada nasabah yang membutuhkan penjelasan tatap muka. Kombinasi kedua strategi ini terbukti efektif meningkatkan awareness, minat, serta tingkat adopsi awal fitur Wondr Multicurrency. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pemasaran digital dan konvensional sebagai bentuk komunikasi yang komprehensif dalam mendukung keberhasilan pengenalan produk perbankan digital, sekaligus memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kepercayaan nasabah terhadap inovasi berbasis teknologi yang terus berkembang secara signifikan dalam industri perbankan modern.
Artificial Intelligence Governance Audit for Public Information Disclosure (AI Government Audit) Sutardjo, Ramdan Prawira; Sumitra, Irfan Dwiguna
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 11 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19007

Abstract

Abstract— Background: The use of artificial intelligence (AI) in public services accelerates decision-making but also poses ethical risks, bias, and a loss of accountability. This article proposes an AI Government Audit Framework developed using a Design Science Research (DSR) approach. The methodology includes problem identification, artifact design and development, demonstration, and evaluation using conceptual case studies and cross-checking of policy documents. The results indicate that an audit framework combining documentation review, external (adversarial/black-box) testing, and policy compliance assessment can improve transparency and mitigate risks in public AI systems. Recommendations focus on strengthening internal/external audit capabilities, model documentation standards, and regulations for audit disclosure.
Perancangan Artefak Audit AI Berbasis NIST AI RMF dan UU PDP Arifin, Faisal Hanif; Sumitra, Irfan Dwiguna
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 11 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang artefak Kertas Kerja Audit (Audit Working Paper) yang mengintegrasikan fungsi teknis NIST Artificial Intelligence Risk Management Framework (AI RMF) 1.0 dengan pasal-pasal krusial dalam UU PDP. Hal tersebut dikarenakan adanya kesenjangan operasional yang signifikan antara regulasi tingkat tinggi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dengan tuntutan eksekusi teknis audit tata kelola Artificial Intelligence (AI) di lapangan. Ketiadaan instrumen audit yang terstandar menyulitkan auditor internal dalam memverifikasi kepatuhan sistem AI secara sistematis, sehingga meningkatkan risiko sanksi hukum bagi organisasi.  Mengadopsi pendekatan Design Science Research (DSR), penelitian ini melakukan pemetaan regulasi (Regulatory Mapping) dan mengevaluasi artefak menggunakan metode simulasi skenario pada perusahaan rintisan teknologi finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dirancang efektif dalam mengidentifikasi kesenjangan kepatuhan (compliance gap), khususnya dalam mendeteksi ketiadaan Data Protection Impact Assessment (DPIA) dan belum adanya formalisasi peran Data Protection Officer (DPO). Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara hukum positif dan kerangka kerja teknis mampu mendukung pergeseran dari prinsip etika AI yang umum menuju praktik tata kelola yang operasional dan terukur.