Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT KH. HASYIM ASY’ARI Lastri Khasanah
QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 2 (2020): QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/qlm.v1i2.33

Abstract

KH. Hasyim Asy'ari is a Scholar, founder of the Tebuireng pesantren, and founder of NU (Nahdlatul Ulama), the largest religious organization in Indonesia. He pays attention to education very much. KH. Hasyim Asy'ari suggests education is very important for human for becoming dignified and noble, and creating a cultured and ethical society. The concept of thinking in education includes the virtues of science and scientists, the importance of teaching and learning, ethics that must be considered in teaching and learning namely the ethics of a student towards a teacher, the ethics of a student towards a lesson and the things that must be followed with the teacher, and the ethics of the teacher in teaching. His educational thinking has changed the face of pesantren which seems to be traditionally only focused on religious knowledge, into a form of pesantren that open and accepting a change. The renewal carried out is by introducing the madrasah learning system and incorporating general education in addition to religious education.
Revitalisasi Karakter Peserta Didik Dalam Pemikiran Kh. Hasyim Asy’ari Sarno Hanipudin; Lastri Khasanah; Reza Maulana
QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 2 (2021): QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/qlm.v2i2.88

Abstract

The problelmatika that occurs in the school environment, especially with regard to students, has invited the concerns of many circles. Violence that was previously the object of the learner, is now reversed, the perpetrator is the learner himself. Not to mention religious issues, it is almost difficult to find students who try to identify themselves as 'santri' who put forward 'anggah ungguh', the portrait recorded precisely what happened is the opposite.Looking at this phenomenon, it is necessary to revitalize the character of learners from various aspects. The author sees, a lot of religious literacy that can be used as a reference, one of which is KH. Hasyim Asy'ari. This research tries to present kh thinking. Hasyim Asy'ari is contained in the books he wrote about the character of the learners
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Anak Usia Dini Lastri Khasanah
QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 1 (2021): QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/qlm.v2i1.53

Abstract

Early childhood is a time of character and personality building. It is very important to instill religious values when children are easy to accept or respond to something through expressions, speech, five senses, and even experiences. The development of religion in early childhood occurs through life experiences that are acquired since childhood both in the family, in the school environment, and in the community. Children begin to know God through the words and actions of those around them. Important Islamic values are instilled in early childhood in the form of faith values, worship values, and moral values. While the methods can be applied in the internalization of Islamic values include exemplary methods, habituation methods, story methods, and field trips.
AKULTURASI AGAMA DAN BUDAYA LOKAL Lastri Khasanah
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 2, No 02 (2022): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.311 KB) | DOI: 10.57210/trq.v2i02.171

Abstract

Jauh sebelum Islam datang masyarakat Indonesia khususnya Jawa telah berkembang tradisi dan budaya yang berasal dari pengaruh kepercayaan animisme, dinamisme, Hindu dan Budha. Ketika Islam menyebar ke Indonesia, Islam tidak bisa lepas dari tradisi dan budaya lokal yang sudah ada, bahkan terjadi proses interaksi antar keduanya. Pertemuan dan perpaduan antara Islam dan budaya lokal tersebut menimbulkan proses akulturasi, dan melahirkan tradisi-tradisi Islami yang hingga saat ini masih dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama Jawa. Hal ini terjadi karena antara Islam dan budaya lokal tidak ditempatkan dalam posisi yang bertentangan, akan tetapi ditempatkan dalam kerangka dialog kreatif sehingga terjadi transformasi didalamnya yang pada akhirnya akan menghasilkan perpaduan yang selaras antara Islam dan budaya lokal
Membangun Kesadaran Berbangsa Melalui Pemutaran Film Sejarah Nasional Bagi Masyarakat Desa Kujangsari Kota Banjar Hanipudin, Sarno; Mulyani, Sri; Habib, Muhammad; Subki, Taqiyudin; Khasanah, Lastri; Nurrohmah, Melita
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 6 No 1 (2024): 2024 Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tarsius.v6i1.682

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan fakta bahwa kesadaran berbangsa perlu untuk dipelihara dikalangan masyarakat dan jiwa nasionalisme perlu dipupuk untuk menjaga kebanggaan dalam berbangsa dan bernegara, dengan tumbuhnya nasionalisme maka rasa persatuan dan kesatuan dalam bernegara akan tetap terjaga. Pengabdian ini memiliki urgensi yang sangat kontributif dalam meningkatkan spirit solidaritas dan persatuan dikalangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memupuk pemahaman pentingnya mengingat sejarah sebagai bekal mewujudkan kehidupan yang rukun dikalangan masyarakat, serta meningkatkan semangat gotong ronyong dalam membangun kepribadian bangsa. Metode pengabdian yang dilaksanakan adalah dengan metode pemutaran film sejarah nasional G30S/PKI secara terbuka dengan LCD Proyektor. Melalui kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki keinginan kolektif mengingat sejarah sebagai cermin dan bekal kehidupan sekarang. Kedua, mereka tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, karena mereka tahu bahwa film sejarah memiliki nilai penting bagi kehidupan berbangsa untuk di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, adanya keinginan untuk mewujudkan kehidupan rukun dan harmonis dengan cara meningkatkan toleransi diantara masyarakat.
PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI LOOSE PARTS UNTUK OPTIMALISASI PEMBELAJARAN ANAK DI RA MA’ARIF 02 CIGINTUNG DESA ADIMULYA KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP Khasanah, Lastri; Fitrianingsih, Yuni; Nur Latifah, Umi; Soraya, Cindy; Nurfauzi, Dicky; Akmal Ismawan, Muhammmad
SIKAMA : Sinergi Akademisi dan Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal SIKAMA
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sikama.v3i2.648

