Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Senam Yoga untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Lansia: Literature Review Robiatun Amaliyah Ranti; Vally Priscillia Latuputty; Prasanna Dwianda Nugraha; Mayer Naebod Donald; Tsabitah Ayu Nismara
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12029

Abstract

Kualitas tidur merupakan salah satu aspek penting yang mempengaruhi kesehatan fisik, psikologis, dan kualitas hidup lansia. Seiring bertambahnya usia, lansia sering mengalami gangguan tidur akibat perubahan fisiologis maupun faktor psikososial.  Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah senam yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh senam yoga terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan PICO melalui pencarian artikel pada database Google Scholar dan PubMed. Berdasarkan hasil penelusuran diperoleh 5 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa seluruh penelitian melaporkan adanya peningkatan kualitas tidur setelah pemberian intervensi senam yoga, yang ditandai dengan penurunan skor kualitas tidur serta perbaikan kualitas hidup pada lansia. Hasil menunjukkan bahwa seluruh penelitian melaporkan adanya peningkatan kualitas tidur setelah pemberian intervensi senam yoga, yang ditunjukkan dengan penurunan skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) maupun peningkatan kualitas hidup pada lansia. Program yoga yang paling umum dilaksanakan memiliki frekuensi 2–3 kali setiap minggu, dengan durasi 20–30 menit untuk setiap sesi, berlangsung minimal 3–4 minggu, dengan tingkat intensitas yang ringan hingga sedang. Dapat disimpulkan bahwa senam yoga merupakan intervensi non farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia sehingga dapat direkomendasikan sebagai salah satu program latihan dalam pelayanan fisioterapi geriatri.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Scoliosis : Case Study Dini Nur Alpiah; Krisna Wijaya; Aulia Hafitza Qolbu; Suci Salma Ismawati; Safira Medya Rusdamayanti; Sindy Aulia; Vally Priscillia Latuputty
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61948

Abstract

Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS) merupakan kelainan tulang belakang tiga dimensi yang ditandai dengan kelengkungan lateral disertai rotasi vertebra sehingga dapat menyebabkan gangguan postur, keseimbangan tubuh, dan penurunan kemampuan fungsional. Salah satu intervensi fisioterapi konservatif yang direkomendasikan pada AIS adalah Schroth Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemberian Schroth Exercise terhadap Angle of Trunk Rotation (ATR) pada pasien AIS. Penelitian menggunakan metode studi kasus terhadap tiga pasien AIS berusia 11, 12, dan 15 tahun di RSUP Fatmawati. Intervensi diberikan sebanyak tiga kali pertemuan dengan evaluasi menggunakan Skoliometer untuk mengukur nilai ATR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami penurunan nilai ATR setelah intervensi. Nilai ATR pada An. S.L. menurun dari 8° menjadi 6°, An. S. dari 6° menjadi 4°, dan An. A. dari 7° menjadi 5°. Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan rotasi trunk dan keseimbangan postur setelah pemberian Schroth Exercise. Dengan demikian, Schroth Exercise berpotensi menjadi salah satu intervensi fisioterapi konservatif yang dapat membantu mengurangi rotasi trunk pada pasien AIS. Namun, penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta durasi intervensi yang lebih panjang masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas intervensi ini.