Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL DI PUSKESMAS I DENPASAR UTARA Arwidiana, Dewa Putu; Sudiari, Made
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 7, No 1 (2024): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v7i1.1023

Abstract

Abstrak – Visi dan Misi Pembangunan Bali periode tahun 2018- 2023 Nagun Sat Kerthi Loka Bali, maka arah kebijakan dan program Pembangunan Bali dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana yang dituangkan dalam dua kelompok program yaitu, program prioritas dan program pendukung. Pengembangan kebijakan sekaligus mendukung kearifan local dan budaya Bali yang kaya dengan adat dan istiadatnya serta mengkombinasikan dengan sumber daya alam. Kolaborasi pelayanan Kesehatan yang bersifat holistic melalui pelayanan Kesehatan tradisional  terpadu dengan adat dan sumber daya alam akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberikan daya Tarik bagi wisatawan. Pelayanan kesehatan tradisional telah menjadi bagian integral dari sistem kesehatan di banyak negara. Namun, implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tradisional masih menghadapi tantangan yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tradisional di lokasi penelitian, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner terkait pelayanan kesehatan tradisional. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tradisional di di wilayah kerja puskesmas 1 Denpasar Utara menghadapi beberapa tantangan, termasuk kurangnya dukungan dari sektor kesehatan konvensional, kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelayanan kesehatan tradisional, serta keterbatasan sumber daya yang tersedia. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tradisional. Faktor-faktor tersebut meliputi adanya kerjasama yang kuat antara pihak-pihak terkait, pendidikan dan pelatihan bagi praktisi kesehatan tradisional, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pelayanan kesehatan tradisional. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengambil kebijakan dalam mengatasi tantangan implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tradisional. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tradisional dan memperkuat peran pelayanan kesehatan tradisional dalam sistem kesehatan secara keseluruhan
Comparison of Reticulocyte Examination Results of Supravital Staining Method with Sysmex Xn 1000 Automated Device: Perbandingan Hasil Pemeriksaan Retikulosit Metode Pewarnaan Supravital Dengan Alat Otomatik Sysmex Xn 1000 Miasari, Abrina Rindi Riovika; Prasetya, Didik; Arwidiana, Dewa Putu
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 7 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v7i2.1745

Abstract

Retikulosit mengindikasikan produksi sel darah merah oleh sumsum tulang yang dapat digunakan mendiagnosa serta memantau terapi anemia. Pemeriksaan hitung retikulosit dapat dilakukan menggunakan metode supravital dan metode flowcytometri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan retikulosit menggunakan metode manual pewarnaan supravital dengan alat otomatik Sysmex XN 1000 metode flowcitometri. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia Kelapa Gading Jakarta Utara. Metode penelitian menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan total sampling, dengan jumlah sampel 36 orang. Hasil hitung retikulosit pada kedua metode memiliki rerata yang tidak berbeda jauh. Hasil retikulosit yang ditemukan tinggi dengan metode manual supravital juga ditemukan tinggi dengan metode flowcitometri. Uji normalitas data pada kedua metode tidak berdistribusi normal. Hasil analisis uji beda Wilcoxon signed rank t didapatkan nilai signifikasi 0,277 > α (0,05) maka hipotesa nol diterima, artinya tidak adanya perbedaan yang bermakna dengan jumlah retikulosit metode pewarnaan supravital dengan alat otomatik Sysmex XN 1000. Berdasarkan penelitian, pemeriksaan hitung retikulosit dapat dilakukan dengan menggunakan kedua metode tersebut dengan lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil perhitungan retikulosit.
ANALISIS PERAN MANAGEMEN DAN KEBIJAKAN PELAYANAN KOMPLEMENTER DALAM PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN Arwidiana, Dewa Putu; Andriana, Kiki Rizki Fista
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 8, No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v8i01.1256

