Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Internalisasi Ayat-Ayat Hukum Syari’at Melalui Bimbingan Tahsin Dan Tafsir Al-Qur’an Di Masa Ppkm Pada Remaja Masjid Baitussalam Murbaya Kec. Pringgarata Loteng Mustapa Ali; M. Musfiatul Wardi; Baiq Ida Astini; Aqodiah Aqodiah
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 7, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v7i1.8450

Abstract

Abstrak: Internalisasi  Ayat-Ayat Hukum Syari’at Melalui Bimbingan  Tahsin Dan Tafsir Al-Qur’an Di Masa PPKM  Pada Remaja Masjid Baitussalam Murbaya Kec. Pringgarata Loteng, umumnya masyarakat setempat sangat mendukung, karena putra-putri mereka diajak dan diarahkan kepada kegiatan bimbingan yang sangat bernilai positif, untuk mengisi waktu luang mereka terlebih lagi di masa pandemi Covid-19. Dan khususnya oleh ketua mitra yakni ketua remaja masjid sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Karena para generasi muda-mudi mendapatkan bimbingan tentang ilmu-ilmu al-Qur’an terutama tahsin dan tajwid al-Qur’an ditambah lagi dengan wawasan pendalaman materi dengan tafsir –Jalalain. Dengan kegiatan tersebut dapat meringankan tugas ketua remaja masjid dalam menanggulangi efek negatif dari banyaknya kegiatan remaja yang sifatnya kurang bermanfaat. Dan kontribusi yang sangat mendukung dari mitra adalah setiap jawal bimbingan ketua remaja senantiasa mengingatkan remaja-remaji untuk tetap semangat dan tepat waktu dalam mengikuti bimbingan tersebut, dan mitra dari remaja masjid ikut berpartisifasi dalam memperbaiki sarana dan prasarana di TPQ Darul Mustofa, dan sekarang kondisi TPQ semakin indah dan bersih. Abstract:  Internalization of Sharia Legal Sites Through Tahsin Guidelines and Al-Qur'an International Time In PPKM Teenagers In Baitussalam Mosque Murbaya Kec. Pringgarata Loteng, generally the local community is very supportive, because their children are invited and directed to guidance activities that have a very positive value, to fill their spare time especially during the Covid-19 pandemic. And especially by the head of the partner, namely the mosque's youth chairman, he was very enthusiastic about this activity. Because the younger generation gets guidance about the sciences of the Qur'an, especially tahsin and tajwid al-Qur'an coupled with insight into the deepening of material with interpretation - Jalalain. With these activities, it can ease the task of the mosque youth leader in overcoming the negative effects of the many youth activities that are less useful. And a very supportive contribution from partners is that every guidance officer of the youth leader always reminds young people to stay enthusiastic and on time in following the guidance, and partners from mosque youth participate in improving facilities and infrastructure at TPQ Darul Mustofa, and now the condition of TPQ more beautiful and cleaner.
Urgensi Multimedia Interaktif untuk Meningkatan Pemahaman Materi Tata Bahasa Arab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Sekarbela Mataram Mustapa Ali; Aqodiah Aqodiah
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v3i2.523

