Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DAKWAH KONTEMPORER MASYARAKAT PERKOTAAN (Analisis Sibernitas Teknologi terhadap Pembentukan Agama Masyarakat Islam Perkotaan) Mas'udi, Mas'udi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i2.3305

Abstract

 Kehidupan masyarakat perkotaan memiliki keunikan tersendiri untuk dikaji dan dirumuskan dalam dimensi kajian dakwah atas pengembangan masyarakat Islam. Dinamika kehidupan masyarakat perkotaan yang terdiri dari beraneka macam suku, ras, bahasa, agama, budaya, dan sosial, keberadaan tersebut menjadi aspek pelik untuk disatukan dalam satu bingkai sosial yang utuh dan sepakat dalam perbedaan. Kesatuan masyarakat perkotaan akan tampak terlihat ketika menganalisis mereka dalam kesatuan sikap sebagai insan yang menyatu dalam satu landasan teknologi informasi. Perjumpaan yang ada di tengah-tengah mereka bisa dilihat dalam bingkai kesatuan sikap sosial yang dibentuk oleh sibernitas teknologi. Masyarakat perkotaan dapat dilihat kebersatuan mereka sebagai pengguna dan katalisator hidup dalam teknologi. Berbekal kajian budaya sosial atas kehidupan masyarakat perkotaan, kajian ini menemukan bahwa masyarakat perkotaan dalam lintasan pengembangan masyarakat Islam dapat didudukkan sebagai pengguna teknologi guna menyatukan mereka dalam satu sikap budaya yang beraneka ragam. Kesatuan sikap ini tampak dari kesadaran mereka bahwa kota merupakan melting pot tempat bertemu dan menyatu dalam keanekaragaman sosial. 
DINAMIKA PERTUMBUHAN PONDOK PESANTREN DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Mas'udi, Mas'udi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 1 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i1.3300

Abstract

 Pertumbuhan sosial kemasyarakatan yang berjalan di tengah-tengah masyarakat tidak dapat dinafikkan dari kemunculan dinamika sosial yang berjalan di tengah-tengah mereka. Kehadiran pondok pesantren dalam realitas kehidupan masyarakat, hal tersebut telah memberikan format sosial baru sehingga keberadaannya menginfiltrasi realitas sosial yang cukup berarti bagi pembentukan masyarakat yang berjalan. Berbekal analisis literasi atas kajian ini, eksplorasi tentang pertumbuhan sosial di masyarakat sebagai dampak dari adanya pondok pesantren menjadi sebuah paradigma yang pada akhirnya data tersebut jamak menjadi keutuhan eksplorasi dalam kajian ini. Secara seksama dapat dijumpai dalam realitas kehidupan sosial di masyarakat bahwa pertumbuhan sosial di tengah-tengah mereka banyak terinfiltrasi oleh pola-pola kehidupan di pondok pesantren. Sebagai bukti data yang bisa dilihat dalam kerangka ini adalah terjadinya keguyuban sosial yang berjalan. Meskipun secara konseptual dalam kajian antropologi, keguyuban sosial lebih diidentikkan dengan eksklusivitas sosial dari kelompok kecil di masyarakat, namun secara faktual dapat dicermati bahwa pertumbuhan mereka memberikan warna tersendiri bagi eksistensi masyarakat yang berjalan.
Representasi Air “Salamun” Keselamatan Masjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang Terhadap Pembentukan Keberagamaan Masyarakat Kastoro, Widiarsih; Mas'udi, Mas'udi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 2 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i2.2583

Abstract

Pertumbuhan kebudayaan yang ada di tengah-tengah masyarakat DesaJepang Mejobo Kudus memberikan bukti autentik bahwa peninggalanSunan Kudus di tengah-tengah mereka hidup subur dan menyejarahsampai saat ini. Sebagaimana diketahui oleh khalayak umum bahwa RadenJa’far Shodiq yang lebih dikenal dengan Sunan Kudus memiliki peransignifkan dalam lintasan sejarah Islam di Kudus. Untuk memasyarakatkanIslam ke seluruh pelosok Kudus, sentralitas penyiaran agama tidak hanyaditempatkan di kawasan Kauman tempat berdirinya Masjid al-Aqshaatau Masjid Menara Kudus. Salah satu tempat didirikannya masjid luardari kawasan Kauman adalah Masjid Wali Desa Jepang KecamatanMejobo Kabupaten Kudus. Pengukuhan masjid ini sebagai kesatuangenealogis dari Masjid Menara Kudus adalah arkeologi bangunannyayang bersinambungan. Penelitian ini termasuk penelitian sejarah sosialyang bersifat kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan secaraheuristik, interpretasi, kritik sumber, dan historiograf. Sumber datayang digunakan adalah sumber tertulis, material, dan lisan. Sumbertertulis yang berkenaan dengan tulisan-tulisan baik yang telah diterbitkanmaupun belum diterbitkan, naskah-naskah yang menjelaskan tentangsejarah Masjid Wali dan masyarakat sekelilingnya. Sumber materialberupa arsitektur bangunan masjid dan benda-benda lain yang dapatdijadikan sebagai sumber. Sedangkan sumber lisan berasal dari ceritacerita (oral) para sesepuh desa, para kyai, dan informan lainnya. Penelitianini dilangsungkan mulai Februari 2012 sampai Juli 2012. Penelitian ini menemukan bahwa keberadaan salah satu peninggalan Sunan Kudus diMasjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang memiliki keterhubungan erat denganMasjid Al-Aqsa atau Al-Manar atau disebut juga Masjid Menara Kudusyang pembangunannya bertarikh tahun 956 H (1549 M). Penyimpulandata ini sepenuhnya berjalan di atas rentetan sejarah peninggalan sumursumur bersejarah yang sama saat ini, air yang ada di sumur-sumur tersebutdimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi dan sebagian obat bagimereka orang-orang yang tertimpa penyakit. Air keselamatan “salamun”diyakini oleh masyarakat bisa menjadi media atau instrumen merekaberobat atas sakit yang diderita atau musibah yang mereka alami.
Islam dalam Pertumbuhan Masyarakat Kontemporer (Analisis Pengembangan Masyarakat Islam dalam Lintasan Globalisasi) Kastoro, Widiarsih; Mas'udi, Mas'udi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2571

