Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penguatan Seni Islam Siswa Melalui Pelatihan Kaligrafi di SD Negeri 04 Segaralangu Kecamatan Cipari Kabupaten  Cilacap MUHAMAD HABIB; SYAMSUL MA'ARIF; FATHUROHIM FATHUROHIM
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan serta meningkatkan keterampilan dasar seni kaligrafi Islam bagi siswa di SD Negeri 04 Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Sebagai bagian dari warisan budaya dan pilar penting dalam peradaban Islam, pengenalan kaligrafi sejak dini dianggap krusial. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang terdiri dari tiga tahap: (1) sosialisasi mengenai sejarah dan keutamaan kaligrafi dalam Islam untuk membangun minat siswa; (2) demonstrasi dan praktik langsung penulisan kaligrafi dasar (khat Naskhi) dengan bimbingan intensif dari tim pengabdi; dan (3) evaluasi karya serta pemberian umpan balik untuk mengukur perkembangan keterampilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh siswa yang terlibat. Secara kualitatif, terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam menggoreskan pena dan menulis huruf-huruf hijaiyah sesuai kaidah kaligrafi. Pelatihan ini berhasil menanamkan dasar-dasar seni Islam dan memberikan keterampilan baru yang bermanfaat, sejalan dengan upaya melestarikan kaligrafi sebagai manifestasi keimanan dan media dakwah.
Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Interaktif Berbasis Literasi Islami melalui Pelatihan Partisipatif JAUHAROTUL MUFIDAH; Miftahunangim Miftahunaning; MUHAMAD HABIB
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital menuntut transformasi mendalam dalam praktik pendidikan, tidak terkecuali di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun, guru MI seringkali menghadapi kesenjangan antara tuntutan penguasaan teknologi dan keterbatasan kompetensi serta infrastruktur, yang diperparah oleh kekhawatiran bahwa teknologi dapat mengikis nilai-nilai keislaman. Menjawab tantangan tersebut, sebuah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) telah dilaksanakan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MI dalam memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif—khususnya Canva dan Quizizz—yang didasarkan pada kerangka konseptual Literasi Islami. Literasi Islami didefinisikan sebagai kemampuan kritis dan etis dalam mengakses, mengevaluasi, dan menciptakan konten digital yang selaras dengan nilai-nilai fundamental Islam seperti tabayyun (klarifikasi), amanah (tanggung jawab), dan shidq (kejujuran). Metode kegiatan melibatkan siklus perencanaan, pelatihan intensif, implementasi di kelas, dan refleksi kolaboratif yang diikuti oleh 20 guru dari tiga MI. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest serta analisis kualitatif terhadap produk media dan data observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi teknis dan pedagogis guru, dengan skor rata-rata kemampuan pemanfaatan Canva dan Quizizz meningkat lebih dari 80%. Lebih penting lagi, analisis produk menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang tidak hanya menarik secara visual dan interaktif, tetapi juga secara substantif mengintegrasikan nilai-nilai dan akhlak Islam. Implementasi media ini di kelas terbukti meningkatkan antusiasme dan keterlibatan siswa. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa model pelatihan partisipatif yang membingkai teknologi dalam kerangka Literasi Islami merupakan strategi efektif untuk menjembatani tradisi dan modernitas, mengubah guru dari pengguna pasif menjadi inovator pembelajaran yang percaya diri dan berkarakter.
The Philosophical Value and Urgency of Deep Learning in Islamic Education: A Study on Teachers’ Perspectives Fathurohim; Frendi Fernando; Aniroh; Galih Prayoga; Muhamad Habib; Supriyanto; Vivit Andianingsih
Jurnal At-Tarbiyat: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 3 (2025): Digital Cultural Transformation and Islamic Character Education
Publisher : Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.88i3.131