Abstract

Penting difahami bahwa dalam pembelajaran bahasa adalah belajar melalui pengalaman langsung. Jangan pernah mengajarkan satu kosa kata dengan kata “ bayangkan, ini adalah sebuah bola” tanpa membawa media apapun, namun lebih baik ketika guru mengatakan “ ini adalah bola” lebih bermanfaat lagi jika bola itu dapat dipegan atau dilemparkan oleh anak atau siswa. Dari ilustrasi tersebut, tentunya dapat tergambar betapa pentingnya media untuk menyampaikan sebuah pesan, terutama jika audiens pesan tersebut adalah anak-anak. Penelitian ini berjudul Urgensi Multimedia Interaktif untuk Meningkatan Pemahaman Materi Tata Bahasa arab pada Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Sekarbela Kota Mataram. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam hal ini adalah difokuskan pada pengembangan media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif disesuaikan dengan materi yang diajarkan pada siswa kelas lima V MI.  Penelitian dilaksanakan di MI Nurul Islam Sekarbela Mataram tahun akademik 2017/2018. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas  lima A dan B berjumlah 51 orang. Sasaran penelitian ini merupakan satu obyek penelitian sekaligus sebagai pengguna media Multimedia interaktif saat aktivitas pembelajaran tata bahasa Arab berlangsung. Dalam penelitian ini melibatkan ahli media dalam proses pembuatan, dan dosen bidang studi bahasa Arab. Adapun hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media interaktif  dalam pembelajaran tata bahasa Arab dapat meningkatkan pemahaman siswa, hal ini terbukti dari hasil nilai tes yaitu dari post tes, latihan soal dan free tes yaitu interval nilai yang dicapai kelas VA  bervariasi, walaupun demikian pencapaian hasil yang diharapkan sudah sesuai dengan standar kompetensi atau standar ketuntasan, walaupun ada lima orang siswa yang masih mendapatkan nilai kurang dari 70. Dan 20 orang siswa menperoleh nilai 70- 90. Dan nilai untuk kelas V B juga menunjukan hal yang sama walaupun ada perbedaan tingkat pencapaian seperti Dari 25 orang siswa ada delapan siswa yang mencapai nilai di   bawah 70, dan yang lainnya memperoleh nilai 70 sampai 90. walaupun demikian tetap ada peningkatan pemahaman siswa pada materi tata bahasa arab (nahwu)
BIMBINGAN FIQIH THAHAROH MAJELIS TA’LIM MUSLIMAH DI MASJID AHSANUL QOLBU PERUMAHAN GRIYA SEHATI DESA TERONG TAWAH KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Khaeruddin Said; Hidayatussaliki Hidayatussaliki; Aqodiah Aqodiah
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pentingnya bersuci sebelum sholat. Bersuci dari hadats besar, artinya harus mandi besar, sedangkan bersuci dari hadats kecil maka harus berwudhu. Bagaimana cara mandi besar, berwudhu dan bagaimana menggunakan air serta berapa ukurannya, telah diberikan pedoman atau petunjuknya di dalam Al-Qur’an. Artinya melalui risalah itu, kaum muslimin diajarkan tentang tata cara bersuci dan kesemuanya dalam Islam tercakup didalam Fiqih Thaharah. Fiqih Thaharah merupakan fiqih yang khusus membahas tentang tata cara bersuci dari hadats dan najis, yakni keadaan bersuci setelah berwudhu, tayammum, atau mandi wajib. Berdasarkan kegiatan yang telah terlaksana, hasil dari pengabdian ini diantaranya: Pertama, pemahaman warga berkembang dan bertambah yakni tentang ciri-ciri air yang dapat digunakan untuk berwudhu, cara agar tidak was-was saat berwudhu, mengusap kepala berbarengan mengusap telinga, perbedaan antara mencuci dan mengusap, rukun wudhu, mengusap ujung rambut/ubun saat berwudhu, mengusap jilbab bagi wanita saat wudhu ditempat umum, jumlah gerakan saat wudhu, hukum mengucapkan bismillah saat wudhu, bersentuhan suami-istri saat telah berwudhu, cara bersuci tatkala buang angin, dan cara yang benar membersihkan hidung. Kedua, keberlangsungan kegiatan pengabdian ini menjadi kegiatan rutin Majelis Ta’lim Muslimah di masjid Ahsanul Qolbu Perumahan Griya Sehati Desa Terong Tawah Labuapi Lombok Barat dan masuk dalam program Pengurus Takmir Masjid Ahsanul Qolbu. Ketiga, Universitas Muhammadiyah Mataram, khususnya Fakultas Agama Islam sebagai institusi yang memiliki peran dan fungsi didalam mencerdaskan bangsa dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia semakin dikenal oleh masyarakat.
STRATEGI DA’I KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI RUTIN DI KOTA MATARAM Mardiyah Hayati; Niswatun Hasanah; Aqodiah Aqodiah; Dewi Urifah
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah dengan imunisasi. Dai Kesehatan adalah team yang telah dibentuk oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram dalam rangka memberikan bimbingan dan penyuluhan Kesehatan kepada masyarakat di kota Mataram. Kegiatan ini sudah dilakukan cukup lama oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram. Salah seorang Da’I Kesehatan tersebut adalah personel dosen PGMI Universitas Muhammadiyah Mataram dan kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari penyusunan pengabdian pada masyarakat ini adalah sebagai wujud dari Catur Darma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Mataram. Dengan tujuan untuk membantu Dikes Kota Mataram dalam rangka promosi Kesehatan khususnya partisipasi da’I dalam menurunkan angka kesakitan akibat rendahnya cakupan imunisasi di Kota Mataram.
Satu Dekade Evaluasi Hasil Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android di Tingkat Sekolah Dasar David Hermansyah; Aqodiah Aqodiah; Vera Mandailina; Syaharuddin Syaharuddin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi hasil pengembangan media pembelajaran berbasis Android di tingkat Sekolah Dasar selama satu dekade. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif tipe meta-analisis, dengan sumber data berasal dari hasil-hasil penelitian yang relevan yang telah ditelusuri di database pengindek yang memenuhi kriteria kelayakan inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kevalidan media pembelajaran berbasis Android mencapai 91,7%, menunjukkan bahwa media tersebut dapat diandalkan dalam menyajikan konten pendidikan yang akurat dan sesuai standar. Selain itu, tingkat kepraktisan media pembelajaran mencapai 92%, menunjukkan kemudahan penggunaan dan implementasi dalam konteks pembelajaran di Sekolah Dasar. Tingkat keefektivan media pembelajaran berbasis Android juga tinggi, dengan nilai sebesar 90%, menandakan bahwa media tersebut dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman kita tentang pengembangan media pembelajaran berbasis Android di tingkat Sekolah Dasar. Dampak praktis dari penelitian ini terhadap praktik pendidikan adalah memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan dan implementasi lebih lanjut media pembelajaran berbasis Android di tingkat Sekolah Dasar, dengan tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa secara signifikan.
Inovasi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Baiq Ida Astini; Aqodiah Aqodiah; Niswatun Hasanah
Cendekia Vol. 15 No. 01 (2023): Cendekia 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v15i01.408

