Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

From Knowledge to Character: Implementing the Axiological Values of Science in Student Character Formation Dismawati; Muhammad Futaki Izhar; Nursalimah; Aprizon Dika Putra; Riska Meisyi Putri; Anggia Pratiwi; Efa Eriyani
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i3.2399

Abstract

Education plays a vital role in developing students’ academic competencies and character in response to contemporary social and technological challenges. This study aimed to examine the implementation of the axiological values of science in learning and explore their contribution to student character formation. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observations and in-depth interviews involving school leaders, teachers, students, and parents, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that axiological values are integrated into the educational process through classroom learning, habitual practices, teacher role modeling, and a values-oriented school culture. These practices contribute significantly to the development of students’ honesty, responsibility, discipline, cooperation, social awareness, and religiosity. The study also identifies several supporting factors, including teacher commitment, leadership support, a positive school culture, and parental involvement, while differences in family backgrounds and the influence of digital technology emerge as key challenges. The findings imply that integrating the axiological values of science into learning can serve as an effective strategy for fostering sustainable character development and promoting the ethical application of knowledge in students’ daily lives.
Navigating Public Relations Ethics in Educational Communication: A Qualitative Case Study of Information Services Hidayatul Fadliah; Siti Hamidah; Robby Hidayat; Aprizon Dika Putra; Riska Meisyi Putri; Mardalena Mardalena; Anggia Pratiwi
International Journal of Instructional Technology Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid Probolinggo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijit.v5i1.16605

Abstract

This study aims to analyze the implementation of public relations ethics in managing information services and institutional communication within an educational institution using Talcott Parsons’ AGIL functionalism paradigm as the analytical framework. The research employed a qualitative case study approach to obtain an in-depth understanding of ethical communication practices in a real-world educational context. Data were collected through direct observations, semi-structured interviews, and document analysis and were analyzed using an interactive model involving data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The credibility of the findings was ensured through source triangulation, technique triangulation, and crystallization. The findings reveal that public relations ethics are implemented through transparency, integrity, politeness, and accountability in information services, contributing to stronger stakeholder trust and more effective institutional communication. Nevertheless, the study also identifies challenges, including limited digital communication competence, insufficient collaboration with external stakeholders, and the absence of formal ethical guidelines for digital communication. These findings imply that educational institutions should develop comprehensive ethical communication frameworks to strengthen organizational integration, improve stakeholder engagement, and sustain public trust amid ongoing digital transformation.
Hambatan Inovasi Pendidikan di Indonesia: Analisis Kasus pada Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Teknologi, dan Aspek Budaya Organisasi Ricky Kana Darmawan; Siti Hamidah; Aprizon Dika Putra; Retno Wahyu Ningsih; Muhammad Ali Basroh
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5205

Abstract

Inovasi pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing sumber daya manusia di era digital. Namun, implementasi inovasi pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan yang berasal dari aspek sumber daya manusia, teknologi, dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai hambatan inovasi pendidikan di Indonesia berdasarkan kajian literatur dari tahun 2020–2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, DOAJ, ERIC, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan pada aspek sumber daya manusia meliputi rendahnya literasi digital pendidik, keterbatasan kompetensi inovatif, dan kurangnya pelatihan berkelanjutan. Pada aspek teknologi, hambatan utama berupa kesenjangan infrastruktur digital, keterbatasan akses internet, dan rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran. Sementara itu, pada aspek budaya organisasi ditemukan adanya resistensi terhadap perubahan, lemahnya kepemimpinan inovatif, serta budaya kerja yang belum mendukung kolaborasi dan kreativitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kompetensi SDM, pemerataan teknologi pendidikan, serta pengembangan budaya organisasi yang adaptif untuk mendukung keberhasilan inovasi pendidikan di Indonesia. Penelitian mendatang dapat mengembangkan model konseptual yang menjelaskan bagaimana kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia berinteraksi dengan ketersediaan teknologi serta budaya organisasi dalam menentukan keberhasilan implementasi inovasi pendidikan. Hal ini penting karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kompetensi manusia, dukungan manajemen, serta budaya organisasi yang mendukung perubahan. Secara keseluruhan, penelitian masa depan sebaiknya bergerak dari sekadar mengidentifikasi “apa saja hambatan inovasi pendidikan” menuju kajian yang lebih mendalam mengenai “bagaimana hambatan tersebut dapat diatasi dan bagaimana inovasi dapat dipertahankan secara berkelanjutan.” Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga menghasilkan model intervensi dan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik sekolah dan konteks daerah di Indonesia.