Abstract

The urgency of applying deep learning approaches in Islamic Religious Education (IRE) is increasingly relevant in the digital age, which demands meaningful and character-building learning, not just memorization. This study aims to analyze the opportunities and challenges of implementing deep learning approaches in the context of IRE in Indonesia. Using qualitative methods with a case study approach and thematic analysis of the perspectives of IRE teachers, this study explores the perceptions, practices, and obstacles encountered in the implementation process. The results show that teachers generally welcome this approach positively because it is considered capable of enhancing creativity and the relevance of IRE values to real life. However, its implementation is still hampered by limited resources, low conceptual understanding, resistance to paradigm shifts, and a lack of ongoing training. Further analysis reveals the alignment between the principles of meaningful, mindful, and joyful learning with Islamic values such as tafakkur, akhlak, and ibadah in the learning process. In conclusion, the application of deep learning in PAI requires synergy between teachers, educational institutions, and policymakers to optimize the integration of spiritual values with modern pedagogical methods. This study recommends strengthening teacher capacity and adaptive curriculum policies as strategic steps towards a more holistic and contextual transformation of PAI learning.
Efektivitas Kelompok Kerja Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI SD Di Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Sarno Hanipudin; Lastri Khasanah; Muhamad Habib; Ahmad Syaehu Umam Muttaqin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v9i1.14421

Abstract

This study aims to determine: (1) What are the activities of the Islamic Religious Education (PAI) Teacher Working Group (KKG) in Wanareja Sub-District in improving the quality of PAI learning in elementary schools. (2) The process of PAI learning in Wanareja Sub-District. (3) Is the Islamic Religious Education (PAI) Teacher Working Group (KKG) activities in Wanareja Sub-District effective in improving the quality of PAI learning in elementary schools.This study is a field research with a quantitative approach. The total population in this study consisted of 42 elementary school PAI teachers who participated in the KKG. There are two variables in this study: the independent variable (x) and the dependent variable (y). In the data collection process, the researcher used observation, interviews, documentation, and questionnaires.
Penguatan Seni Islam Siswa Melalui Pelatihan Kaligrafi di SD Negeri 04 Segaralangu Kecamatan Cipari Kabupaten  Cilacap MUHAMAD HABIB; SYAMSUL MA'ARIF; FATHUROHIM FATHUROHIM
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan serta meningkatkan keterampilan dasar seni kaligrafi Islam bagi siswa di SD Negeri 04 Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Sebagai bagian dari warisan budaya dan pilar penting dalam peradaban Islam, pengenalan kaligrafi sejak dini dianggap krusial. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang terdiri dari tiga tahap: (1) sosialisasi mengenai sejarah dan keutamaan kaligrafi dalam Islam untuk membangun minat siswa; (2) demonstrasi dan praktik langsung penulisan kaligrafi dasar (khat Naskhi) dengan bimbingan intensif dari tim pengabdi; dan (3) evaluasi karya serta pemberian umpan balik untuk mengukur perkembangan keterampilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh siswa yang terlibat. Secara kualitatif, terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam menggoreskan pena dan menulis huruf-huruf hijaiyah sesuai kaidah kaligrafi. Pelatihan ini berhasil menanamkan dasar-dasar seni Islam dan memberikan keterampilan baru yang bermanfaat, sejalan dengan upaya melestarikan kaligrafi sebagai manifestasi keimanan dan media dakwah.
Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Interaktif Berbasis Literasi Islami melalui Pelatihan Partisipatif JAUHAROTUL MUFIDAH; Miftahunangim Miftahunaning; MUHAMAD HABIB
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital menuntut transformasi mendalam dalam praktik pendidikan, tidak terkecuali di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun, guru MI seringkali menghadapi kesenjangan antara tuntutan penguasaan teknologi dan keterbatasan kompetensi serta infrastruktur, yang diperparah oleh kekhawatiran bahwa teknologi dapat mengikis nilai-nilai keislaman. Menjawab tantangan tersebut, sebuah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) telah dilaksanakan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MI dalam memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif—khususnya Canva dan Quizizz—yang didasarkan pada kerangka konseptual Literasi Islami. Literasi Islami didefinisikan sebagai kemampuan kritis dan etis dalam mengakses, mengevaluasi, dan menciptakan konten digital yang selaras dengan nilai-nilai fundamental Islam seperti tabayyun (klarifikasi), amanah (tanggung jawab), dan shidq (kejujuran). Metode kegiatan melibatkan siklus perencanaan, pelatihan intensif, implementasi di kelas, dan refleksi kolaboratif yang diikuti oleh 20 guru dari tiga MI. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest serta analisis kualitatif terhadap produk media dan data observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi teknis dan pedagogis guru, dengan skor rata-rata kemampuan pemanfaatan Canva dan Quizizz meningkat lebih dari 80%. Lebih penting lagi, analisis produk menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang tidak hanya menarik secara visual dan interaktif, tetapi juga secara substantif mengintegrasikan nilai-nilai dan akhlak Islam. Implementasi media ini di kelas terbukti meningkatkan antusiasme dan keterlibatan siswa. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa model pelatihan partisipatif yang membingkai teknologi dalam kerangka Literasi Islami merupakan strategi efektif untuk menjembatani tradisi dan modernitas, mengubah guru dari pengguna pasif menjadi inovator pembelajaran yang percaya diri dan berkarakter.
Love-Based Islamic Education: Assessing Teacher Readiness for Classroom Happiness and the Mitigation of Symbolic Violence in Madrasas Muhamad Habib; Fathurohim Fathurohim; Ahmad Maliki; Imam Tobroni
IJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Studies
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/ijois.1483

