Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI POLIMER ZEIN DARI CORN GLUTEN MEAL SEBAGAI SENYAWA HIDROFOBIK PADA KAIN KAPAS Desti Martina; Noerati Noerati; Doni Sugiyana
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.7788

Abstract

Penelitian tentang biopolimer dalam bidang industri semakin meningkat, seiring dengan  perhatian terhadap  masalah lingkungan. Salah satu biopolimer yang cukup menarik perhatian adalah Zein. Zein merupakan protein prolamina yang diperoleh dari tepung jagung. Zein bersifat hidrofobik dan memiliki kemampuan dibuat film, dan telah digunakan dalam bidang teknologi pangan sebagai pengemas makanan. Pada penelitian ini zein diekstraksi dari Corn Gluten Meal (CGM) hasil produk samping pengolahan jagung. Isolasi zein dari CGM menggunakan alkohol 70% NaOH dan NaHSO3 selama 2 jam pada suhu 60oC menghasilkan kadar protein zein sebanyak 70,36%. Spektrum FT-IR zein hasil isolasi menunjukkan puncak serapan pada bilangan gelombang 1690 cm-1 dan 1490 cm-1 yang merupakan puncak serapan amida I dan II. Zein hasil isolasi diaplikasikan pada kain kapas dengan metode pad dry cure pada suhu 150oC selama 2 menit,  dengan berbagai variasi konsentrasi: 0, 25, 50, 75, 100, dan 125 g/L. Hasil pengujian tetesan air menunjukkan naiknya konsentrasi zein, menghasilkan waktu serap kain kapas yang lebih lambat. Hasil optimum dipilih pada konsentrasi zein sebesar 100 g/L menghasilkan waktu serap sebesar  325 detik. Pengujian sudut kontak kain yang mengalami perlakuan zein 100g/L  memiliki sudut kontak sebesar 128o. Hasil tersebut menunjukkan kain bersifat hidrofobik. Dengan demikian polimer zein berpotensi untuk  dikembangkan sebagai zat penyempurnaan tolak air pada kain kapas.
PENGARUH PENGGUNAAN ZAT AKTIF PERMUKAAN KATIONIK POLYQUATERNARY AMMONIUM UNTUK MENINGKATKAN KETUAAN DAN KETAHANAN LUNTUR WARNA HASIL PENCELUPAN KAIN KAPAS DENGAN ZAT WARNA REAKTIF Desti Martina; Nafisa Rizki Maulida; Rr. Wiwiek Eka Mulyani
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.04

Abstract

Kain berbahan dasar serat kapas banyak dimanfaatkan dalam industri tekstil karena memiliki sifat nyaman dipakai, higroskopis, sirkulasi udara yang baik, serta bersifat biodegradable dan ramah lingkungan. Serat kapas tersusun terutama oleh selulosa yang memiliki gugus hidroksil (–OH) sehingga memungkinkan terjadinya interaksi kimia dengan berbagai jenis zat pewarna, khususnya zat warna reaktif. Zat warna reaktif mampu membentuk ikatan kovalen dengan gugus hidroksil pada serat kapas, yang menghasilkan warna cerah serta ketahanan luntur yang baik. Namun, efektivitas proses fiksasi zat warna sangat dipengaruhi oleh kondisi pencelupan, terutama pH larutan dan interaksi antara zat warna dan serat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan afinitas zat warna terhadap serat adalah melalui penambahan zat aktif permukaan kationik berbasis polyquaternary ammonium, yang bekerja melalui interaksi elektrostatik antara serat dan zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan zat aktif permukaan kationik terhadap ketuaan warna serta ketahanan luntur warna terhadap pencucian dangosokan.