Subekhan, Moch.
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Influence of Money Political Culture in Elections on the Sustainability of Indonesian Democracy Simatupang, Jonasmer; Subekhan, Muhammad
Law Research Review Quarterly Vol 4 No 4 (2018): L. Research Rev. Q. (November 2018) "Law and Democracy in General Election: Betwe
Publisher : Faculty of Law Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/snh.v4i03.27028

Abstract

The purpose of this writing is motivated by the rise of money politics that occurs in almost every corner of the regions in Indonesia. Democracy is a system that is built where the people are given the absolute right to be given politically who is given the power to govern through the election process. The political dynamics can be seen through the democratic party in Indonesia. One of the challenges in the democratic party, through elections is the practice of money politics. Money politics takes place at every level of elections in Indonesia, which starts from the central level to the lowest level, namely the village. Money politics or money politics is an illegal practice in elections that can influence election participants with the lure of certain rewards and seems to have strong legitimacy from the people. People who have registered to participate in the election whether they participate in voting, or abstentions and vote because of money politics. This negative phenomenon arises in Indonesia's democratic transition. The process of money politics occurs due to the lack of regular supervision and outreach from the Election Supervisory Body, so that the elites or timses of political parties are free to do "generosity" when the day of D or before the election is held. In this regard, elections play a central role in Indonesia's democratic system. In several analyzes and studies, the Indonesian people still consider "reasonable" money politics conducted by election participants.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH (Studi di MAN 2 Serang ) Moch. Subekhan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan tawaran yang positif dalam mengatasi krisis moral yangtengah melanda generasi muda khususnya kalangan pelajar. Generasi muda sekarangakan menjadi tumpuan harapan generasi tua sekarang yang masih mensisakan banyakpersoalan bangsa. Diantara persoalan bangsa yang melanda sekarang adalah masalahkorupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang merajalela, terjadinya konflik antarkomponen bangsa yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatnyakriminalitas dan etos kerja yang buruk lebih-lebih di kalangan aparatur negara. Olehkarena itu, tumpuan harapan masa depan bangsa ada di tangan kalangan muda sekarang.Kalangan muda harus betul-betul mendapatkan pendidikan yang memadai dan baikyang pada akhirnya akan menjadi pemuda yang berkarakter. salah satu yang bisadijadikan media alat transformasi dan penanaman nilai-nilai karakter adalah lembagapendidikan. Internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter di lembaga pendidikan merupakan suatukeharusan. Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesiamerupakan salah satu solusi cerdas dalam mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter baik melalui kurikulum formal maupun non formal, karena sejak awal berdirinya Madrasah sudah menunjukkan ciri khasnya yang berbeda dari lembagapendidikan pada umumnya, dimana penanaman nilai karakter sudah terintegrasi dalammata pelajaran agama yang memiliki porsi cukup besar. Tujuan yang ingin didapatkan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakteryang terdapat di Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Serang Banten, Model pendidikankarakter di Madrasah Aliyah Negeri 2 Serang Banten, dan Bentuk-bentuk pendidikan karakter yang diterapkan di Madrasah Negeri 2 Serang Banten.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, untukmengungkapkan dan memahami kenyataan-kenyataan yang terjadi mendalam yangberkenaan dengan fenomena di atas. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukanmelalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi literatur. Temuanpenelitian di lapangan bahwa Pendidikan Karakter terimplementasi melalui 2 bentukyaitu melalui kurikulum formal dan kurikulum non formal/ekstrakurikuler. Kurikulumformal bisa dilihat dari porsi pendidikan agamanya yang lebih banyak dibandingkandengan pendidikan umum yaitu mencakup Al-Qur'an-Hadits, Akidah-Akhlak, Fikih,dan Sejarah Kebudayaan Islam. Semuanya itu mengarahkan pada pencapaiankedalaman spiritual dan akhlakul karimah sebagai komponen dari dasar nilai-nilaipendidikan karakter. Pengambilan nilai-nilai karakter atau core character values darinilai-nilai moral, nilai-nilai etika, nilai-nilai budi pekerti dan agama. Implementasi pendidikan karakter yang dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuleryaitu melalui Paduan Suara, Nasyid, Teater, Akustik, Marawis, Pencak Silat, Futsal,Basket, Taekwondo, Bulu Tangkis, Paskibra, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR),Karawitan, Angklung, Tenis Meja dan Jurnalistik.
Pengaruh Perceraian Orang Tua Terhadap Akhlak Anak Yayu Zakiyah; Moch. Subekhan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v5i2.1304