Abstract

Masalah Kesehatan masyarakat di Indonesia umumnya disebabkan karenarendahnya tingkat sosial ekonomi, yang mengakibatkan ketidak mampuan dan ketidaktahuan dalam berbagai hal, khususnya dalam memelihara diri mereka sendiri (self-care).Masalah Kesehatan jika dibiarkan akan menyebabkan masalah yang meningkat terhadapindividu, keluarga, maupun masyarakat. Dampak dari permasalahan ini adalahmenurunnya kesejahteraan dan kesehatan keluarga serta masyarakat secara keseluruhan.Keadaan ini akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas keluarga dan masyarakatuntuk menghasilkan sesuatu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, yang selanjutnyamembuat kondisi sosial ekonomi keluarga dan masyarakat semakin rendah, demikianseterusnya berputar sebagai suatu siklus yang tidak berujung, sehingga diperlukan peranadministrasi dalam mengimplementasikan kebijakanPenelitian ini bertujuanmenganalisis peran administrasi dan kebijakan pelayanan komplementer dalammemecahkan masalah kesehatan. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengananalisis data sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwaadministrasi dan kebijakan pelayanan komplementer berperan penting dalammeningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mengurangi biaya kesehatan, danmeningkatkan kepuasan pasien. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilanpelayanan komplementer adalah koordinasi antar lembaga, ketersediaan sumber daya,dan kesadaran masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perluasan pelayanankomplementer dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitashidup dan kesehatan.
KORELASI PERSEPSI TENTANG PROFESI KEPERAWATAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM ALIH JENJANG: CORRELATION BETWEEN PERCEPTION OF NURSING PROFESSIONS AND LEARNING MOTIVATION OF NURSING STUDENTS Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Arwidiana, Dewa Putu
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.17

Abstract

Pendahuluan: Upaya peningkatan profesionalisme perawat dan keperawatan memberikan kesempatan kepada perawat untuk melanjutkan ke jenjang profesional dengan mengikuti pendidikan S1 Ilmu Keperawatan. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah mahasiswa alih jenjang yang menempuh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi tentang profesi keperawatan dengan motivasi belajar mahasiswa program alih jenjang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Metode: Sampel diambil dari mahasiswa alih jenjang sejumlah 78 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan sebagian besar dalam kategori cukup baik (60,3%) dan motivasi belajar mahasiswa sebagian besar dalam kategori motivasi tinggi (44,9%). Hasil uji korelasi gamma menunjukkan tidak ada korelasi bermakna antara persepsi responden terhadap profesi keperawatan dengan motivasi belajar mahasiswa alih jenjang STIKes Wira Medika Bali dengan p value 0,121. Diskusi: Hal ini dapat disebabkan karena faktor jenis kelamin, umur dan pengalaman, dan kebutuhan STR Ners. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, memiliki umur yang masih muda dengan pengalaman klinis yang mencukupi. Faktor tersebut mendukung terbentuknya motivasi yang belajar yang tinggi meskipun persepsi responden terhadap profesi keperawatan tergolong cukup baik. Kata kunci : persepsi profesionalisme, motivasi belajar, mahasiswa keperawatan. ABSTRACT Introduction: Efforts to improve nursing professionalism provide an opportunity for nurses to continue their education to the professional level by attending Bachelor of Nursing program. This led to an increase in the number of students who upgrade their education to the level of bachelor education. They may have different learning motivation than regular student who is recruited from senior high school. This study aimed to analyze the correlation of nursing profession perceptions with the motivation to learn student program transfer rate. Method: The research used cross sectional approach and recruited 78 students as respondents. Result: The results showed that the students 'perceptions of the nursing profession were mostly in fair category (60.3%) and the students' learning motivation was mostly in high motivation category (44.9%). Gamma correlation test results showed no significant correlation between nursing professionalism perceptions to the student learning motivation with p value 0.121. Discussion: This may be due to gender, age and experience, and the need for Registered Nurse Certificate. Most of the respondents were female, having a young age with sufficient clinical experience. These factors support the formation of high learning motivation although the perception of respondents to the nursing profession was fair. Keywords: Professionalism perception, learning Motivation, nursing student
Five Finger Techniques with Gayatri Mantra to Reduce Anxiety of Family with Schizophrenia Desakmadearidwijayanti; Arwidiana, Dewa Putu; Mirayanti, Ni Ketut Ayu
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 5 No. 2 (2022): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v5i2.568

