Yayat Rahmat Hidayat
Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh DPK, Pembiayaan Mikro Syariah dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Raisya Alipya 10010322037; Udin Saripudin; Yayat Rahmat Hidayat
Bandung Conference Series: Syaria Banking Vol. 5 No. 2 (2026): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Islamic microfinance institutions, particularly Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), theoretically serve an intermediary function that should accelerate national economic growth. However, although third-party funds (DPK) and financing distributed by BPRS in Indonesia grew consistently from 2015 to 2024, this growth has not always been followed by a corresponding contribution to national economic growth. This study analyzes the short-run and long-run relationship between DPK, BPRS financing, inflation, and Indonesia's economic growth (GDP), using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) approach on quarterly secondary data from 2015 to 2024, sourced from the Financial Services Authority (OJK), Bank Indonesia, and Statistics Indonesia (BPS). The bounds testing results confirm the existence of a long-run relationship among the variables (F-statistic = 5.34). In the short run, DPK at the second lag and BPRS financing at the third lag significantly affect GDP, while in the long run none of the independent variables show a significant partial effect, although the error correction term is negative and significant, indicating a rapid adjustment mechanism toward equilibrium. These findings are interpreted through Financial Intermediation Theory and Endogenous Growth Theory, suggesting that the intermediation function of BPRS is directionally consistent with theory but has not yet reached a scale sufficient to produce a statistically significant macroeconomic impact. Abstrak. Lembaga keuangan mikro syariah, khususnya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), secara teoritis berperan sebagai lembaga intermediasi yang seharusnya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, meskipun Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan yang disalurkan BPRS di Indonesia terus tumbuh secara konsisten selama 2015-2024, peningkatan tersebut tidak selalu diikuti oleh kontribusi yang sepadan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara DPK, pembiayaan BPRS, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB), menggunakan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) pada data sekunder kuartalan periode 2015-2024, bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil uji kointegrasi bounds test mengonfirmasi adanya hubungan jangka panjang antar variabel (F-statistic = 5,34). Dalam jangka pendek, DPK pada lag kedua dan pembiayaan BPRS pada lag ketiga berpengaruh signifikan terhadap PDB, sementara dalam jangka panjang tidak ada satu pun variabel independen yang berpengaruh signifikan secara parsial, meskipun error correction term bernilai negatif dan signifikan, menunjukkan mekanisme penyesuaian yang berlangsung cepat menuju keseimbangan. Temuan ini diinterpretasikan melalui Teori Intermediasi Keuangan dan Teori Pertumbuhan Endogen, yang menunjukkan bahwa fungsi intermediasi BPRS secara arah sudah konsisten dengan teori, namun belum mencapai skala yang cukup untuk menghasilkan dampak makroekonomi yang signifikan secara statistik.
Pengaruh Akses Informasi dan Pendidikan terhadap Literasi Keuangan Syariah Perempuan Kertamukti Febby Andriani Saputri Rahman; Zaini Abdul Malik; Yayat Rahmat Hidayat
Bandung Conference Series: Syaria Banking 55-64
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v5i1.23228

Abstract

Abstract. Sharia financial literacy is an important aspect in family financial management, especially for housewives who act as household financial managers. The level of Sharia financial literacy in the community is influenced by various factors, including access to information and education level. This study aims to analyze the influence of access to information and education level on the Sharia financial literacy of housewives in Kertamukti Village, Cipatat District, West Bandung Regency. This study used a quantitative method with multiple linear regression analysis. Data were collected through questionnaires distributed to housewives as research respondents, while data processing used SPSS software version 25. The results showed that access to information and education level simultaneously had a significant effect on Sharia financial literacy by 89.1%, while 10.9% was influenced by other variables outside the study. Partially, access to information had a negative effect on Sharia financial literacy, while education level had a positive effect. These findings demonstrate the negative impact of information access on financial literacy, contrary to theory. This suggests that increased access to information does not always translate into increased Sharia financial literacy, which is influenced by respondents' low education levels, limited ability to understand financial information, and the dominance of irrelevant digital information. These conditions result in information received not being processed optimally, resulting in a low understanding of Sharia financial concepts. Abstrak. Literasi keuangan syariah merupakan aspek penting dalam pengelolaan keuangan keluarga, khususnya bagi ibu rumah tangga yang berperan sebagai pengelola keuangan rumah tangga. Tingkat literasi keuangan syariah di masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya akses informasi dan tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses informasi dan tingkat pendidikan terhadap literasi keuangan syariah ibu rumah tangga di Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode analisis regeresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada ibu rumah tangga sebagai responden penelitian, sedangkan pengolahan data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses informasi dan tingkat pendidikan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan syariah sebesar 89,1%, sedangkan 10,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Secara parsial, akses informasi berpengaruh negatif terhadap literasi keuangan syariah, sedangkan tingkat pendidikan berpengaruh positif. Temuan ini menunjukan adanya pengaruh negatif akses informasi terhadap literasi keuangan tidak sesuai dengan teori, mengindikasikan bahwa tingginya akses informasi tidak selalu diikuti oleh peningkatan literasi keuangan syariah, yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan responden, keterbatasan kemampuan dalam memahami informasi keuangan, serta dominasi informasi digital yang tidak relevan. Kondisi tersebut menyebabkan informasi yang diterima tidak terolah secara optimal sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman terhadap konsep keuangan syariah.
Kesadaran, Pengetahuan, dan Motivasi terhadap Keputusan Menggunakan Layanan Keuangan Syariah Khoerunnisa Nuraisyah Jamilah; Yayat Rahmat Hidayat; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Syaria Banking 181-190
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v5i2.25170

