Hj. Siti Fatimah
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran BUMDes Sebagai Penggerak Ekonomi Desa di Desa Saribaye Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Emi Salmah; Weni Retnowati; Muhammad Irwan; Hj. Siti Fatimah; Baiq Saripta Wijimulawiani; Maizatun Nurul Faizah (Mahasiswa); Utari Nurfitri (Mahasiswa)
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 3 No 01 (2024): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v3i01.281

Abstract

Di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, ada upaya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Membantu anggota dan pengurus BUMDes menyusun laporan keuangan 2). Membantu pertumbuhan bisnis BUMDes untuk mendorong ekonomi desa dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Diharapkan para pengurus dan anggota BUMDes menjadi lebih sadar tentang pentingnya membuat catatan keuangan dan administrasi bisnis, sehingga mereka dapat mengembangkan bisnis mereka. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui penyuluhan atau ceramah yang diikuti dengan diskusi, yang dipandu oleh tim. Kegiatan tersebut telah meningkatkan pengetahuan dan pengetahuan peserta tentang bagaimana BUMDes dapat bertahan hidup, memanfaatkan potensi desa untuk memajukan perekonomian desa, memasarkan produk BUMDes, dan belajar mengelola keuangan. Sejak tahun 2017, BUMDes di Desa Saribaye diberi nama Pintu Rezeki dan beroperasi dalam berbagai bisnis, seperti membuka Unit Brilink dan menangkap ikan air tawar seperti nila, karper, dan lele. Karena pengelolaan bisnis yang buruk, terutama manajemen keuangan, bisnis ini belum banyak berhasil. Untuk itu, penyuluhan seperti ini harus diperluas dan dikembangkan ke arah yang lebih inovatif dan kreatif. Ini akan memungkinkan pengurus BUMDes dan masyarakat umum untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang tata kelola BUMDes. Ini akan berdampak pada pertumbuhan usaha BUMDes yang dapat meningkatkan ekonomi desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
EKSISTENSI PRODUK LOKAL DI KAWASAN WISATA: STUDI KOMPARASI KAWASAN PANTAI CEMARA LEMBAR Masrun Masrun; Hadi Mahmudi; Titi Yuniarti; Hj. Siti Fatimah; M. Firmansyah
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023 (In Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2983

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi berbagai produk local, menuyusun strategi pengembangan produk lokal, dan menjelaskan kelebihan dan kelemahan produk lokal di kawasan wisata Pantai Cemara Lembar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, metode pengumpulan data melalui wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Produk lokal di kawasan Pantai Cemara Lembar teridentifikasi antara lain: a. Produk barang/produksi yaitu kuliner, terasi, keripik, b. Produk jasa, seperti hutan mangrove, makam keramat, camping ground dan homestay. 2. Strategi pengembangan produk lokal di kawasan Pantai Cemara Lembar: a. Melakukan promosi melalui media cetak maupun online, b. Mengembangkan produk yang memiliki daya tarik obyek wisata, c. Membuat peraturan terkait menjaga kelestarian ekosistem lingkungan, d. Kerjasama dengan pihak sthakeholders, e. Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, f. Pengembangan produk lokal (barang/pengolahan) dapat mengimplementasikan strategi pemasaran 4P (Poduct, Price, Place, Promotion). 3. Kelebihan produk lokal di kawasan Pantai Cemara Lembar antara lain a. Memberi dampak positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat/UKM di kawasan wisata, b. Harganya relative terjangkau bagi konsumen pengunjung kawasan wisata, c. Adanya Peraturan Pemerintah Kabupaten (Perda), Peraturan Desa (Perdes), Peraturan Lokal (Awiq-Awiq) sebagai rujukan aktivitas ekonomi masyarakat, pengusaha UKM di kawasan wisata, d. Terbentuknya Pokdarwis, Kelompok Usaha Bersama (KUB) di kawasan wisata, e. Pemandangan pantai dan pohon mangrove yang indah di kawasan wisata. Sedangkan kelemahannya antara lain: a. Pengunjung/wisatawan di kawasan Pantai Cemara yang rame tidak setiap waktu/hari, hanya pada periode tertentu (sabtu dan minggu), b. Bahan bakunya terbatas dan untuk memperolehnya agak jauh, c. Manajemen usahanya yang kurang baik, tentu ini tidak terlepas dari tingkat kemamampaun/ketrampilan SDM yang masih rendah, d. Promosi/pemasaran produk lokal masih kurang, e. Modal usaha relative kecil sehingga tidak bisa pengembangan produksi dan kreatif maupun inovasi, f. Kurangnya penyuluhan dan pembinaan lapangan oleh instansi terkait untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun pengusaha UKM