Articles
Adolescent Psychological Pressure Trends in the Pandemic Covid 19
Evi Winingsih;
Imam Hambali;
Fitri Wahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
During the Covid 19 pandemic, there were some drastic changes. Social and educational change. This study aims to identify the psychological condition of adolescents. The instrument used was the DASS (Depression Anxiety and Stress Scale). The population in this study were adolescents aged 12 to 21 years from secondary school to undergraduate levels. The sampling technique used in this study was stratified sampling. Data is analyzed using descriptive statistics The results of data analysis showed that of all respondents, the worst psychological condition was sensitivity. As many as 63.2 percent of respondents experienced disorders ranging from mild, moderate, severe to very severe. Meanwhile, the psychological conditions of stress and depression were in the category that was not worrying, namely 35.1 percent of respondents who experienced depression and stress which ranged from mild, moderate, severe and very severe categories. Meanwhile, 74.1 percent was categorized as normal.
STUDI KORELASI ANTARA INTERAKSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP HARGA DIRI SISWA
Rischa Pramudia Trisnani;
Imam Hambali;
Fitri Wahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dan komunikasi interpersonal terhadap harga diri siswa. Penelitian ini dilakukan pada 100 responden menggunakan desain korelasional Ex Post Facto. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan kriteria siswa SMP di Kota Madiun. Pengambilan data menggunakan skala psikologis mengenai interaksi sosial, komunikasi interpersonal dan harga diri yang sudah valid dan reliabel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus Korelasi Product Moment untuk membuktikan hipotesis korelasi interaksi sosial dengan komunikasi interpersonal terhadap harga diri. Sedangkan Analisa Regresi dua predictor untuk melihat pengaruh interaksi sosial dengan komunikasi interpersonal terhadap harga diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh pengaruh Interaksi Sosial (X1) dan Komunikasi Interpersonal (X2) secara simultan terhadap Harga Diri (Y) adalah 0,009 < 0,05 dan nilai F-Hitung 4,971 > F-Tabel 3,09 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Interaksi Sosial (X1) dan Komunikasi Interpersonal (X2) terhadap Harga Diri (Y).
ANALISIS INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN SOCIAL ENVIRONMENT TERHADAP PERILAKU FoMO
Noviyanti Kartika Dewi;
Imam Hambali;
Fitri Wahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fenomena perilaku Fear of Missing Out merupakan salah satu dampak dari perkembangan teknologi yang tidak bisa diremehkan. Perilaku ini biasanya ditandai dengan perasaan khawatir atau cemas ketika individu tidak mengetahui aktivitas orang tain atau orang yang diikuti. Untuk mengurangi perasaan cemas dan khawatirnya tersebut remaja biasanya akan sering mengkases media social untuk mencari informasi atau kegiatan orang-orang yang diikuti tersebut. Peningkatan konektivitas di media sosial yang dialami oleh individu membuka lebih banyak peluang untuk perasaan FoMO dan juga sering dikaitkan dengan perilaku penggunaan ponsel yang maladaptive. Dengan demikian penting kiranya untuk dilakukan penelitian guna mengetahui bagaimana pengaruh intensitas pengunaan social media dan social envirotment terhadap perilaku FoMO. Adapun desain penelitian ini menggunakan expost facto. Sampel dalam penelitian ini sebesar 141 remaja. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah dengan simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment dan regresi dua preditor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang simultan dan signifikan antara intensitas penggunaan medsos dan social envirotmet dengan perilaku FoMO. Hal ini terbukti dari hasil yang menunjukkan kedua variabel tersebut secara simultan memberikan sumbangan pengaruh sebesar 80,1% sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh antara intensitas penggunaan media sosial dan social environment terhadap perilaku FoMO
Tingkat Ansietas Mahasiswa Indonesia selama Pandemi Covid-19
Livana PH;
Imam Hambali;
Fitri Wahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemic covid-19 berdampak pada psikologis mahasiswa dalam menjalankan pendidikan yang disebabkan karena tugas pembelajaran, keadaan kesehatan, dan faktor ekonomi keluarga. Identifikasi dampak psikologis mahasiswa selama pandemic covid-19 perlu dilakukan salah satunya yaitu ansietas. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ansietas mahasiswa Indonesia selama pandemic covid-19 telah dilakukan pada 1129 mahasiswa yang berada di beberapa provinsi di Indonesia melalu penelitian kuanditatif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif analitik dengan menggunakan 7 pertanyaan dari 21 pertanyaan yang ada pada kuesioner DASS-21. Data dianalisis menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20 tahun, rat-rat berusia 22 tahun, berjenis kelamin perempuan dengan jenjang pendidikan Sarjana, bertempat tinggal di Jawa tengah. Hasil penelitian terkait masalah psikologis responden menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami ansietas berat.
