Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kode Etik Profesi Akuntan terhadap Pencegahan Fraud pada Audit Laporan Keuangan Aditya Adhi Flesia; Fredy Sanjaya Kusuma; Muhamad Azully; Ricco Kantona Setiawan; Diah Ayu Sekar Astuti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kode etik profesi akuntan dalam mencegah fraud pada audit laporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menelaah artikel jurnal, standar audit, kode etik profesi, laporan kelembagaan, dan dokumen regulasi yang relevan pada periode 2021–2025. Literatur dipilih berdasarkan kesesuaian topik, kredibilitas sumber, serta keterkaitannya dengan integritas, objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian profesional, kerahasiaan, perilaku profesional, independensi, dan skeptisisme auditor. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kode etik secara konsisten dapat memperkuat independensi dan skeptisisme profesional auditor, meningkatkan kualitas evaluasi bukti audit, serta mengurangi toleransi terhadap manipulasi informasi keuangan. Integritas dan objektivitas membantu auditor mempertahankan penilaian yang bebas dari konflik kepentingan, sedangkan kompetensi profesional mendukung kemampuan mengenali indikator kecurangan dan merespons risiko salah saji material secara tepat. Namun, efektivitas kode etik masih dipengaruhi oleh tekanan manajerial, hubungan ekonomi dengan klien, lemahnya budaya etis organisasi, kepatuhan yang bersifat formal, dan belum optimalnya mekanisme whistleblowing. Oleh karena itu, pencegahan fraud memerlukan internalisasi etika, pelatihan berkelanjutan, pengawasan mutu audit, perlindungan pelapor, serta penegakan sanksi yang konsisten. Temuan penelitian menegaskan bahwa kode etik profesi merupakan fondasi utama untuk menjaga kualitas audit, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan.
Analisis Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Pada Industri Foods and Beverage di Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2024 Fredy Sanjaya Kusuma; Aditya Adhi Flesia; Muhamad Azully; Ricco Kantona Setiawan; Shevani Dwinov; Dede Puspa Pujia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Laba bersih merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, sehingga pengelolaan biaya produksi dan biaya operasional menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research untuk menguji hubungan kausal antara variabel independen dan variabel dependen. Populasi penelitian terdiri atas seluruh perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di BEI. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sebanyak 66 observasi yang dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa biaya produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi sebesar 0,548 (>0,05). Sebaliknya, biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi <0,001 (<0,05). Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa biaya produksi dan biaya operasional secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi <0,001. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 68,4% variasi laba bersih, sedangkan 31,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan biaya operasional merupakan faktor yang lebih berperan dalam memengaruhi laba bersih dibandingkan biaya produksi. Sementara itu, biaya produksi tidak terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian.