Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hambatan Inovasi Pendidikan di Indonesia: Analisis Kasus pada Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Teknologi, dan Aspek Budaya Organisasi Ricky Kana Darmawan; Siti Hamidah; Aprizon Dika Putra; Retno Wahyu Ningsih; Muhammad Ali Basroh
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5205

Abstract

Inovasi pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing sumber daya manusia di era digital. Namun, implementasi inovasi pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan yang berasal dari aspek sumber daya manusia, teknologi, dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai hambatan inovasi pendidikan di Indonesia berdasarkan kajian literatur dari tahun 2020–2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, DOAJ, ERIC, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan pada aspek sumber daya manusia meliputi rendahnya literasi digital pendidik, keterbatasan kompetensi inovatif, dan kurangnya pelatihan berkelanjutan. Pada aspek teknologi, hambatan utama berupa kesenjangan infrastruktur digital, keterbatasan akses internet, dan rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran. Sementara itu, pada aspek budaya organisasi ditemukan adanya resistensi terhadap perubahan, lemahnya kepemimpinan inovatif, serta budaya kerja yang belum mendukung kolaborasi dan kreativitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kompetensi SDM, pemerataan teknologi pendidikan, serta pengembangan budaya organisasi yang adaptif untuk mendukung keberhasilan inovasi pendidikan di Indonesia. Penelitian mendatang dapat mengembangkan model konseptual yang menjelaskan bagaimana kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia berinteraksi dengan ketersediaan teknologi serta budaya organisasi dalam menentukan keberhasilan implementasi inovasi pendidikan. Hal ini penting karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kompetensi manusia, dukungan manajemen, serta budaya organisasi yang mendukung perubahan. Secara keseluruhan, penelitian masa depan sebaiknya bergerak dari sekadar mengidentifikasi “apa saja hambatan inovasi pendidikan” menuju kajian yang lebih mendalam mengenai “bagaimana hambatan tersebut dapat diatasi dan bagaimana inovasi dapat dipertahankan secara berkelanjutan.” Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga menghasilkan model intervensi dan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik sekolah dan konteks daerah di Indonesia.
Transformasi Digital Pendidikan dan Tantangannya terhadap Profesionalisme Guru Siti Hamidah; Ricky Kana Darmawan; Mardalena Mardalena; Iwan Kurniawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4679

Abstract

Transformasi digital pendidikan menjadi fenomena penting dalam perkembangan pendidikan abad ke-21. Integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran menuntut guru untuk memiliki kompetensi profesional yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital pendidikan dan tantangannya terhadap profesionalisme guru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, prosiding seminar, tesis, dan skripsi terbitan tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak positif terhadap inovasi pembelajaran, akses informasi, dan efektivitas komunikasi pendidikan. Namun, tantangan yang dihadapi guru meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan sarana prasarana, resistensi terhadap perubahan, serta kesenjangan teknologi antarwilayah. Profesionalisme guru di era digital membutuhkan penguatan kompetensi pedagogik digital, kreativitas pembelajaran, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan pemerintah, dan pengembangan budaya digital di lingkungan pendidikan agar transformasi digital dapat berjalan optimal.