Asesmen Self-Efficacy Konselor dalam Konseling : Pengembangan dan Validasi
Fitri Wahyuni;
Citra Kurniawan
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 1 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i2.196
Counselor self-efficacy in counseling is one of the variables that affect the performance and outcomes of counseling. A number of studies have proven the importance of counselor self-efficacy in implementing counseling. However, in Indonesia there is no instrument that measures the counselor's self-efficacy in implementing counseling. This study aims to develop and validate the counselor's self-efficacy scale in counseling. The counselor's self-efficacy scale in counseling was developed to assess the counselor's belief in counseling. The scale was developed based on the skills used in the counseling phase in general. The counselor's self-efficacy scale in counseling consists of 3 dimensions with 26 statement items. The subjects of this study were school counselors throughout Malang Raya with 100 school counselors as participants. The procedure for compiling the instrument consists of four steps; define constructs, develop measurement models, perform confirmatory factor analysis and check the validity of the measurement models. Reliability Test using Cronbach's Alpha and Reliability Construct. The results of the research analysis show that the counselor's self-efficacy scale in counseling (SEKDK) is valid and reliable
The effect of reverse roleplay training to improve the counselor’s mind skills
Lutfi Fauzan;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni;
Husni Hanafi;
Rofiqoh Rofiqoh;
Nanda Alfan Kurniawan
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 17, No 4: November 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/edulearn.v17i4.20752
Mind skills become the counselor’s internal competencies that support the counselor’s self-development in providing guidance and counseling services. Mind skills consist of six components that are interrelated and often integrated. The metacognitive thinking process is the key to success in how counselors can manage their thoughts and mental states through these six components. This study examined the success of the reverse roleplay training strategy to improve the counselor’s mind skills. The method was quasi-experimental quantitative with a pretest-posttest design. The subjects of this study were 31 counselors in Malang Raya, Indonesia. Data analysis in this study used two stages, descriptive statistical analysis and hypothesis test. The results showed that the counselor’s mind skills achievements before and after the intervention marked a difference with significant increase. Reverse roleplay increased the participants’ understanding and experience of the thoughts, perceptions, and feelings from broader perspectives. The counselor’s mental experiences involved during counseling sessions become a “full presence” for the therapeutic relationship. This research suggests further research to explore the counselor’s mental experiences in detail. As for practical implication, the reverse roleplay is recommended as a training design for improving the internal competencies of counselors and educators in general.
Inovasi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Era Society 5.0
Iqbal Khoirul Burhani;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5666
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui inovasi layanan BK era society 5.0; 2) mengetahui inovasi pelaksanaan layanan BK yang digunakan pada rentang tahun 2019-2023; 3) Untuk mengetahui kompetensi seorang konselor dalam melaksanakan layanan BK inovatif di era society 5.0. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review. Artikel jurnal yang ditelaah didapatkan dari https://scholar.google.com/ dan http://garuda.ristekdikti.go.id/. Dari 60 jurnal penelitian ini mendapati 24 artikel yang relevan dengan inovasi layanan BK di era society 5.0. 24 jurnal tersebut menghasilkan 3 kategori yakni; 1) Sarana; 2) Media; dan 3) kompetensi konselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelaksanaan layanan BK di era society 5.0 yang sering digunakan pada tahun 2019-2023 adalah Inovasi Pelaksanaan Layanan BK berbasis cybercounseling dengan media ang digunakan adalah aplikasi redayaku, aplikasi riliv, Model Treffinger Dengan Flipped-Classroom, Artificial Intelligence, dan podcast. Kesimpulan penelitian ini adalah inovasi pelaksanaan layanan BK era society 5.0 adalah dengan menerapkan cybercounseling. Kata kunci: inovasi, pelaksanaan layanan BK, era society 5.0
Model Pelatihan Peer-Counseling Pada Mahasiswa: Tinjauan Literatur Sistematis
Moch. Syihabudin Nuha;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5695
Pada mahasiswa tahun pertama, mereka banyak mengalami ketegangan dan kecemasan yang dialami dalam menghadapi lingkungan barunya. Mahasiswa tahun pertama identik dengan bagaimana mereka meningkatkan kemampuan beradaptasinya di lingkungan baru. Mahasiswa tahun pertama perlu diberikan pembekalan melalui pelatihan pelatihan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan dengan 5 tahap. Dari 170 artikel, kemudian dilakukan penyaringan kualitas dan kriteria, didapatkan hasil 19 artikel yang berhasil untuk diidentifikasi dan dianalisis serta dirumuskan jawaban dari research question yang telah ditetapkan sebagai bagian dari tahapan tinjauan literatur sistematis. Berdasarkan hasil kajian literatur sistematis didapatkan hasil bahwa pelatihan Peer-Counseling dapat diberikan pada mahasiswa tahun kedua atau diatasnya, hal ini dikarenakan mereka lebih suka bercerita dan berkonsultasi mengenai masalahnya kepada teman sebayanya daripada kepada orang tua. Peer counseling merupakan cara atau model yang dapat dilakukan oleh konselor ahli atau guru Bimbingan dan Konseling kepada mahasiswa untuk dapat diberi pembekalan dan pelatihan. Kata kunci: pelatihan, peer-counseling, adaptasi akademik, model peer to peer
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling: Tinjauan Systematic Literature Review
Usrotun Diniyah;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5696
Berdasarkan Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor, konselor/guru BK adalah seseorang yang berkualifikasi akademik minimal lulus pendidikan jenjang sarjana (S1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan berpendidikan profesi konselor serta memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kompetensi kepribadian, kompetensi soaial, dan kompetensi profesional. Sebagai tenaga profesional, guru BK memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi sepanjang kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan mengevaluasi strategi peningkatan kompetensi guru BK. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR.) Hasil peelitian ini menunjukkan bahwa beberapa strategi yang berhasil digunakan untuk meningkatkan keterampilan konselor antara tahun 2020-2023 adalah pelatihan dan supervisi. Pelatihan adalah strategi yang paling banyak digunakan dalam rentang tahun 2020-2023. Kekurangan dari strategi peningkatan yang paling banyak digunakan adalah kurangnya waktu pelatihan, tidak jelasnya indikator evaluasi kegiatan serta kegiatan monitoring yang tidak kontinyu bahkan tidak ada setelah kegiatan. Selain itu, kompetensi yang ditingkatkan masih berfokus pada kompetensi professional. Kata kunci: strategi peningkatan, kompetensi konselor, guru bimbingan dan konseling
Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi
Faza Kasyiva Az-Zahra;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717
Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi. Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan