Lulu Tunjung Biru
Prodi Pendidikan IPA, FKIP, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ASSEMBLR EDU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU TUBUHKU Maulidia Esa Abdika Fujiati; Annisa Novianti Taufik; Lulu Tunjung Biru
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7571

Abstract

Rendahnya minat belajar merupakan hal yang perlu diperhatikan, salah satu penyebab rendahnya minat belajar dari faktor eksternal yaitu media pembelajaran yang kurang interaktif dan menyenangkan bagi siswa, berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Augmented Reality berbasis Assemblr Edu terhadap minat belajar siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 34 pada masing-masing kelas dengan jumlah kelas yang digunakan 2 kelas. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimen. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data angket minat belajar siswa, angket respon siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test dengan nilai signifikasi pada kelas eksperimen 0,000 maka
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL BERBASIS CANVA PADA TEMA HIPERTENSI UNTUK SMP KELAS VIII Eka Khoirunnisa; Sjaifuddin Sjaifuddin; Lulu Tunjung Biru
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i2.6328

Abstract

Pendidikan adalah salah satu bidang yang terkena dampak besar dari perubahan revolusioner yang disebabkan oleh menjamurnya platform media sosial yang didasarkan pada pengetahuan ilmiah dan kemajuan teknologi. Melalui integrasi teknologi ke dalam pendidikan, banyak manfaat yang dapat diwujudkan. Penelitian ini memiliki tujuan mengembangkan media pembelajaran audiovisual dengan basis canva pada tema hipertensi untuk SMP kelas VIII dan mengetahui kelayakan media tersebut menurut penilaian ahli. Model pengembangan yang dipakai didalam penelitian ini berpacu dari Borg Gall (1983). Penelitian ini hanya dilaksanakan tahap satu hingga tiga dengan modifikasi. Hasil tingkat kevalidan atau kelayakan yang didapatkan untuk media pembelajaran audiovisual berbasis canva ini memiliki tingkat kevalidan rata-rata  88,4% maka media pembelajaran audiovisual berbasis canva yang dikembangkan masuk dalam katergori sangat valid. Hal tersebut menunjukan bahwa peneliti telah menghasilkan media pembelajaran audiovisual berbasis canva pada tema hipertensi untuk SMP  pada kelas VIII dan dapat dikatakan sangat layak  melalui kriteria dari  yang sudah ditentukan.
PENGARUH MODEL TGT BERBANTUAN MEDIA WORDWALL BUKA KOTAK TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATERI USAHA DAN ENERGI Dzul Asfi Warraihanah; Dwi Indah Suryani; Lulu Tunjung Biru
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model kerjasama Team Games Tournament (TGT) Berbantuan media Wordwall Buka Kotak terhadap hasil belajar kognitif speserta didik kelas VIII pada materi usaha dan energi. Penelitian ini menggunakan metodologi quasi experimental design dengan pola Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 70 peserta didik dari kelas VIII A dan VIII B. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIII A adalah 79,94. Hasil ini lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIII B yang hanya 68,8. Penggunaan paradigma pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dengan media Wordwall Buka Kotak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas VIII A, hal ini ditunjukkan dengan hasil Independent Sample T Test yang menunjukkan nilai sig. sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05.
ANALISIS MUATAN MULTI REPRESENTASI PADA BUKU AJAR IPA KELAS VIII DALAM MENUNJANG PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH MAKHLUK HIDUP Wiyola Wiyola; Siti Romlah Noer Hodijah; Lulu Tunjung Biru; Liska Berlian
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.9403

Abstract

Keberadaan representasi yang terbatas pada buku ajar IPA serta rendahnya pemahaman konsep peserta didik menjadi latar belakang pada penelitian ini. Mengetahui keberadaan muatan multi representasi pada buku ajar adalah solusi yang dapat dilakukan guru untuk mempertimbangkan pemilihan buku ajar sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis muatan multi representasi pada buku ajar IPA kelas VIII dalam menunjang pemahaman konsep peserta didik. Metode kualitatif digunakan sebagai metode penelitian dan analisis dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Objek dari penelitian ini yaitu buku ajar IPA kelas VIII terbitan Kemendikbud, Erlangga dan Yudhistira pada Bab Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup, yang di analisis berdasarkan tingkatan multi representasi dan pemahaman konsep menggunakan instrumen checklist. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa setiap buku ajar memiliki persentase muatan multi representasi dan indikator pemahaman konsep yang berbeda. Representasi makroskopik (52,27%), indikator menafsirkan (11,76%), mengklasifikasikan (1,68%), merangkum (5,04%) dan menyimpulkan (4,20%) paling banyak ditemukan pada buku Yudhistira. Representasi mikroskopik (23,35%), submikroskopik (31,98%) dan indikator menjelaskan (66,52%) paling banyak ditemukan pada buku Erlangga. Representasi simbolik, indikator mencontohkan (14,94%) dan membandingkan (10,34%) paling banyak ditemukan pada buku Kemendikbud, (15,58%). Setiap representasi yang muncul membantu memberikan penjelasan pada setiap materi yang disampaikan.