Abstract

Kehadiran Islam di tengah-tengah kehidupan umat memberikanwarna baru bagi perjalanan sejarah panjang kehidupan mereka. Dalamkeberadaan ini, Islam hadir di tengah-tengah kehidupan umat manusiamemberikan arahan yang cukup mencerahkan bagi mereka sehinggakehadirannya bisa membangunkan keterlelapan umat dari tidur panjang.Kehadiran Islam, utamanya di tengah-tengah peradaban umat manusia di tanah Arab telah membangunkan mereka dari kebodohan yang berujung kepada degradasi moral. Melalui kajian akan pertumbuhanIslam di zaman kontemporer, pembahasan dalam artikel ini mencobamenguraikan beberapa aspek penting yang bisa menjadi lokomotifmasyarakat untuk menggugah kesadaran mereka akan peran besar Islambagi pengembangan sosial kemasyarakatan mereka. Berbekal kajiandeskriptif dari studi pada psikologi sosial, kajian ini mencoba menjelaskanbahwa dinamika sosial yang terdapat di tengah-tengah kehidupan umatterkini dihasilkan melalui pencapaian dan keberhasilan sosial yangdibangun dan diperjuangkan oleh nilai-nilai luhur Islam di tengah-tengah kehidupan umat. Pertumbuhan masyarakat dan perkembangan mereka bertitik pijak pula melalui pertumbuhan dunia global yang semakinniscaya. Keniscayaan tersebut tampak terlihat dengan menguatnya polapolakehidupan sosial yang sudah semakin mengarah kepada nilai-nilaimekanistik. Mekanisasi ini terlihat dengan terciptanya konstruk sosial masyarakat yang berhaluan kepada nilai-nilai fungsional mereka dengan sandaran pragmatisme sosial.
GENEALOGI PETILASAN SUNAN KUDUS: Representasi Masjid Wali Sebagai Ruang Dakwah Sunan Kudus di Desa Jepang, Mejobo, Kudus Mas'udi, Mas'udi
Jurnal Dakwah Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2013.14104

Abstract

Dalam usaha memasyarakatkan Islam ke seluruh pelosok Kudus, Sunan Kudus tidak hanya menempakkan sentralitas penyiaran agama di kawasan Kauman tempat berdirinya Masjid al-Aqsha atau Masjid Menara Kudus. Salah satu tempat didirikannya masjid luar dari kawasan Kauman adalah Masjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, yang masih memiliki keterhubungan sejarah dengan Masjid Menara Kudus, yang pembangunannya bertarikh tahun 956 H (1549 M). Realitas ini tampak dari kesamaan tata ruang yang mengitari Masjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang. Peletakan kuburan orang-orang berpengaruh di zamannya diletakkan di belakang masjid serupa dengan ditempatkannya makam  Sunan Kudus di belakang Masjid Menara Kudus.
Pedoman Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah Dalam Membentuk Keluarga Sejahtera Osman, Osman; Saleh, Ahmad; Mas'udi, Mas'udi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol 4 No 02 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v4i02.4776

Abstract

The aim of the research is to analyze and describe the legal basis for the publication of the Pre-Marriage Course Guidelines and its impact on forming a prosperous family. Research with a normative legal approach through the Legislative Approach and Case Approach. The research results show: Pre-Marriage Course Guidelines often give rise to varying interpretations, especially regarding obligations or policies regarding certificates obtained after taking the course. Some people believe that this certificate is not a requirement for complete marriage documents, especially after the issuance of new regulations which do not explicitly replace the previous regulations which required a Pre-Marriage Course certificate as part of the marriage documents. The government realizes that achieving success in achieving the objectives of the Pre-Marriage Course Guidelines requires active involvement from the community and community organizations.
Pedoman Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah Dalam Membentuk Keluarga Sejahtera Osman, Osman; Saleh, Ahmad; Mas'udi, Mas'udi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 4 No. 02 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v4i02.4776