Abstract

The aims of this study are: 1) To describe the concept of madrasa principal leadership, 2) madrasa principal leadership governance, 3) madrasa principal leadership innovation and 4) challenges faced by madrasah principals in implementing the independent learning curriculum. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was collected by means of interviews, observation and documentation. The results of the research are the head of MIN 1 Mataram in Implementing the Independent Learning Curriculum, which is to return students to their rights as human beings as the implementation of humanism education where schools are expected to accommodate students according to their interests because each child has their own uniqueness and preferential treatment that makes that uniqueness unique. valuable and meaningful. The innovations made by the Head of MIN 1 Mataram in the context of implementing the learning curriculum, including: 1) increasing the professionalism of human resources, especially teachers at MIN I Mataram, 2) increasing the ability to supervise learning guided by the supervision instrument 3) Innovation related to governance management using the term division, and increased the number of divisions to 11 divisions, namely: a) Curriculum Division, b) Partnership Division (Humas), c) Language Development Division, d) Language Development Division, e) Library Division, f) Religious Division, g) Sports and Health, h) Infrastructure Division, i) UKS/Health Division, j) Arts and Culture Division, k) Security and Order Division
PROGRAM MERETAS BUTA HIJAIYAH MELALUI BIMBINGAN IQRA’ DAN TA’LIM AL-QUR’AN PADA LANSIA Mustapa Ali; Muhammad Musfiatul Wardi; Aqodiah Aqodiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18905

