Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Metode yang Digunakan untuk Menstimulasi Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Realita, Friska; Adelia, Irani; Susilawati, Endang
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12533

Abstract

Tujuan dari studi ini untuk melakukan review pada literature mengenai metode-metode untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia dini. Menggunakan literature review berupa narrative review dengan menggunakan pendekatan secara komprehensif dan deskriptif melalui pencarian literatur berupa Google Scholar menggunakan kata kunci “cara meningkatkan kemampuan bicara anak”, “stimulasi untuk meningkatkan kemampuan bicara anak” dan “kemampuan bicara anak menggunakan media boneka tangan dan kartu gambar berseri”. Metode kartu gambar berseri dan bercerita menggunakan media boneka tangan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan berbicara pada anak usia dini. Usia yang sesuai dengan penggunaan metode kartu gambar berseri ini adalah 4-6 tahun sedangkan metode boneka tangan usia 5-6 tahun. keterampilan berbicara anak usia dini.
Effectiveness of Health Promotion Videos in Preventing Breast Cancer Adyani, Kartika; Realita, Friska; Maulidina, Anisa Alya
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 18 No.2 Agustus 2023
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.18.2.89-99

Abstract

Background: Breast cancer is the second most common type of cancer among women worldwide. Out of a total of all types of cancer (348,809 cases), breast cancer contributed 58,256 (16.7%). Lack of information, knowledge, and awareness about breast cancer often results in adolescents not taking the initiative to engage in early detection, which is the first step in preventing breast cancer. The objective of this study is to determine the educational effectiveness of breast self-examination (BSE) using leaflets and audio-visual media on the knowledge and attitudes of female students at SMA Negeri 1 Bukateja.Method: A quasi-experimental research design was employed, utilizing consecutive sampling. The study included two research groups with a total of 64 participants. Data analysis was conducted using the Chi-square test.Results: The effectiveness of audio-visual media and leaflets in increasing knowledge and attitudes of female students about BSE was found to be statistically insignificant (p-value > 0.05). Therefore, it can be concluded that both leaflets and audio-visual media have a similar effectiveness in improving adolescent attitudes towards BSE. Future researchers should consider utilizing alternative media, such as WhatsApp, for BSE education, as previous studies have shown it to be more effective than leaflets in enhancing knowledge and attitudes among young women regarding early detection of breast cancer.
Perbandingan Pengetahuan dan Sikap tentang PCOS pada Mahasiswi Kesehatan dan Non Kesehatan Wilda Qotrunnada Salsabila; Adyani, Kartika; Realita, Friska
Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health Vol. 4 No. 1 (2024): Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health
Publisher : Nur Science Institute and Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/griyawidya.v4i1.1930

Abstract

Background: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is a common reproductive problem in women of childbearing age, with a global prevalence of 3.4% and 5–10% in Indonesia. PCOS can cause infertility, as well as metabolic and psychological disorders. The main symptom is irregular menstruation, which is often associated with poor dietary habits such as junk food consumption, especially in female students. Lack of knowledge about PCOS among adolescents and female students triggers inappropriate attitudes towards this condition. Method: This research is a quantitative research using a comparative study design with a cross-sectional design. The sample of 94 health students and 94 non-health students was obtained through proportionate sampling with a stratified random method. Data collection used a questionnaire and was analyzed using the Independent Sample T-Test and Maan Whitne. Result: The results of the study showed that the average and median values ​​of knowledge and attitudes of health students were higher than non-health students, the difference between the two variables was (p<0.05). These results indicate that there are differences in knowledge and attitudes between health and non-health students. Health students have better knowledge and attitudes. Implications: For health and non-health students, it is expected to improve reproductive health literacy, participate in health education or seminars, especially regarding PCOS considering that this syndrome can affect women's quality of life and long-term health.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene terhadap Perilaku Personal Hygiene Remaja Saat Menstruasi: Literature Review: Relationship of the Level Personal Hygiene Knowledge with the Personal Hygiene Behavior of Asolescents During Menstruation: Literature Review Lestari , Rina; Realita, Friska; Rosyidah, Hanifatur
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4727

