Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Sistem Verifikasi HAKI Digital Berbasis Teknologi Blockchain pada Jaringan Polygon Eki Saputra; Rezki Diwanti Suci Lestari; Muhamad Taufik Ulhakim; Farah Nadira Noer
Digital Transformation Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Periode Maret 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v6i1.8995

Abstract

Pemalsuan dokumen kekayaan intelektual, khususnya sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), merupakan permasalahan serius yang mengancam integritas sistem perlindungan inovasi di Indonesia. Penelitian ini mengembangkan dan menguji-coba sebuah prototipe sistem verifikasi dan penyimpanan nomor HAKI berbasis teknologi blockchain menggunakan jaringan Polygon sebagai infrastruktur utama. Jaringan Polygon dipilih karena merupakan Layer-2 solution yang secara teoretis menawarkan biaya transaksi (gas fee) hingga 99,9% lebih rendah dibandingkan Ethereum Layer-1, kecepatan pemrosesan blok hingga 6x lebih cepat (2-3 detik vs 12-15 menit), dan skalabilitas hingga 233x lebih tinggi (7.000+ TPS vs 15-30 TPS). Sistem memanfaatkan Smart Contract berbasis Solidity untuk mengotomatisasi proses pencatatan, validasi, dan verifikasi nomor HAKI secara terdesentralisasi. Pengujian deployment pada Polygon mainnet membuktikan bahwa transaksi pencatatan HAKI berhasil dieksekusi dan dikonfirmasi jaringan dengan biaya aktual di bawah $0,005 per transaksi, konsisten dengan estimasi efisiensi biaya hingga 99,9% dibandingkan Ethereum L1. Berdasarkan biaya per-transaksi terukur tersebut, proyeksi untuk skala operasional 100.000 HAKI/tahun menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga 98,94% (dari estimasi Rp41,18 miliar menjadi sekitar Rp435 juta per tahun). Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan dan pembuktian konsep (proof of concept) prototipe sistem verifikasi HAKI berbasis blockchain dengan optimasi Layer-2 yang telah diuji pada jaringan produksi (mainnet), analisis komparatif kuantitatif tentang keunggulan Layer-2 solutions dibanding Layer-1 untuk aplikasi document verification, dan rancangan arsitektur smart contract otomatis yang berpotensi mengeliminasi perantara dalam proses verifikasi dokumen. Pengujian pada volume transaksi skala besar serta pengukuran akurasi dan kecepatan verifikasi secara empiris pada kondisi operasional nyata masih diperlukan sebagai penelitian lanjutan sebelum implementasi penuh pada skala nasional.
Produksi Briket dari Karbon Aktif Serbuk Kayu Mahoni melalui Variasi Temperatur Aktivasi untuk Energi Terbarukan Muhamad Taufik Ulhakim; Ade Suhara; Nafisa Rizki Maulida; Farah Nadira Noer; Bella Kharisma; Annissa Novalinda Al-Mi’raj; Rezki Diwanti Suci Lestari; Desti Martina
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.143

Abstract

Limbah serbuk kayu mahoni (Swietenia mahagoni) memiliki kandungan karbon yang tinggi, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan bakar padat bernilai tambah masih terbatas. Selain itu, hubungan antara temperatur aktivasi, struktur karbon, karakteristik proksimat, dan performa pembakaran briket belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur aktivasi terhadap karakteristik karbon aktif berbasis serbuk kayu mahoni dan kualitas briket yang dihasilkan. Serbuk kayu dikarbonisasi, diimpregnasi menggunakan H3PO4 dengan rasio 1:3 (b/v), kemudian diaktivasi selama 2 jam pada temperatur 600, 700, dan 800 °C. Karbon aktif hasil aktivasi dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), sedangkan briket yang dibuat dari karbon aktif tersebut diuji melalui analisis proksimat, pengukuran nilai kalor, laju pembakaran, dan lama pembakaran. Hasil XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel karbon aktif memiliki struktur karbon amorf dengan puncak lebar pada 2θ sekitar 24-26° serta kecenderungan peningkatan keteraturan struktur pada temperatur aktivasi yang lebih tinggi. Peningkatan temperatur aktivasi dari 600 menjadi 800 °C menyebabkan penurunan kadar air briket dari 6,80% menjadi 3,70%, kadar zat terbang dari 25,80% menjadi 17,40%, dan laju pembakaran dari 0,113 menjadi 0,093 g/menit. Sebaliknya, peningkatan temperatur aktivasi menyebabkan kenaikan kadar abu dari 5,10% menjadi 10,20%, karbon terikat dari 62,30% menjadi 68,70%, nilai kalor dari 4.253 menjadi 4.768 kal/g, dan lama pembakaran dari 41,8 menjadi 54,9 menit. Dengan demikian, temperatur aktivasi 800 °C menghasilkan kinerja pembakaran terbaik, yaitu nilai kalor dan karbon terikat tertinggi, laju pembakaran terendah, serta durasi terpanjang, meskipun kadar abu meningkat.