Abstract

Introduction: Anxiety is a condition felt when a person faces a stressor. The five-finger technique focuses on the five fingers to get a relaxed state, and the Gayatri Mantra is a prayer in Hinduism that can give you peace. This study aims to determine the five-finger technique with Gayatri Mantra to reduce anxiety in families of people with schizophrenia. Objective: The study aimed to examine the effect of the Five Fingers Technique with Gayatri Mantra on Anxiety Levels among Families of People with Schizophrenia. Methods: The research design used a pre-experiment, One-group, Pre-test, and Post-test. A total of 22 people were selected using the purposive sampling technique. The anxiety level is measured by using the HRS-A   questionnaire. The study was conducted six times in a row for 15 minutes. Results: The results showed the pre-test score for mild anxiety was 45.5%, moderate anxiety was 54.5%, and post-test was not anxious at 31.8%, mild anxiety was 40.9%, and moderate anxiety was 27.3%. The results of the bivariant test with Wilcoxon obtained a p-value of 0.004 (p <0.05). Conclusion: The conclusion is that the five finger technique with the Gayatri Mantra can reduce the anxiety of families of people with schizophrenia at the Sukawati II Public Health Center, Gianyar. Recommendation: It is recommended that families apply the five-finger technique with the Gayatri Mantra in their daily life
Gambaran Penggunaan Terapi Komplementer pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas I Busungbiu Singaraja Oktastyasa Putra, Wayan; Arwidiana, Dewa Putu; Suniyadewi, Ni Wayan
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1647

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term management. In addition to medical therapy, many patients utilize complementary therapy as a companion therapy to help reduce complaints, improve comfort, and quality of life. The use of complementary therapy is influenced by various characteristics of the patient, such as age, gender, and length of suffering from diabetes mellitus. Objective: This study aims to determine the description of the use of complementary therapy based on age, sex, and length of suffering from diabetes mellitus in patients with diabetes mellitus. This study used a quantitative descriptive design. The research sample amounted to 68 respondents of diabetes mellitus patients who were selected by total sampling technique. Data was collected using questionnaires and analyzed descriptively through cross-tabulation. The results showed that most of the respondents were >65 years old as 30 respondents (44.1%). The use of categorical complementary therapy was often found in 38 respondents (55.9%). Based on gender, female respondents amounted to 36 people (52.9%) and 32 man (47.1%), with the use of complementary therapy being relatively balanced. Based on the length of suffering from diabetes mellitus, respondents with a duration of >2 years were the largest group, namely 42 respondents (61.8%), with 21 respondents (30.9%) often using complementary therapy. The use of complementary therapies is more prevalent in elderly patients and with longer periods of diabetes mellitus. Complementary therapy is used as an adjunct therapy in the management of diabetes mellitus. Therefore, the role of health workers is needed in providing education related to the use of complementary therapy that is safe and in accordance with medical therapy
Gambaran Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Efektifitas Terapi Bekam Sebagai Terapi Komplementer Merta Jaya, I Komang Alit; Arwidiana, Dewa Putu; Candrawati, Sang Ayu Ketut
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1676

Abstract

Patients’ knowledge regarding the benefits of cupping therapy plays an important role in determining their decisions in choosing treatment. Low levels of knowledge may lead to inappropriate hypertension management behaviors, such as non-adherence to treatment and limited use of supportive therapies, resulting in uncontrolled blood pressure and an increased risk of complications. Hypertension is a chronic disease that requires long-term management, including the use of complementary therapies as an adjunct to medical treatment. Cupping therapy is one of the options believed to help reduce blood pressure. This study aimed to describe the level of knowledge of hypertensive patients regarding the effectiveness of cupping therapy as a complementary treatment at the Dawan Usadha Independent Nursing Practice. The study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach, involving 71 respondents selected through purposive sampling. The instrument used was a Guttman-scale knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results showed that 50.7% of respondents had good knowledge, 40.8% had sufficient knowledge, and 8.5% had poor knowledge. The researchers assessed that respondents’ good level of knowledge was influenced by educational background, access to information, and personal experience. Overall, hypertensive patients demonstrated good knowledge regarding the effectiveness of cupping therapy