Abstract

The aim of the research is to analyze and describe the legal basis for the publication of the Pre-Marriage Course Guidelines and its impact on forming a prosperous family. Research with a normative legal approach through the Legislative Approach and Case Approach. The research results show: Pre-Marriage Course Guidelines often give rise to varying interpretations, especially regarding obligations or policies regarding certificates obtained after taking the course. Some people believe that this certificate is not a requirement for complete marriage documents, especially after the issuance of new regulations which do not explicitly replace the previous regulations which required a Pre-Marriage Course certificate as part of the marriage documents. The government realizes that achieving success in achieving the objectives of the Pre-Marriage Course Guidelines requires active involvement from the community and community organizations.
Ritual, Theology, and Islamic Civilization: The Grebek Besar Tradition in Demak Regency Kurniawati, Dita; Rosyid, Moh.; Mas'udi, Mas'udi; Sopian, Achmad; Makki, Ahmad
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v27i2.37306

Abstract

Within the broader history of Islamic civilization in Java, ritual traditions such as Grebek Besar have functioned as key sites for the transmission, reinterpretation, and embodiment of Islamic ethical and theological values. This study examines the cultural and theological dimensions of the Grebek Besar festival in Demak Regency, Central Java, Indonesia, one of the most significant Islamic cultural events in Java. Rooted in the commemoration of Eid al-Adha, the festival embodies a dynamic synthesis between Islamic doctrine and Javanese cultural expression. Previous studies have largely treated Grebek Besar as a folkloric or historical tradition, without adequately examining its lived-theological meanings as articulated by local religious actors and enacted in everyday ritual practices. Using a qualitative ethnographic approach, this study is based on participant observation, in-depth interviews with religious leaders and community elders, and analysis of local archives and manuscripts. The findings are consolidated into a central thematic claim: Grebek Besar functions as a form of lived Islamic theology in which ritual performances, symbolic objects, and communal participation operate as interconnected mechanisms that sustain religious piety, social cohesion, and cultural continuity among Javanese Muslims. The study demonstrates that the festival is not merely a cultural celebration, but a ritualized space of Islamic devotion embedded in local custom. Processions, communal prayers, and food-sharing practices are shown to carry theological meanings that reinforce the community’s relationship with God while affirming collective historical memory and identity. This research makes a specific scholarly contribution by proposing an empirically grounded framework of “lived theology” in Javanese Islam, bridging normative Islamic theological concepts such as syukr and ukhuwah with anthropological analyses of ritual, symbolism, and collective memory, and thereby advancing interdisciplinary approaches to the study of Islam and local religiosity in Indonesia. Dalam sejarah panjang peradaban Islam di Jawa, tradisi ritual seperti Grebek Besar berfungsi sebagai ruang penting bagi transmisi, reinterpretasi, dan perwujudan nilai-nilai etika dan teologi Islam. Berfokus pada tradisi ini, penelitian ini mengkaji dimensi kultural dan teologis dari festival Grebek Besar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu perayaan budaya Islam paling signifikan di Jawa. Berakar pada peringatan Iduladha, festival ini merepresentasikan sintesis dinamis antara ajaran Islam dan ekspresi budaya Jawa. Kajian-kajian sebelumnya umumnya memandang Grebek Besar sebagai tradisi folklorik atau peristiwa historis, tanpa menelaah secara memadai makna teoretis teologi yang hidup dalam praktik sosial dan ritual (lived theology) sebagaimana dimaknai oleh aktor-aktor keagamaan lokal dan diwujudkan dalam praktik ritual sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif etnografis, penelitian ini didasarkan pada observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan sesepuh masyarakat, serta analisis arsip dan manuskrip lokal. Temuan penelitian ini dirumuskan dalam satu klaim tematik utama, yaitu bahwa Grebek Besar berfungsi sebagai bentuk teologi Islam yang dihidupi, di mana pertunjukan ritual, objek simbolik, dan partisipasi komunal saling terhubung sebagai mekanisme yang menopang kesalehan religius, kohesi sosial, dan kesinambungan budaya di kalangan Muslim Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa Grebek Besar bukan sekadar perayaan budaya, melainkan ruang ritual devosional Islam yang tertanam dalam adat lokal. Arak-arakan, doa bersama, dan praktik berbagi makanan mengandung makna teologis yang memperkuat relasi komunitas dengan Tuhan sekaligus meneguhkan memori historis dan identitas kolektif. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan mengajukan kerangka teoretis lived theology dalam konteks Islam Jawa yang berlandaskan data empiris, dengan menjembatani konsep-konsep teologi Islam normatif seperti syukr dan ukhuwah dengan analisis antropologis mengenai ritual, simbolisme, dan memori kolektif, sehingga memperkaya pendekatan interdisipliner dalam kajian Islam dan religiusitas lokal di Indonesia.