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian pada masyarakat adalah implementasi dari Tri dharma perguruan tinggi. Di samping sebagai tugas pokok dosen, program ini juga sebagai jembatan untuk misi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Program ini sangat urgen karena berorientasi pada pemberantasan buta hijaiyah pada lansia, penanaman nilai-nilai ilmu keislaman, pembinaan akhlaqul karimah dan mendampingi para lansia dalam memanfaatkan usia tuanya pada aktivitas yang lebih positif (‘amal solih). PKM ini dilaksanakan di TPQ Darul Mustofa Lombok Tengah, Dusun Murbaya, Kecamatan Pringgarata. Dan yang menjadi mitra dalam Pendampingan ini adalah Pembina TPQ Darul Mustofa dan Kepala Desa setempat. Adapun peserta pembinaan sebanyak 25 orang. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh pekan dengan metode bimbingan yang terbagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu (a) Tahsin makhraj dan sifat huruf; (b) Tahsin Makhraj dan sifat huruf dalam kata; dan (c) Tahsin bacaan panjang-pendek (tahsin tajwid), serta penggalian makna ayat al-Qur’an yang telah ditadarrus tersebut. Adapun hasil evaluasi dari bimbingan ini adalah (1) peserta bimbingan mampu membaca al-Qur’an dengan benar dan lebih baik, fasih serta dapat memahami beberapa kandungan dari ayat al-Qur’an dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan social. Prosentase kemampuan lansia dalam membaca al-qur’an meningkat dari 30% menjadi 75%; (2) Memiliki tambahan media belajar; dan (3) Kesejahteraan guru bisa lebih baik dengan pemberian insentif dari desa setempat.Abstract: The Community Service Program is an implementation of the Tri Dharma of Higher Education. Apart from being the main task of lecturers, this program is also a bridge for the mission of preaching amar ma'ruf nahi munkar. This program is very urgent because it is oriented towards eradicating hijaiyah blindness in the elderly, instilling Islamic knowledge values, developing morals and accompanying the elderly in using their old age in more positive activities ('amal solih). This PKM was carried out at TPQ Darul Mustofa Central Lombok, Murbaya Hamlet, Pringgarata District, which is also a partner in this assistance TPQ Advisor Darul Mustofa and local Village Head, and There were 25 training participants. This activity lasted for seven weeks with a guidance method which was divided into several stages, namely (a) Tahsin Makhraj and the nature of letters; (b) Tahsin Makhraj and the nature of letters in words; and (c) Tahsin long-short reading (tahsin tajwid), as well as exploring the meaning of the verses of the Koran that have been recited. The evaluation results of this guidance are (1) Guidance participants are able to read the Koran correctly and better, fluently and can understand some of the contents of the verses of the Koran and can apply them in social life. The percentage of elderly people's ability to read the Koran increased from 30% to 75%; (2) Has additional learning media; and (3) Teacher welfare can be better by providing incentives from local villages.
Kontestasi Ideologi Bahasa dalam Pemilihan Presiden 2019 Pada Pola Horizontal, Vertikal, dan Individual (Contestation of Language Ideology in the 2019 Presidential Election on Horizontal, Vertical, and Individual Patterns) M Wildan; Muhammad Saleh; Aqodiah Aqodiah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11306