Abstract

Abstract. The shift toward Islamic financial behavior among Muslim youth is often assumed to be driven mainly by religious awareness. This study examines the effect of religious awareness, Islamic financial knowledge, and religious-economic motivation on the decision to use Islamic financial services among alumni of Darul Arqam Muhammadiyah Garut, class of 2022. Using a quantitative survey method, data were collected from 122 respondents (Slovin formula, 5% margin of error, population of 175) through a Likert-scale questionnaire, then analyzed using multiple linear regression. The results show that Islamic financial knowledge (β = 0.522) and religious-economic motivation (β = 0.361) have a significant positive effect on the decision, while religious awareness has a significant negative effect (β = −0.147, p = 0.021). Simultaneously, the three variables significantly affect the decision (F = 25.015, p < 0.001) and explain 38.9% of its variance (R² = 0.389). The negative effect of religious awareness suggests that highly religious respondents tend to critically evaluate the sharia compliance of financial products rather than adopt them uncritically. These findings imply that religiosity alone is insufficient to drive Islamic financial inclusion without adequate financial literacy. Abstrak. Pergeseran perilaku keuangan generasi muda Muslim ke arah layanan keuangan syariah kerap diasumsikan semata didorong oleh kesadaran religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesadaran religius, pengetahuan keuangan syariah, dan motivasi keagamaan dan ekonomi terhadap keputusan menggunakan layanan keuangan syariah pada alumni Darul Arqam Muhammadiyah Garut angkatan 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan dari 122 responden (rumus Slovin, margin of error 5%, populasi 175 orang) melalui kuesioner skala Likert, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan syariah (β = 0,522) dan motivasi keagamaan dan ekonomi (β = 0,361) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, sedangkan kesadaran religius justru berpengaruh negatif dan signifikan (β = -0,147, p = 0,021). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan (F = 25,015, p < 0,001) dan mampu menjelaskan 38,9% variasinya (R² = 0,389). Pengaruh negatif kesadaran religius mengindikasikan bahwa responden dengan kesadaran religius tinggi justru bersikap kritis terhadap kesesuaian syariah produk keuangan, bukan menerimanya begitu saja. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas semata tidak cukup untuk mendorong inklusi keuangan syariah tanpa disertai literasi keuangan yang memadai.
Pengaruh Pembiayaan Syariah terhadap Profitabilitas PT Bank Victoria Syariah Periode 2020–2025 Siti Nurchalisha; Yayat Rahmat Hidayat; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Syaria Banking 2017-224
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v5i2.26025

Abstract

Abstract. Islamic banks channel financing based on contracts with different risk and return characteristics, so profitability is expected to move in line with the volume of financing disbursed. This study examines the effect of Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, and Ijarah financing on the Return On Assets (ROA) of PT Bank Victoria Syariah Tbk during the period of the first quarter of 2020 to the second quarter of 2025. A quantitative associative approach was used with secondary time-series data drawn from the bank's published quarterly financial statements. Data were processed through multiple linear regression using EViews, preceded by classical assumption tests covering normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. The results show that the regression model is free from classical assumption violations. Partially, Murabahah and Mudharabah financing have no significant effect on ROA, while Musyarakah and Ijarah financing have a significant negative effect. Simultaneously, the four financing instruments significantly affect ROA, with an R-squared of 0.593452, meaning 59.35% of ROA variation is explained by the model. These findings suggest that the volume of financing alone does not guarantee profitability; financing quality and risk management play a more decisive role, particularly for partnership-based (profit-and-loss sharing) and lease-based contracts. Abstrak. Bank syariah menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad-akad dengan karakteristik risiko dan imbal hasil yang berbeda, sehingga tingkat profitabilitas idealnya bergerak sejalan dengan volume pembiayaan yang disalurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, dan Ijarah terhadap Return On Assets (ROA) PT Bank Victoria Syariah Tbk selama periode Triwulan I 2020 hingga Triwulan II 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berupa data deret waktu yang bersumber dari laporan keuangan triwulanan bank yang dipublikasikan. Data diolah melalui analisis regresi linier berganda berbantuan EViews, didahului dengan pengujian asumsi klasik yang meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil pengujian menunjukkan model regresi terbebas dari pelanggaran asumsi klasik. Secara parsial, pembiayaan Murabahah dan Mudharabah tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan pembiayaan Musyarakah dan Ijarah berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, keempat jenis pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai R-Squared sebesar 0,593452, yang berarti 59,35% variasi ROA dijelaskan oleh model. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya volume pembiayaan semata tidak menjamin profitabilitas, sementara kualitas pembiayaan dan manajemen risiko memegang peran yang lebih menentukan, terutama pada akad berbasis kemitraan (bagi hasil) dan sewa.