Abstract

Abstrak. Dalam sebuah pernikahan sering kita jumpai tentang “putusnya perkawinan” yaitu merupakan istilah yang digunakan dalam Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974 Bab VIII Pasal 38 untuk menjelaskan berakhirnya hubungan perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang selama ini hidup sebagai suami istri. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui penyebab terjadinya perceraian orang tua di Kelurahan Kabayan, (2) untuk mengetahui kondisi akhlak anak korban perceraian, serta (3) untuk mengetahui pengaruh akibat perceraian orang tua terhadap akhlak anak di Kelurahan Kabayan. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan logika untuk logika kualitatif dan pendekatan stastistika untuk data kuantitatif. Namun yang lebih dominan adalah kuantitatif, karena kualitatif hanya sebagai penunjang saja. penelitian ini menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 (5%). Artinya, tingkat kepercayaan pengujiannya 95%. Berdasarkan data populasi berjumlah 300 anak yang orang tuanya bercerai sehingga yang menjadi sampelnya sebanyak 30 anak, 10% dari jumlah populasi. Berdasarkan perhitungan diperoleh t hitung sebesar 13,80 dan t tabel sebesar 2,37 dengan taraf signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebesan 58. Harga t hitung lebih besar dari t tabel maka berdasarkan kriteria pengujian hipotesis Ho ditolak dan H1 diterima. Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh perceraian orang tua terhadap akhlak anak sebesar 76% dan sisanya sebesar 24% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN DAN HADITS Moch. Subekhan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 6 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v6i1.1943

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya interaksi antara guru dan siswa serta siswa dan siswa sehingga siswa kurang aktif dalam belajar. Kurangnya interaksi dapat terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor, seperti metode pembelajaran yang membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan metode Pembelajaran Talking Stick. Metode ini melibatkan siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran sangat penting, karena dengan siswa mengambil peran aktif, siswa akan merasa belajar lebih bermakna. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana penerapan metode pembelajaran talking stick pada mata pelajaran Alquran dan Hadits di MTsN 1 Lebak, 2). Bagaimana keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Alquran dan Hadis dengan menggunakan metode pembelajaran talking stick di MTsN 1 Lebak, 3). Apakah terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran talking stick terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadits pada MTsN 1 Lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran talking stick pada mata pelajaran Alquran dan Hadits pada MTsN 1 Lebak 2). Untuk mengetahui keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Alquran dan Hadis dengan menggunakan metode learning stick dalam MTsN 1 Lebak, 3). Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran berbicara tongkat pada keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadits di MTsN 1 Lebak. Penelitian ini dilakukan di MTsN Lebak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol tidak setara. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan setelah menerapkan metode pembelajaran talking stick pada mata pelajaran Alquran dan Hadis. Dari nilai posttest siswa di kelas eksperimen memiliki rata-rata = 88,4. Untuk kelas kontrol memiliki nilai posttest rata-rata = 82,0 dan pengujian hipotesis dengan t hitung> t tabel maka Ha diterima. Ada pengaruh dari penerapan metode pembelajaran talking stick terhadap keaaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Alquran dan Hadis. Kata kunci: Talking Stick, Metode dan Pembelajaran Aktif Abstrak.This research is motivated by the lack of interaction between teachers and students and students and students so that students are less active in learning. Lack of interaction can occur because it is caused by several factors, such as learning methods that make students less active in the learning process. One effort to overcome this is by applying the talking stick learning method. This method involves students being active in the learning process. Student learning activeness in the learning process is very important, because with students taking an active role, students will feel more meaningful learning. Based on the background above, the formulation of the problem in this study are: 1). How to apply the talking stick learning method to the subjects of the Qur'an and Hadith in MTsN 1 Lebak, 2). How is the active learning of students in the subjects of the Qur'an and Hadith using the talking stick learning method in MTsN 1 Lebak, 3). Is there any effect of the talking stick learning method on student learning activeness in the subjects of the Qur'an and Hadith on MTsN 1 Lebak. The objectives of this study are: 1). To find out the application of the talking stick learning method to the subjects of the Qur'an and Hadith on Lebak 1 MTsN. 2). To find out the learning activeness of students in the subjects of the Qur'an and Hadith by using the talking stick learning method in MTsN 1 Lebak, 3). To find out the effect of the talking stick learning method on student learning activeness in the subjects of the Qur'an and Hadith on Lebak 1 MTsN. This research was conducted at Lebak 1 MTsN. The research method used in this study was a quasi-experimental research design with non-equivalent control group design. Data collection instruments used were observation, interviews, questionnaires, and documentation. Based on the results of this study it can be concluded that student learning activeness has increased after applying the talking stick method to the subjects of the Qur'an and Hadith. From the posttest value students in the experimental class had an average = 88.4. For the control class has an average posttest value of = 82.0 and hypothesis testing with the price of t count > t table then Ha is accepted. There is an influence from the application of the talking stick learning method to the active learning of students in the subjects of the Qur'an and Hadith. Keywords: Talking Stick, Method and Active Learning
EKSISTENSI KETELADANAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF KI HAJAR DEWANTARA Subekhan Subekhan; Syifa Nur Annisa
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologi pai.v5i1.1049

