Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Studi Al-Qur'an terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Kontemporer dan Fintech Syariah: Analisis Tematik dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī'ah Khaliza Lutfia; Halimah Basri; Abdul Ghany; Musfirah HR
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12168

Abstract

Transformasi ekonomi digital dan pertumbuhan financial technology (fintech) syariah memerlukan landasan normatif yang tidak hanya memastikan kepatuhan formal, tetapi juga menjaga keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi studi Al-Qur'an terhadap pengembangan ekonomi syariah kontemporer dan fintech syariah melalui perspektif maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode tafsir tematik dan analisis isi. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur'an tentang muamalah, keadilan, amanah, pencatatan transaksi, dan larangan riba, sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, buku, laporan lembaga, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa studi Al-Qur'an membentuk fondasi epistemologis, etis, dan operasional bagi inovasi keuangan digital melalui prinsip tauhid, keadilan, transparansi, tanggung jawab, perlindungan harta, serta larangan riba, gharar, dan maisir. Prinsip tersebut relevan untuk perancangan akad digital, tata kelola syariah, perlindungan konsumen, keamanan data, pembiayaan UMKM, dan perluasan inklusi keuangan. Pendekatan maqāṣid al-syarī'ah juga memperluas ukuran keberhasilan fintech dari sekadar pertumbuhan transaksi menuju penciptaan manfaat sosial dan keberlanjutan ekonomi. Namun, implementasinya masih terkendala literasi, kompetensi sumber daya manusia, ketimpangan akses digital, keamanan siber, dan kecepatan regulasi. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi kajian Al-Qur'an, pengawasan syariah, inovasi teknologi, dan kolaborasi kelembagaan agar fintech syariah berkembang secara adaptif, inklusif, aman, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Daulah Fatimiyah: Analisis Kebijakan Ekonomi dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Islam Kontemporer Khaliza Lutfia; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa; Musfirah HR
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12171

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Fatimiyah serta mengevaluasi relevansi kebijakan ekonominya terhadap pengembangan ekonomi Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan melalui penelaahan artikel ilmiah, buku akademik, dan literatur historis yang membahas kebijakan fiskal, perdagangan, sektor riil, dan pembangunan sumber daya manusia pada periode Fatimiyah. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan seleksi sumber, pengelompokan tematik, sintesis, dan interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi Daulah Fatimiyah ditopang oleh pengelolaan Baitul Mal, optimalisasi zakat, kharaj, jizyah, dan bea perdagangan, pengawasan pasar, pembangunan pelabuhan dan irigasi, penguatan pertanian, serta investasi pendidikan melalui Al-Azhar. Kebijakan tersebut membentuk sistem ekonomi yang menghubungkan penerimaan negara dengan redistribusi kekayaan, penyediaan layanan publik, stabilitas perdagangan, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Prinsip keadilan, kemaslahatan, amanah, akuntabilitas, dan keberlanjutan yang tercermin dalam kebijakan tersebut tetap relevan bagi ekonomi Islam modern. Relevansi tersebut terutama terlihat pada integrasi keuangan publik dengan zakat dan wakaf produktif, penguatan sektor riil dan UMKM, pembangunan infrastruktur, transparansi kelembagaan, serta investasi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman ekonomi Daulah Fatimiyah dapat menjadi sumber pembelajaran historis untuk merancang kebijakan ekonomi Islam yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada maqashid al-syariah, tanpa menyalin bentuk kelembagaannya secara langsung ke dalam konteks negara modern.