Abstract

This study aims to explain the ideological contestation of language in the 2019 Presidential Election (Pilpres) which has horizontal, vertical, and individual patterns. Data were analyzed using a narrative analysis approach to mainstream media news texts and uploads of citizens' statuses on social media. The results of the study show that the ideological contestation of language that occurred in the 2019 Presidential Election by paying attention to the facts of cebong, kampret, and kadrun languages has formed netizens to be polarized into three patterns, namely horizontal, vertical, and individual. Netizens became patterned because the three unique lexicons of the 2019 Presidential Election had been integrated into him. For this reason, polarization does not only occur during the 2019 presidential election but also after the presidential election and may even continue until the upcoming 2024 presidential election.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kontestasi ideologi bahasa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang berpola horizontal, vertikal, dan individual. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan naratif analisis terhadap teks pemberitaan media arus utama dan unggahan status warganet pada media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontestasi ideologi bahasa yang terjadi pada Pilpres 2019 dengan memperhatikan fakta bahasa cebong, kampret, dan kadrun telah membentuk warganet menjadi terpolarisasi ke dalam tiga pola, yaitu horizontal, vertikal, dan individual. Warganet menjadi terpola karena telah terintegrasinya tiga leksikon unik Pilpres 2019 itu pada dirinya. Untuk itu, polarisasi tidak hanya terjadi pada masa Pilpres 2019, tetapi juga pasca-Pilpres dan bahkan dapat berlanjut hingga Pilpres 2024 mendatang. 
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PENDEKATAN SOSIAL-EMOSIONAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mappanyompa Mappanyompa; Aqodiah Aqodiah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58067

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab urgensi meningkatnya kasus bullying di sekolah dasar yang berdampak pada perkembangan sosial-emosional siswa, kenyamanan belajar, dan iklim sekolah secara keseluruhan. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep bullying, bentuk-bentuknya, dan dampaknya; (2) mengembangkan keterampilan sosial-emosional seperti empati, pengendalian diri, dan komunikasi yang efektif; (3) membekali siswa dengan kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif; (4) menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak; serta (5) menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mencegah dan menolak perilaku bullying. Metode pelaksanaan PKM meliputi penyuluhan, pelatihan, simulasi (role play), dan diskusi kelompok, bekerja sama dengan mitra sekolah dasar dengan jumlah peserta sebanyak 45 siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, serta observasi perubahan perilaku siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan capaian sebesar 85% terhadap tujuan program.
Pelatihan penyusunan RPP berbasis kurikulum cinta sebagai upaya peningkatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah Aqodiah Aqodiah; Khaeruddin Said; Mustapa Ali; Baiq Ida Astini; Zaenudin Zaenudin; Muhiburrahman Muhiburrahman; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38936

Abstract

AbstrakTransformasi pendidikan madrasah menuntut penguatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai karakter secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran. Namun, pada praktiknya, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih cenderung bersifat administratif dan belum mengakomodasi integrasi nilai secara operasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah dengan melibatkan 15 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan meliputi workshop konseptual, pelatihan teknis penyusunan RPP, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dengan rata-rata skor dari 54,3 menjadi 83,4 serta peningkatan keterampilan penyusunan RPP dari 53,2 menjadi 85,0. Secara kualitatif, terjadi perubahan paradigma guru dalam merancang pembelajaran dari yang berorientasi administratif menuju pembelajaran yang lebih holistik dengan integrasi nilai panca cinta dalam tujuan, kegiatan, dan asesmen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta dapat menjadi model penguatan pembelajaran berbasis nilai di madrasah. Kata kunci: kurikulum berbasis cinta; rencana pelaksanaan pembelajaran; kompetensi guru; pendidikan karakter; madrasah ibtidaiyah AbstractThe transformation of madrasah education requires strengthening learning processes that are not only cognitively oriented but also systematically integrate character values into lesson planning. However, in practice, lesson plans tend to be administrative in nature and have not yet accommodated the operational integration of values. This community service activity aims to improve teachers’ understanding and skills in developing lesson plans based on the Love-Based Curriculum. The activity was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah, involving 15 teachers as target participants. The methods employed included conceptual workshops, technical training on lesson plan development, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests, observation, and reflection. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding, with average scores increasing from 54.3 to 83.4, as well as an improvement in lesson plan development skills from 53.2 to 85.0. Qualitatively, there was a shift in teachers’ perspectives from administrative-oriented planning to more holistic learning design, integrating the five core values of love into learning objectives, activities, and assessment. This activity demonstrates that practice-based training is effective in enhancing teacher competence and can serve as a model for strengthening value-based learning in madrasahs. Keywords: love-based curriculum; lesson plan; teacher competence; character education; madrasah ibtidaiyah