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku menyimpang di kalangan remaja, Pemuda dan pelajar semakin meningkat.Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan karakter bagi anak adalah agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki prinsip, tidak mudah goyah jika dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang melanda negeri Indonesia tercinta. Sanggup memegang teguh nilai-nilai luhur dan taat pada agama, sehingga akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Berdasarkan latar belakang tersebut Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana eksistensi keteladanan pendidikan karakter dalam perspektif Ki Hajar Dewantara. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi keteladanan pendidikan karakter dalam perspektif Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini termasuk penelitian literer yang berfokus pada referensi buku dan sumbersumber yang relevan. Pencarian data dicari dengan jenis penelitian Library Research dan pendekatan kualitatif literatur yaitu suatu penelitian kepustakaan murni, menggunakan metode dokumentasi yang mencari data mengenai hal-hal berkaitan dengan focus penelitian yang berupa catatan atau buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen harian, catatan rapat, jurnal dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi keteladanan dalam pendidikan karakter perspektif pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah memberikan dorongan dan motivasi pada anak agar lebih rajin dalam melaksanakan tugas dan yang paling penting harus dapat dijadikan teladan bagi anak didiknya. Eksistensi dalam pendidikan karakter menurut Ki Hajar Dewantara adalah sebagai daya upaya untuk mewujudkan perkembangan budi pekerti.Serta Ki Hajar Dewantara ini dalam konsep pendidikan karakter yang mengusung antara keseimbangan kecerdasan ilmu dan akhlak peserta didik sehingga dapat menghasilkan generasi yang cerdas dan memiliki budi pekerti yang baik serta karakter yang religius, berani, tegas dan berpendirian teguh. Serta menjadikan salah satu solusi dalam mengembangkan dan membangun kembali pendidikan nasional yang telah diporak-porandakan oleh dekadensi moral di era globalisasi mengingat pendidikan nasional yang saat ini memiliki segudang persoalan.
IMPLEMENTASI METODE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMPN 1 MENES (Kuasi Eksperimen di Kelas VIII SMPN 1 Menes Kabupaten Pandeglang) Subekhan Subekhan; Iin Inayati Sobariah
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologi pai.v5i1.1050

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode jigsaw pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Menes kabupaten Pandeglang dan mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Menes kabupaten pandeglang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen dengan desain kuasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Menes Kabupaten Pandeglang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pada penelitian ini kelas VIII A sebagai kelas ekperimen yang menggunakan metode pembelajaran jigsaw dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (ceramah).Tahap uji instrument yang dilakukan adalah dengan menggunakan uji validitas, reabilitas, tingkat kesukaran dan uji daya pembeda. Teknik analisis data yang digunakan adalah menentukan rata-rata, menghitung normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis uij-t. hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata siswa kelas eksperimen 73,417 dan nilai siswa kelas kontrol 62,361. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan tes hasil belajar yang dianalisis dengan menggunakan pengujian berupa uji-t pada taraf signifikan 5% dan diperoleh nilai sebesar 2,895> 2,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PAI antara kelompok siswa metode Jigsaw dengan kelompok siswa mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PONDOK PESANTREN MODERN MANAHIJUSSADAT Kp. SERDANG DESA PASARKEONG KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Moch. Subekhan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pondok pesantren adalah bentuk lembaga pendidikan pribumi tertua di Indonesia. pondok pesantren merupakan sistem pendidikan tertua saat ini dan di anggap sebagai produk budaya yang indigenous. ada dua pendapat mengenai awal berdirinya pondok pesantren di indonesia . pendapat pertama menyebutkan bahwa pondok pesantren barakar pada tradisi islam sendiri dan pendapat kedua mengatakan bahwa sistem pendidikan model pondok pesantren adalah asli indonesia
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi XAMPP untuk Mata Pelajaran Al-Qur’an dan Hadits Moch Subekhan; Setia Wati
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v7i2.3681

