Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Sistem Keuangan Digital, Literasi Keuangan, Dan Akses Permodalan Terhadap Kinerja Keuangan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Di Kalimantan Selatan Muhammad Rizalun Nashoha; Tesdiq Prigel Kaloka; Hamrani Hamrani
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem keuangan digital, literasi keuangan, dan akses permodalan terhadap kinerja keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 136 responden UMKM yang dipilih melalui stratified random sampling dari tiga wilayah utama Kalimantan Selatan. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS v4.0. Evaluasi model pengukuran menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria outer loading > 0,70, AVE > 0,50, Composite Reliability > 0,70, dan HTMT < 0,90. Hasil pengujian model struktural melalui bootstrapping (5.000 subsampel) menunjukkan bahwa: (1) sistem keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM (β=0,412; T=4,872; p<0,01); (2) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan (β=0,318; T=3,614; p<0,01); (3) akses permodalan berpengaruh positif dan signifikan (β=0,276; T=3,187; p<0,01); dan (4) ketiga variabel mampu menjelaskan 69,8% variasi kinerja keuangan UMKM (R²=0,698; Q²=0,387). Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan terpadu yang mengintegrasikan literasi digital keuangan dengan program pembiayaan inklusif untuk mendorong ketahanan ekonomi UMKM di Kalimantan Selatan.
Digital Piety: Reorienting Habl Min An-Nas Within The Social Media Ecosystem In The Era Of The Industrial Revolution 5.0 Fahriah Fahriah; Fahmi Hamdi; Salamah Salamah; Hamrani Hamrani
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1934

Abstract

Memasuki era Revolusi Industri 5.0, kemajuan teknologi digital telah secara dinamis merestrukturisasi pola interaksi sosial dan praktik keagamaan masyarakat modern. Munculnya fenomena spiritualitas ujung jari (fingertip spirituality) menandai pergeseran otoritas keagamaan dari ruang fisik tradisional menuju ekosistem digital yang bersifat instan dan on-demand. Namun, keterbukaan arus informasi ini juga memicu tantangan etika virtual berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber yang mengancam harmoni sosial. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan konsep Kesalehan Digital sebagai bentuk reorientasi teoretis terhadap makna habl min An-Nas (hubungan antarmanusia) dalam ekosistem media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang menggunakan teknik analisis isi (content analysis) terhadap literatur fundamental kesalehan sosial dan dokumen riset kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesalehan digital adalah manifestasi iman yang kokoh, di mana ketaatan ritual (habl min Allah) menyatu dengan tanggung jawab moral di ruang publik virtual. Implementasi prinsip tabayyun (verifikasi informasi) berdasarkan QS. Al-Hujurat ayat 6 dan internalisasi adab bermedia menjadi parameter utama dalam menjaga integritas informasi serta stabilitas sosial. Fenomena ini melahirkan identitas "Digital Santri" yang mampu melakukan negosiasi iman secara bijak antara otoritas tradisional dan otoritas virtual. Kajian ini merekomendasikan pentingnya integrasi literasi digital religius dalam kurikulum pendidikan sebagai instrumen preventif guna mewujudkan masyarakat virtual yang beradab di era Masyarakat 5.0.
The Integration of the Iqra Paradigm and the Value of Tabayyun: Strengthening Character-Based Digital Literacy to Counter Misinformation on Social Media Fahriah Fahriah; Hidayat Ma'ruf; Husul Yaqin; Hamdan Hamdan; Hamrani Hamrani
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1945

Abstract

The massive spread of hoaxes and disinformation on social media in the digital age poses serious challenges to literacy, communication ethics, and religious authority. Conventional models of digital literacy are considered inadequate because they focus more on technical aspects and pay less attention to character development and spiritual values. This study aims to reconstruct the Iqra paradigm and the value of Tabayyun as a model of Islamic digital literacy to address disinformation in cyberspace. The study employs a qualitative approach using library research. The primary data sources are drawn from the Qur’an, specifically Surah Al-‘Alaq, verses 1–5, and Surah Al-Hujurat, verse 6, as well as various exegetical works and studies on digital literacy. Data analysis was conducted using a thematic exegesis (tafsir maudhu’i) approach and thematic analysis. The results indicate that the Iqra’ paradigm serves as the foundation for critical thinking in understanding and analyzing information, while Tabayyun functions as a verification mechanism through the validation of sources (sanad), content accuracy (dhabt), and consideration of social impact (maslahah). The integration of these two concepts forms a character-based digital literacy model that emphasizes the values of shidq, amanah, adl, and iffah in digital behavior. This study recommends strengthening digital literacy in Islamic Religious Education through curriculum reorientation, enhancing teachers’ digital competencies, and building an ethical and responsible digital ecosystem.