Abstract

The implementation of the Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) marks a significant shift in Indonesian Islamic education, aiming to replace rigid pedagogical approaches with a framework centered on Mahabbah (love). Despite its theological appeal, the transition often faces hurdles regarding how educators internalize these values in daily interactions. The purpose of this study is to analyze teacher readiness in manifesting love-based education to create classroom happiness while mitigating subtle forms of symbolic violence in madrasas. This research utilized an explanatory sequential mixed-methods design, beginning with a quantitative survey of 100 Islamic Education teachers, followed by a qualitative phenomenological exploration involving in-depth interviews and classroom observations. The results reveal a notable Knowledge-Practice Gap, where teachers demonstrate high cognitive understanding (M=4.12) but remain at a moderate level of affective readiness (M=3.25). Furthermore, qualitative findings indicate that symbolic violence persists through subtle labeling and hidden administrative pressures, which hinder the full manifestation of classroom happiness. This study concludes that teacher readiness is the primary determinant of successful KBC implementation. Effective reduction of symbolic violence requires a shift from technical curriculum compliance to a deeper emotional and spiritual transformation of the educator.
BRIDGING WESTERN LEARNING THEORIES AND ISLAMIC EDUCATIONAL PHILOSOPHY: A PHENOMENOLOGICAL INQUIRY INTO KURIKULUM BERBASIS CINTA Fathurohim; Muhamad Habib; Ahmad Maliki; Imam Tobroni
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2771

Abstract

Contemporary educational discourse often faces a dichotomy between rigid behavioral measurement and fluid humanistic development, frequently neglecting the spiritual-emotional essence in Islamic contexts. This study explores the philosophical and practical integration of Behaviorism, Constructivism, and Humanism within the framework of a "Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta) from the perspective of Islamic educational philosophy. The primary purpose of this research is to investigate how Islamic education teachers perceive and implement this synthesis to bridge modern Western pedagogical theories with traditional Islamic values. Employing a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), the study gathered data through in-depth interviews with educators selected for their commitment to compassionate pedagogy. The results indicate that "Love" serves as the foundational bridge, where Behaviorism is reinterpreted as Uswah (exemplary habituation), Constructivism is manifested through Tafakkur (reflective meaning-making), and Humanism is grounded in the honoring of Fitrah (innate potential). The study concludes that a Love-Based Curriculum offers a robust philosophical framework that transcends mere instructional techniques, positioning the teacher as a Murabbi who harmonizes psychological efficiency with spiritual depth. This research suggests that such a synthesis is essential for creating a holistic educational environment that fosters both intellectual competence and moral integrity in the modern era
Penguatan Pemahaman Calon Guru PAI Dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Sarno Hanipudin; Lastri Khasanah; Muhamad Habib
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v6i1.15836

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Dengan demikian menjadi tantangan tersendiri bagi guru sebagai pelaksana kurikulum untuk menjabarakan dan mengimplementasikan dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman dan penguatan wawasan tantangan apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran kurikulum merdeka.  Kegiatan menggunakan model seminar dengan metode ceramah dengan penguat tanya jawab dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta menunjukan tingkat pemahaman yang baik setelah selesai mengikuti kegiatan, serta peserta lebih siap dalam menghadapi tantangan dalam pembelajaran kurikulum merdeka.