Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Nisa, Ayu; Kumroni, Muhamad; AR, Hasmawaty
Jurnal Tekno Vol 14 No 1 (2017): Jurnal TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasi lkerjasecarakualitasdankuantitasyang dapatdicapaiolehseorang karyawan dalam melaksanakantugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Agar kinerja karyawan selalu konsisten maka harusmengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja antara lain adalah motivasi, disiplin dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi, disiplin dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Palembang.Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda.Responden dalam penelitian adalah karyawan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Palembang berjumlah 80 orang. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa : (1). Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. (2). Disiplin berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. (3). Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. (4). Motivasi, disiplin dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
Efforts to Prevent Bullying Through Socialization Activities at SMA Negeri 06 Bombana Mulganing, Mulganing; Nurtani, Nurtani; Tiara, Tiara; Nisa, Ayu; Afdhal, M; Ilmi, Ahmad Fadil; Musto, Aldin; Kamur, Sudarwin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4824

Abstract

Perundungan (bullying) masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap kesehatan psikologis, hubungan sosial, serta prestasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan bullying di SMA Negeri 06 Bombana. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Februari 2026 dengan melibatkan 35 siswa dan 3 guru menggunakan metode sosialisasi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, permainan edukatif, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pemberian angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bullying, termasuk verbal, fisik, dan sosial, serta memahami dampaknya terhadap korban. Faktor penyebab bullying yang teridentifikasi meliputi lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan, dan rendahnya kesadaran siswa terhadap konsekuensi perilaku tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar sekitar 35% setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran siswa untuk mencegah, melaporkan, dan menolak tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi berbasis edukasi anti-bullying dan penguatan karakter terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa, sehingga berpotensi menjadi strategi preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Efforts To Prevent Bullying Through Socialization Activities At State Senior High School 06 Bombana Abstract Bullying remains a persistent problem in school environments and negatively affects students’ psychological well-being, social relationships, and academic achievement. This community service program aimed to improve students’ understanding of the forms, impacts, and prevention strategies of bullying at SMA Negeri 06 Bombana. The program was conducted on February 7, 2026, involving 35 students and 3 teachers through an interactive socialization approach consisting of lectures, discussions, educational games, and question-and-answer sessions. Data were collected through observations, interviews, and pre- and post-activity questionnaires. The findings revealed that students were able to identify various forms of bullying, including verbal, physical, and social bullying, and understand their negative consequences for victims. The identified contributing factors included peer influence, inadequate supervision, and limited awareness of the harmful effects of bullying. Evaluation results indicated an approximately 35% increase in students’ understanding following the intervention. Furthermore, students demonstrated greater awareness and willingness to prevent, reject, and report bullying incidents within the school environment. The findings suggest that anti-bullying education integrated with character-building activities is effective in enhancing students’ awareness and understanding and can serve as a preventive strategy for creating a safe, supportive, and inclusive school environment
TAHAP DAN PROSES PEMBENTUKAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TINGKAT PUSAT, PROVINSI HINGGA DAERAH Nisa, Ayu; Septiani; Damayanti, Alvina Dwi; Fitri, Ribi Ill; Putri, Nadya Kamila
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44731

Abstract

Law is the main instrument of government and protection of citizens' rights (Article 1 paragraph (3) of the 1945 Constitution), which demands policies through legitimate and structured regulations. This study aims to analyze the stages of the formation of legislation at the central, provincial, and district/city levels, identify factors of regulatory disharmony, and examine the influence of the quality of academic papers and institutional capacity. Methods: normative-conceptual literature study, analysis of legal documents (1945 Constitution, Law No. 12/2011, Law No. 23/2014, Minister of Home Affairs Regulation No. 80/2015). Results: The stages of regulation formation are clear (planning, drafting, discussion, ratification, promulgation), but in practice there are obstacles such as disharmony, weak coordination, insufficient academic papers, procedural participation; due to differences in priorities, weak synchronization, limited technical capacity. Conclusion: It is necessary to strengthen harmonization, increase human resource capacity, strengthen the legal documents.
NASIONALISME DI TAPAL BATAS BIRU TANTANGAN DAN PERAN MASYARAKAT PESISIR SEBAGAI PENJAGA KEDAULATAN Nisa, Ayu; Hamka, Novita Sari; Asmawati; Deswita; Lestari, Desi; Nursuhaela; Maharani, Keyza Devina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54569

Abstract

As the world's largest archipelagic nation, Indonesia has vast maritime territory and shares direct borders with various countries. This makes coastal areas and maritime borders strategic for maintaining national sovereignty. Coastal communities not only play a role in the maritime economy but also serve as the vanguard in monitoring and protecting Indonesian territorial waters. However, various challenges such as poor development, limited access to public services, illegal fishing activities, cross-border smuggling, and the socio-cultural influences of neighboring countries can influence the level of nationalism in coastal communities. This research uses a literature review method by analyzing various relevant scientific articles, books, and policy documents. The results indicate that coastal communities make a significant contribution to maintaining national sustainability through social oversight, reporting illegal activities, preserving maritime culture, and managing sustainable marine resources. Therefore, synergy between the government, security forces, and communities is needed to strengthen coastal development to improve community welfare while strengthening maritime nationalism.