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosi, dan psikis. Pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, serta perubahan fisik, sosial dan mental. Menjaga personal hygiene saat menstruasi sangat penting untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Kebersihan diri saat menstruasi (menstrual hygiene) merupakan tindakan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan pada saat menstruasi. Jika tidak menjaga kebersihan selama menstruasi, akan berisiko terkena infeksi saluran reproduksi. Kurangnya pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi banyak dialami oleh remaja yang baru mengalami masa awal menstruasi. Tujuan: Menganalisis hasil penelitian selama sepuluh tahun terakhir terkait hubungan tingkat pengetahuan personal hygiene dengan perilaku personal hygiene remaja saat menstruasi. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review dimana peneliti mengkaji secara kritis ide-ide yang terkandung dalam beberapa penelitian. Metode penelusuran dilakukan dengan menggunakan analisis PICO yaitu remaja usia 10-17 tahun, intervensinya adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki remaja terkait personal hygiene saat menstruasi antar yang memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak, hasilnya berkaitan dengan remaja dalam melakukan persobal hygiene saat menstruasi. Pencarian artikel ini dilakukukan pada sejumlah database ilmiah seperti pubmed dan google scholar. Hasil: Dari analisis 10 artikel dengan 6 jurnal nasional dan 4 jurnal internasional, terdapat hubungan tingkat pengetahuan personal hygiene dengan perilaku personal hygiene remaja saat menstruasi. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan berpengaruh besar terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi.
Hubungan Aktivitas Olahraga terhadap Nyeri Haid (Dismenorea) pada Remaja Putri: Literature Review: The Relationship between Sports Activities and Menstrual Pain (Dysmenorrhoea) in Young Women: Literature Review Prabawati, Septiyan Anggira; Realita, Friska; Adyani , Kartika
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4728

Abstract

Latar belakang: Aktivitas olahraga terbukti ampuh menurunkan nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri. Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang cara mengatasi nyeri haid (dismeorea) membuat dorongan remaja putri untuk melakukan aktivitas olahraga juga berkurang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kejadian dismenorea sangat tinggi di seluruh dunia. Frekuensi rata-rata dismenore pada wanita muda berkisar antara 16,8 dan 81%. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 54,89% yang merupakan dismenore primer. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25%, meliputi dismenore primer 54,89% dan dismenore sekunder 9,36%. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022 jumlah remaja putri usia 10-14 tahun 63,968 jiwa. Di Kota Semarang terdapat 87,8% yang mengalami dismenorea dan masih melakukan aktivitas seperti biasanya dan 12,2% menggunakan obat pereda nyeri. Tujuan: Menganalisis hasil penelitian selama sepuluh tahun terakhir terkait hubungan tingkat pengetahuan aktivitas olahreaga terhadap nyeri haid (dismenorea) Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review dimana peneliti mengkaji secara kritis ide-ide yang terkandung dalam beberapa penelitian. Pencarian literature review. Metode penelusuran dilakukan menggunakan analisis PICO yaitu remaja putri, intervensinya adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki remaja putri terkait aktivitas olahraga antara yang memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak, hasilnya berkaitan dengan motivasi remaja putri dalam melakukan aktivitas olahraga. Pencarian artikel ini dilakukan pada sejumlah database ilmiah seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar. Hasil: Dari analisis 10 artikel dengan 6 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional, terdapat hubungan tingkat pengetahuan rutinitas olahraga terhadap nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri. Hasil: Dari analisis 10 artikel dengan 6 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional, terdapat hubungan tingkat aktivitas olahraga terhadap nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri Kesimpulan: Tingkat pengetahuan berpengaruh besar dalam memunculkan motivasi untuk melakukan olahraga. Semakin tinggi tingkat pengetahuan semakin tinggi motivasi terkait pentingnya melakukan olahraga untuk mengurangi nyeri haid (dismenorea).
Factors Affecting the Interest of Women of Reproductive Age Regarding Visual Inspection of Acetic Acid during the Pandemic of Covid-19 Realita, Friska; Kusumaningsih, Meilia Rahmawati; Muslimasari, Wiwi
JURNAL KEBIDANAN Vol. 14 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v14i2.10313

