Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Luas Areal Perkebunan Kopi dan Produksi Kopi terhadap Volume Ekspor Kopi Indonesia Tahun 2004-2023 Winny Agustin Br Sembiring; Sinta Marito Haloho; Christin Natasya Br Surbakti; Fitrawaty Fitrawaty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas areal perkebunan kopi dan produksi kopi terhadap volume ekspor kopi Indonesia selama periode 2004-2023. Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang berperan penting dalam perekonomian nasional karena menjadi sumber pendapatan petani, bahan baku industri, dan penyumbang devisa melalui kegiatan ekspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik, yaitu Statistik Kopi Indonesia 2023. Variabel penelitian meliputi luas areal perkebunan kopi, produksi kopi, dan volume ekspor kopi Indonesia. Analisis dilakukan dengan menyusun data tahunan, menyajikannya dalam tabel dan grafik, serta menafsirkan pola perkembangan setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas areal perkebunan kopi Indonesia mengalami fluktuasi, namun relatif stabil dalam jangka panjang. Produksi kopi juga berfluktuasi, tetapi secara umum menunjukkan kecenderungan meningkat, terutama setelah tahun 2016 dan mencapai titik tertinggi pada tahun 2021 sebesar 786.191 ton. Sementara itu, volume ekspor kopi Indonesia mengalami perubahan yang cukup besar, dengan capaian tertinggi pada tahun 2013 sebesar 534.023 ton dan penurunan pada tahun 2018 serta 2023. Temuan penelitian menunjukkan bahwa luas areal perkebunan dan produksi kopi berpengaruh terhadap volume ekspor kopi Indonesia, meskipun hubungan tersebut tidak selalu langsung karena ekspor juga dipengaruhi harga kopi dunia, kualitas produk, permintaan pasar internasional, nilai tukar, dan kebijakan perdagangan. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas, kualitas, pengelolaan perkebunan, dan strategi pemasaran internasional perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing ekspor kopi Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, perluasan pasar, peningkatan nilai tambah, dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Analisis Manajemen Sekolah Berbasis Studi Kasus di SMK Negeri 11 Medan: Tinjauan terhadap Bidang Garapan Manajemen Peserta Didik dan Pendidik Yusrina Yusrina; Rizka Fauziah; Evifanie Simbolon; Christin Natasya Br Surbakti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9369

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen sekolah di SMK Negeri 11 Medan melalui studi kasus yang difokuskan pada manajemen peserta didik serta manajemen pendidik dan tenaga kependidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap guru dan peserta didik. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, sedangkan keabsahan temuan diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan peserta didik menghadapi permasalahan berupa rendahnya motivasi belajar, kondisi kelas yang kurang tertib, metode pembelajaran yang cenderung monoton, serta belum tersedianya jalur prestasi dalam penerimaan peserta didik baru. Pada bidang pendidik dan tenaga kependidikan, kendala utama meliputi belum optimalnya fungsi Bursa Kerja Khusus, Unit Produksi dan Jasa, serta unit hubungan industri, terbatasnya koordinasi kelembagaan, dan minimnya kemitraan aktif dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Kondisi tersebut menghambat penguatan kompetensi praktis peserta didik dan dukungan terhadap penempatan lulusan. Penelitian menegaskan bahwa peningkatan efektivitas manajemen sekolah memerlukan pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual, pemetaan kebutuhan belajar siswa, pembagian tugas kelembagaan yang jelas, pengembangan kompetensi guru, serta kemitraan industri yang dilaksanakan melalui program kerja terukur. Rekomendasi penelitian mencakup pengaktifan kembali unit-unit strategis sekolah, pengembangan pembelajaran berbasis proyek, evaluasi berkala terhadap manajemen peserta didik, dan penyusunan sistem kemitraan yang berorientasi pada kompetensi serta keterserapan lulusan.