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits di kelas XI, di MAN 1 Kota Cilegon masih belum sesuai harapan dari tujuan pembelajaran, sehingga perlu adanya upaya mengatasi masalah tersebut. Titik permasalahannya terdapat pada materi ajar yang diserap oleh siswa belum tercapai secara maksimal. Maka dari itu perlu adanya pembenahan dalam proses pembelajaran tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah media pembelajaran berbasis Aplikasi XAMPP pada mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits yang di kembangkan untuk siswa kelas XI dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan bahan penunjang dalam pembelajaran di kelas?. Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan pada rumusan masalah, maka tujuan peneliti yang akan dihasilkan dan dikembangkan adalah: Menghasilkan dan mengembangkan sebuah produk berbentuk media pembelajaran berbasis Aplikasi XAMPP untuk mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan media bantu dalam pembelajaran sehingga mempermudah siswa dalam proses belajar di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), yang merujuk model Borg & Gall dengan penyesuaian sesuai konteks penelitian pada 5 tahap: survei dan pengumpulan informasi, desain produk, validasi produk, revisi dan perbaikan desain, uji coba terbatas peserta didik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan angket. Validasi produk dilakukan oleh dosen ahli media dan ahli materi dan uji coba terbatas peserta didik. Hasil penelitian di kelas XI MAN 1 Kota Cilegon, hasil presentase rata-rata pada data instrument respon peserta didik yaitu 7,8% kategori “baik”. Jadi media pembelajaran berbasis aplikasi XAMPP untuk mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits untuk peserta didik kelas XI yang dikembangkan oleh peneliti sudah layak menjadi media pembelajaran.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PARTISIPATORI LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Moch. Subekhan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 1 (2020): June 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v7i1.2646

Abstract

Learning is an important part in the transformation of knowledge in both formal and non-formal education. As time goes by and the learning process still faces various problems in the field. Among those problems is related to the use of learning strategies by a teacher. The use of learning strategies should be able to increase learning motivation, but there are many uses of learning strategies that can not increase student motivation. From here the researchers tried to implement participatory learning strategies to increase student learning motivation in Islamic Religious Education subjects. The formulation of the problem in this study is how the effectiveness of the implementation of Participatory Learning Learning Strategies in Improving Student Learning Motivation in Islamic Religious Education Subjects in Pontang 1 Junior High School. While the purpose of this study is to describe the Effectiveness of Implementing Participatory Learning Strategies in Improving Student Learning Motivation in Islamic Religious Education Subjects. This research was conducted at Pontang 1 Junior High School. The research approach used in this study uses a qualitative approach while the research method used is a descriptive qualitative method. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Data analysis using the Miles and Huberman model, which is an interactive analysis model. The steps of analysis include data reduction, data presentation and conclusion. The informants in this study are the principal, teachers of Islamic education subjects and students. In the process of carrying out this research there were 6 stages that were passed. The stages are as follows: 1) The stage of fostering familiarity, 2) The stage of identifying needs, resources, and possible barriers to learning, 3) The stage of formulating learning objectives, 4) The stage of preparing learning activities programs, 5) The stage of implementing learning activities and 6) Stage of assessment of the process and results of learning activities. The results of this study indicate that the application of this learning strategy is less effective for learning Islamic Religious Education subjects. students do not have a high motivation to learn so, in learning many students do not pay attention to the material. So that the application of this learning strategy is less effective students are less interested and less motivated to learn Islamic Religious Education because the material has already been obtained.
Criminal Responsibility on Captain of Commersial Vessel by Act No 17 of 2008 on Voyage Subekhan Subekhan; Lathifah Hanim
Jurnal Daulat Hukum Vol 3, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v3i1.8396

Abstract

The cruise is one of the nation's transportation system that has a strategic importance and as a liaison and outreach throughout the territory of Indonesia's sovereignty and the potential beneficial role for society, both nationally and internationally. The problems of this study are: 1) Why the skipper commercial vessels should be responsible in case of Vesselwreck, 2) How does the skipper criminal liability due to accidents aboard commercial vessels according to Act No. 17 Of 2008 On Voyage? 3) Is it possible corporate criminal liability in accidents merchant vessel according to Act No. 17 Of 2008 On Voyage?Researchers used the method is legal normative juridical approach and specification in this study were included descriptive analysis.  Sources and types of data in this research is secondary data obtained from the study of literature. Data were analyzed qualitatively. The problems studied by the theory of legal certainty and criminal liability.Based on the results of research that skipper as a leader on the Vessel, is fully responsible for the safety of the Vessel, passengers and cargo during the voyage from the port of loading to the port of destination. Criminal sanctions needed to enforce these responsibilities, and sanctions that have been regulated in Act No. 17 Of 2008 on Voyage Article 244 paragraph (3) and (4), 20 Article 247 and Article 248 shall be punished with imprisonment beyond three (3) years or a fine of Rp 400.000.000.00, - (four hundred million). Obliged to take countermeasures, ask or give aid and spread the news of the Vesselwreck to others. If an accident occurs on board the skipper must be above board and record events such accidents in the logbook and reported to the harbor master. There are still many weaknesses of criminal responsibility in the corporation, among others: when the corporation is declared as a criminal, how the corporation is responsible, the types of sanctions what can be meted out to the corporation, not regulated penal substitute fines are not paid by the corporation and unregulated the offense to corporation. Because implementation guidelines in the draft penal Code there is renewal in the subject field of the offense and criminal liability system.Keywords: Commercial Vessels; Skipper; Criminal Liability.