Abstract

One of the biggest causes of death for women in Indonesia is cervical cancer. The incidence of cervical cancer in Indonesia was 0.8% or 23.4/100,000 population. Delay in early detection is the main cause of the high incidence of cervical cancer in Indonesia. Patients with cervical cancer are generally detected at an advanced stage. This is caused by the awareness of WRA to carry out early detection of cervical cancer through IVA examination which is still very low. To find out the factors that influence interest of of women of reproductive age (WRA) in the Acetic Acid Visual Inspection (IVA) examination during the Covid-19 pandemic in the working area of the Kebun Tebu Health Center, West Lampung Regency. This was a cross sectional study. The population in this study was 459 women who were taken from the target number of IVA examinations at the working area of Health Center of Kebun Tebu  in 2022. The number of samples in this study were 78 respondents. Measuring tool used in this study was a questionnaire. This research was conducted from October - November 2022 at the Kebun Tebu Health Center, West Lampung Regency, Indonesia until the sample and research data limits were met. The results of this study showed that the education level did not influence interest with a p-value of 0.423, knowledge level influenced WRA interest with a p-value of 0.024, attitude level influenced WRA interest with a p-value of 0.037, husband's level of support did not affect WRA interest with a p-value of 0.313 , and the level of information access influences WRA interest with a p-value of 0.030. Knowledge factors, attitude factors, and information access factors influenced WRA interest in conducting an Acetic Acid Visual Inspection (IVA) examination. Meanwhile, the Education Factor and the husband's support factor did not affect WRA interest in conducting an IVA during the Covid-19 pandemic in the working area of the Kebun Tebu Health Center. 
Factors that Influence the Decrease in Age at Menarche: Literature Review Adyani, Kartika; Fannanah, Magfurotul; Realita, Friska
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 7 No 1 (2024): MAY
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v7i1.2645

Abstract

Menarche merupakan tahap perkembangan yang terjadi enam bulan setelah laju pertumbuhan maksimal atau pada pertengahan masa pubertas. Menarche merupakan tanda bahwa seorang wanita telah mencapai kematangan seksual dan fisik. Pada masa ini, seorang wanita juga akan mengalami perubahan lain, seperti panggul yang semakin lebar, vagina dan rahim yang membesar, serta lebih banyak rambut yang tumbuh di ketiak dan sekitar alat kelamin. Usia menarche di Indonesia sebesar 20,0% atau rata-rata 13 tahun. Menarche terjadi pada 37,5% anak Indonesia, dengan prevalensi 20,9%, dan terjadi pada rata-rata usia 13–14 tahun. Tujuan: mendapatkan informasi mengenai faktor apa saja yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan usia menarche pada remaja putri menurut penelitian-penelitian terbaru. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review. Penelurusan data yang digunakan untuk mencari literatur yaitu PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci remaja, menarche, usia menarche, status gizi, dan genetic. Data-data yang telah ditemukan kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dan metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Diskusi: Ada bebrapa faktor yang dapat mempengaruhi penurunan usia menarche. Faktor tersebut adalah status gizi, paparan media massa, pola gaya hidup, tingkat sosial ekonomi keluarga, faktor keturunan, dan konsumsi junk food. Hasil study literatur menunjukkan bahwa faktor yang paling kuat dalam penurunan usia menarche adalah status gizi. Anak dengan gizi yang baik cenderung akan mengalami menarche yang lebih awal dibandingkan dengan anak yang memiliki gizi yang buruk.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PENCEGAHAN HIV/AIDS MELALUI PEER EDUCATION : LITERATURE REVIEW Ningsih, Isnar Alfadilah Surya; Kusumaningsih, Meilia Rahmawati; Realita, Friska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25093

Abstract

Masa remaja dipandang sebagai usia yang rentan terhadap HIV/AIDS karena remaja kurang mengetahui informasi mengenai HIV/AIDS, ditambah lagi perubahan perilaku remaja yang mengarah ke hal negatif. Untuk mempengaruhi pandangan remaja dan mendorong perilaku yang sehat, berperilaku baik, dan mengarah pada perubahan perilaku yang bermanfaat, pengetahuan sangatlah penting. Sehingga salah satu strategi mencegah penularan HIV/AIDS adalah intervensi  peer education. Peer education adalah proses berbagi pengetahuan dan pengalaman di antara anggota kelompok yang memiliki keprihatinan dan karakteristik yang sama, untuk mencapai hasil kesehatan yang positif penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui peer education. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini merupakan literature review. Pencarian artikel nasional dan internasional memakai database yang sesuai yaitu google scholar dan pubmed dengan pengecekan indeks melalui SINTA dan Scopus. Artikel kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan yaitu terbit 5 tahun terakhir (dari tahun 2019-2023), artikel original, artikel dapat di akses secara penuh. Sehingga menghasilkan total 9 artikel. Hasil penelitian dari 9 artikel yang mencakup 6 artikel jurnal nasional dan 3 artikel jurnal internasional, menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui peer education. Temuan studi ini menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui peer education.