p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Sinaga, Citra Dewi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DALAM UMPASA BATAK TOBA Sinaga, Citra Dewi; Butar-Butar, Ningrum Melati; Situmorang, Roberta Veronika; Celia, Najwah Laras; Sinaga, Yuni Astika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.946

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam umpasa Batak Toba, sastra lisan yang digunakan dalam berbagai ritual adat (seperti pernikahan, manulangi, dan mangokkar holi) sebagai media pewarisan nilai-nilai luhur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Pendekatan ini dipilih karena peneliti bertujuan meneliti kondisi objek yang alamiah, yaitu teks umpasa Batak Toba. Sesuai dengan sifat kualitatifnya, data yang dianalisis adalah data verbal berupa kata-kata dari teks-teks umpasa tersebut.  Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Analisis data dilakukan secara induktif melalui teknik semantik dan semiotik. Teknik ini krusial untuk mengungkap secara mendalam dan interpretatif arti simbol-simbol budaya yang terkandung dalam umpasa. Hasil analisis menunjukkan umpasa berfungsi sebagai fondasi penanaman nilai kelembutan hati, harmoni, tanggung jawab, dan penghormatan leluhur. Dengan fokus pada metode kualitatif, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang warisan budaya lisan Batak Toba.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM PIDATO MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI SADEWA: KAJIAN PRAGMATIK Salsabila, Amanda Putri; Sinaga, Citra Dewi; Lase, Thessa Novianti; Sinaga, Cristine Fitta Homasan
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1071

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur yang dimuat dalam pidato perdana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan pendekatan pragmatik, fokus pada bentuk ilokusi, fungsi sosialnya, dan konteks komunikasi yang menyertai tutur tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif; data primer berupa rekaman video pidato yang dianalisis melalui transkripsi, identifikasi tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), dan klasifikasi menurut teori Searle serta pemaknaan konteks menurut model SPEAKING. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Menkeu didominasi oleh tindak ilokusi asertif dan direktif yang berfungsi untuk menyampaikan data kebijakan fiskal dan mengajak publik serta pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam upaya stabilitas ekonomi; tindak komisif dan ekspresif juga muncul sebagai strategi legitimasi dan empati. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa strategi tindak tutur pada pidato pejabat keuangan memadukan fungsi edukatif-informatif dan persuasif untuk membentuk kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal (fiscal policy) adalah istilah dalam ekonomi yang merujuk pada kebijakan pemerintah dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran negara untuk mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.
KONTRUKSI REALITAS KELANGKAAN BBM DALAM BERITA STOK BBM LANGKA SPBU DISERBU: ANALISIS WACANA TEUN A. VAN DIJK Sinaga, Citra Dewi; Tampubolon, Hanna Giovanni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi realitas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam pemberitaan media dengan judul “Stok BBM Langka, SPBU Diserbu” menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Media massa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman masyarakat melalui bahasa dan struktur berita yang digunakan. Oleh karena itu, berita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun makna tertentu terhadap suatu peristiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kualitatif, dengan mengkaji teks berita berdasarkan tiga dimensi analisis Van Dijk, yaitu struktur makro, superstruktur, dan mikrostruktur. Struktur makro digunakan untuk mengidentifikasi tema utama berita, superstruktur untuk melihat susunan dan penekanan informasi, serta mikrostruktur untuk menganalisis pilihan kata dan gaya bahasa yang digunakan media. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberitaan mengenai kelangkaan BBM cenderung menonjolkan narasi krisis dan kepanikan publik melalui pemilihan judul, diksi, dan penyusunan informasi. Hal tersebut berkontribusi dalam membentuk persepsi masyarakat bahwa kondisi kelangkaan BBM merupakan masalah serius dan mendesak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media berperan akdalam mengonstruksi realitas sosial terkait isu kelangkaan BBM melalui praktik wacana yang digunakan.
STRATEGI MITOS DALAM MEMBENTUK HARAPAN DAN KEGAGALAN: KAJIAN ROLAND BARTHES PADA NOVEL ORANG-ORANG BIASA Sinaga, Citra Dewi; Celia, Najwah Laras; Purba, Hotma Uhur; Salsabila, Amanda Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1395

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis strategi mitos dalam membentuk harapan dan kegagalan pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dengan menggunakan semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang merepresentasikan kehidupan masyarakat marginal dalam novel. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan tokoh-tokoh dari kelas sosial bawah yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Makna denotatif menampilkan kemiskinan, perjuangan, dan kegagalan hidup, sedangkan makna konotatif menunjukkan adanya ketertindasan sosial, kepasrahan, dan solidaritas kelompok marginal. Pada tingkat mitos, ditemukan pandangan bahwa kegagalan dan keterbatasan dianggap sebagai bagian alami dari kehidupan masyarakat kecil, sementara pendidikan diposisikan sebagai jalan perubahan sosial.