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah pedesaan seringkali menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses terhadap media pembelajaran yang inovatif dan relevan. Hal ini berpotensi menghambat optimalisasi perkembangan anak, termasuk kreativitas dan kemandirian. Proyek pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan mengoptimalkan pembelajaran di RA Ma’arif 02 Cigintung Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, melalui pemanfaatan bahan alam sebagai media loose parts. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), sebuah pendekatan kolaboratif yang menempatkan guru dan komunitas sebagai mitra aktif dalam siklus perencanaan, aksi, dan refleksi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang intensif berhasil meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam merancang media loose parts dari bahan alam lokal. Implementasi di kelas berdampak positif pada anak, yang menunjukkan peningkatan antusiasme, kreativitas, kemandirian, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Program ini membuktikan bahwa pendekatan yang berpusat pada pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah dapat menjadi model yang efektif, hemat biaya, dan berkelanjutan untuk lembaga PAUD di daerah pedesaan. Kata kunci: Loose parts; Bahan alam; Pembelajaran anak usia dini; PAR; Wanareja.
ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT STRATEGY IN OPTIMIZING THE ROLE OF PEER COUNSELORS TO PREVENT CYBERBULLYING Frendi Fernando; Sri Mulyani; Lastri Khasanah; Fibriana Miftahus Sa'adah; Noneng Siti Rosidah; Lia Nur Khotijah
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2505

Abstract

The phenomenon of cyberbullying in Islamic education environments has become increasingly concerning due to the rapid digitalization among young students. Islamic education management must not only focus on cognitive aspects but also protect students' mental health from the threat of digital aggression. This study aims to examine the role of peer counselors in preventing cyberbullying in madrasas through a management approach based on Islamic counseling. Using a mixed-methods approach, this research collects both quantitative and qualitative data to evaluate the effectiveness of the peer counselor role and the managerial strategies implemented. The results show that the role of peer counselors, trained with noble character values and digital literacy, is effective in reducing cyberbullying cases by 43%. This approach proves to be more adaptive compared to traditional counseling methods, given the intense interactions among students and shared communication language. The study suggests the importance of a more organized managerial structure in empowering peer counselors to create a safe and ethically sound digital ecosystem in Islamic educational settings
Manajemen PERTALITE (Permainan Tradisional Berbasis Literasi) Tumbuhkan Generasi Rahmatan Lil Alamin Lastri Khasanah; Suratiyah; Vivit Andianingsih; Nur Qonita Khamidah
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5964

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Manajemen PERTALITE program (Traditional Game-Based Literacy to Foster Rahmatan Lil ‘Alamin Generation) through modified traditional games at RA Masithoh Bantar and to identify its benefits for early childhood development. This study employed a qualitative descriptive approach involving teachers and Group B students of RA Masithoh Bantar as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that modified traditional games such as marbles, congklak, and sundamanda improved children’s early numeracy literacy, fine motor skills, gross motor skills, social-emotional abilities, communication skills, and Islamic character development. Traditional game-based learning also created an active, enjoyable, and meaningful learning atmosphere for early childhood learners. Furthermore, this program served as a form of local cultural preservation integrated with Islamic character education and numeracy literacy. Therefore, modified traditional games can be used as an innovative learning strategy in early childhood education.
Efektivitas Kelompok Kerja Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI SD Di Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Sarno Hanipudin; Lastri Khasanah; Muhamad Habib; Ahmad Syaehu Umam Muttaqin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v9i1.14421

Abstract

This study aims to determine: (1) What are the activities of the Islamic Religious Education (PAI) Teacher Working Group (KKG) in Wanareja Sub-District in improving the quality of PAI learning in elementary schools. (2) The process of PAI learning in Wanareja Sub-District. (3) Is the Islamic Religious Education (PAI) Teacher Working Group (KKG) activities in Wanareja Sub-District effective in improving the quality of PAI learning in elementary schools.This study is a field research with a quantitative approach. The total population in this study consisted of 42 elementary school PAI teachers who participated in the KKG. There are two variables in this study: the independent variable (x) and the dependent variable (y). In the data collection process, the researcher used observation, interviews, documentation, and questionnaires.
Penguatan Pemahaman Calon Guru PAI Dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Sarno Hanipudin; Lastri Khasanah; Muhamad Habib
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v6i1.15836

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Dengan demikian menjadi tantangan tersendiri bagi guru sebagai pelaksana kurikulum untuk menjabarakan dan mengimplementasikan dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman dan penguatan wawasan tantangan apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran kurikulum merdeka.  Kegiatan menggunakan model seminar dengan metode ceramah dengan penguat tanya jawab dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta menunjukan tingkat pemahaman yang baik setelah selesai mengikuti kegiatan, serta peserta lebih siap dalam menghadapi tantangan dalam pembelajaran kurikulum merdeka.