Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN, PROGRAM CANVA DAN TIKTOK : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KINERJA GURU ERA DIGITAL Lestari, Prembayun Miji; Irawati, Retno Purnama; Mujimin, Mujimin; Siminto, Siminto; Duaty, Indira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.35068

Abstract

Perkembangan teknologi digital utamanya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, disingkat AI) sangat melesat saat ini. Perubahan teknologi besar yang memberikan peluang positif bagiproduktivitas kinerja, tentu berdampak pada SDM (Sumber Daya Manusia) di berbagai lini untuk beradaptasi. Penggunaan media sosial dan AI khususnya bagi para guru menjadi tuntutan penting guna menunjang kinerja dan performa profesional. Para guru perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait ini, mengingat di lapangan masih banyak yang mengalami gagap teknologi(gaptek) dan kurang up date mengikuti inovasi teknologi terbaru. Sementara para siswa generasi saat ini tumbuh berkembang dengan teknologi digital, media sosial, smartphone, dan internet dalamkeseharian. Berangkat dari kondisi tersebut, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuanmeningkatkan literasi digital dan produktivitas kinerja para guru di Kabupaten Klaten melalui pelatihanpemanfaatan teknologi AI, program Canva, dan Tiktok. Program pengabdian ini dipilih lantaran para guruyang dijadikan sasaran pengabdian mengalami kendala menggunakan aplikasi teknologi digital berbasis AI, program Canva, dan Tiktok. Selain itu masih terbatas pengetahuan para guru memanfaatkan teknologi terkait, sementara keterampilan itu menjadi kebutuhan pokok zaman sekarang. Berdasarkan analisis situasi,permasalahan, dan kebutuhan mitra, dapat disimpulkan kegiatan ini sangat penting dilakukan. Teknis pelaksanaan pengabdian dilakukan dua kali: 1) penyampaian materi, diskusi, dan praktik pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, program canva, dan Tiktok; 2) pendampingan praktik pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, program Canva, dan Tiktok. Hasil evaluasi menunjukkan setelah pelatihan, para guru mampu memanfaatkan teknologi IA, menggunaan program Canva dan Tiktok dengan lebih maksimal.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SI POHUNG (SINAU MAWI PODCAST UNGGAH-UNGGUH) BERBASIS PjBL ELEMEN BERBICARA BAGI SISWA SMA Rahmah, Fitri Nofiana; Yuwono, Agus; Mujimin, Mujimin
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24317

Abstract

Kesulitan siswa dalam berbicara menggunakan unggah-ungguh bahasa Jawa menjadi latar belakang pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan siswa dan guru terhadap model pembelajaran, untuk membuat konsep model pembelajaran berbasis proyek, dan untuk mengetahui hasil uji validasi ahli model dan ahli materi. Model yang digunakan adalah penelitian RD teori sugiyono yang dibatasi hanya sampai 5 langkah. Data yang digunakan antara lain, data kebutuhan siswa dan guru terhadap model pembelajaran, data penilaian dan saran dari validasi ahli model serta ahli materi. Terdapat 32 siswa kelas XI di SMA Negeri 14 Semarang dan dua ahli validator yang menjadi subjek penelitian. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan melalui observasi awal, wawancara dan penyebaran angket. Instrument yang digunakan diambil dari beberapa sumber yang diformulasikan menjadi satu. Teknik kualitatif dan kuantitatif digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil analisis kebutuhan guru dan siswa menunjukan perlu adanya inovasi pada model pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik peserta didik, yakni praktik secara langsung. Hasil konsep model pembelajaran SI POHUNG berdasarkan pada 6 komponen model pembelajaran. Hasil validasi ahli model dan materi menunjukan bahwa model SI POHUNG valid berdasarkan rata-rata dari kedua ahli dengan presentase 81%, sehingga pengembangan model SI POHUNG dikatakan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Structure Register of Javanese Preachers in Social Media Miji Lestari, Prembayun; Mujimin, Mujimin; Nugroho, Yusro Edy; Irawati, Retno Purnama
International Journal of Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ijms.v3i4.3899

Abstract

Language variations that correlate with social variations in society are interesting and important studies to do. One of the social variations that shows the dynamics of language is the use of Javanese by religious preachers. This study aims to describe and classify the structure and characteristics of registers used by Javanese preachers in social media. The theory used is the language register theory from Halliday and discourse structure. The source of the data comes from the utterances of Javanese-language preachers on Youtube, especially on the Anza channel. KH. Anwar Zahid. The research was conducted using a descriptive qualitative approach. The process of collecting data through observation and listening methods with note-taking techniques. The research data is in the form of words containing registers that show the structure and characteristics of Javanese preachers on YouTube social media. The results of the study show that there is a structure and register characteristics used by Javanese preachers on social media, especially on the anza channel KH. Anwar Zahid. The structure of the register of Javanese-language preachers on the social media Youtube channel KH. Anwar Zahid can be seen in the opening structure, content or core structure, and closing structure. Each of these structures has a register shape that is not the same. The structure of the registers of Javanese preachers studied show that dominant vocabulary or discourse related to Islamic religion emerges and Javanese culture. In addition, it was found that there were specific greeting words, unique abbreviations, humor or jokes that showed the closeness between the congregation and the preacher, namely KH. Anwar Zahid.