Suandi
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Validity and Reliability of The Verbal Aggression Scale in Junior High School Students: Exploratory and Confirmatory Factor Analysis Suandi; Muslihati; Yuliati Hotifah
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/w284w915

Abstract

This study aimed to examine the construct validity and reliability of the Verbal Aggression Scale (VAS) among seventh-grade junior high school students using Exploratory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA). Accurate measurement of verbal aggression is essential for identifying students’ behavioral tendencies and supporting evidence-based guidance and counseling interventions. This study employed a quantitative psychometric design involving 420 seventh-grade junior high school students. The instrument was an Indonesian adaptation of the Verbal Aggression Scale developed through a systematic cross-cultural adaptation process, including forward translation, back translation, expert judgment, and pilot testing to ensure linguistic and cultural appropriateness. The final instrument consisted of 20 items rated on a five-point Likert scale. Prior to factor extraction, data suitability was confirmed using the Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) measure and Bartlett’s Test of Sphericity. The EFA results indicated that all items loaded on one dominant factor, suggesting that verbal aggression among junior high school students is primarily represented as a unidimensional construct. The CFA demonstrated an acceptable model fit, with RMSEA = 0.065, CMIN/DF = 1.931, CFI = 0.872, and TLI = 0.852. Reliability analysis showed satisfactory internal consistency, with both McDonald’s ω and Cronbach’s α exceeding 0.70. These findings provide empirical evidence that the Indonesian version of the Verbal Aggression Scale possesses adequate construct validity and reliability for assessing verbal aggression among junior high school students and supports its use as a valid assessment instrument for guidance and counseling services, educational research, and school-based intervention programs in Indonesia.
Evaluasi Kinerja Konselor Di SMPN 1 Tana Tidung Komponen Layanan Alih Tangan (Discrepancy Model) Suandi; Nur Hidayah; Fitri wahyuni
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i2.15070

Abstract

Evaluasi kinerja konselor merupakan aspek penting dalam menjamin sebuah mutu dalam layanan bimbingan dan konseling di satuan Pendidikan. Namun evaluasi yang dilakukan selama ini hanya bersifat subjektif dan belum berdasar pada model evaluasi yang sistematis, hal ini bisa disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang jenis-jenis evaluasi yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja konselor dengan menggunakan Discrepancy Evaluation Model (DEM) yang menekankan perbandingan antara standar kinerja ideal dengan kondisi actual yang terjadi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui instrument angket, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian adalah guru BK SMPN 1 Tana Tidung. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa kesenjangan antara kinerja ideal yang ditetapkan dalam pedoman layanan bimbingan dan konseling dengan praktik yang dilaksanakan konselor di lapangan, terutama dalam aspek pelaksanaan layanan dan pelaporan. Evaluasi dengan model discrepancy terbukti mampu mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan serta menjadi dasar bagi perumusan strategi pengembangan kompetensi konselor secara lebih tepat sasaran. Temuan ini merekomendasikan penerapan model evaluasi discrepancy secara berkelanjutan untuk mendukung profesionalisme konselor di sekolah.