Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Vaksinasi Booster Covid-19 pada Masyarakat di Desa Bumbung Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow: Factors Influencing the Willingness of Covid-19 Booster Vaccination in the Community in Bumbung Village, Lolak District, Bolaang Mongondow Regency Ovira Winda Manoppo; Laksmyn Kadir; Lia Amalia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui apakah terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan Vaksinasi Booster Covid-19 pada masyarakat di Desa Bumbung Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. Pada Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan studi desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Bumbung Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang mongondow dengan jumlah sampel 168 orang. Analisis data yang digunalan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan (1) Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,000 < ? = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai vaksin dengan kesediaan responden untuk divaksinasi booster covid-19 Desa Bumbung Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (2) Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,000< ? = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara berita hoax mengenai vaksin dengan kesediaan responden untuk vaksinasi booster covid-19. (3) Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,000 < ? = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara persepsi tentang vaksin dengan kesediaan responden untuk di vaksinasi booster covid-19. (4) Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,000 < ? = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kecemasan mengenai vaksin dengan kesediaan responden untuk di vaksinasi booster covid-19.
Hubungan Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua dengan Sikap Agresif pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) di Pusat Layanan Autis Provinsi Gorontalo: Relationship of Knowledge and Parenting Patterns with Aggressive Attitudes in Children with Autism Spectrum Disorder (ASD) at the Autism Service Center in Gorontalo Province Putri Rachmawaty; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7383

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks dan berat menyangkut masalah komunikasi, interaksi sosial dan perilaku repetitive. Pengetahuan dan pola asuh orang tua terhadap anak ASD sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap perkembangan dan pengendalian sikap agresif pada anak ASD. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan pola asuh orang tua dengan sikap agresif pada anak autism spectrum disorder di Pusat Layanan Autis Provinsi Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Responden dari penelitian ini adalah orang tua dari anak yang menderita autism spectrum disorder di pusat layanan autis provinsi gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Layanan Autis Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pola asuh orang tua dengan sikap agresif pada anak Autism Spectrum Disorder di Pusat Layanan Autis Provinsi Gorontalo.
Analisis Kendala Dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Dengan Menggunakan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Toto Utara: Analysis of Constraints in the Implementation of Health Services Using Electronic Medical Records at the North Toto Community Health Center Meylani Toonawu; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8592

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi sistem pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala implementasi pelayanan kesehatan menggunakan RME di Puskesmas Toto Utara berdasarkan Faktor Manusia (Man), Mesin (Machine), Metode (Method) dan Uang (Money). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas dan Petugas Rekam Medis serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama berasal dari faktor manusia, seperti kurangnya tenaga berlatar belakang rekam medis dan keterbatasan kemampuan komputer. Faktor mesin meliputi sarana prasarana dan jaringan internet yang belum stabil. Faktor metode, implementasi SOP telah tersedia, namun implementasi masih belum sepenuhnya optimal. Faktor Uang, meskipun dana ada dukungan dari BOK, alokasi anggaran belum memadai untuk menunjang RME secara menyeluruh. Simpulannya keberhasilan implementasi RME memerlukan peningkatan kapasitas SDM, infrastruktur teknologi, konsitensi penerapan SOP, serta alokasi dana yang memadai.
Pemetaan Penyebaran Kasus Penyakit Sifilis di Kota Gorontalo Tahun 2024: Mapping the Distribution of Syphilis Cases in Gorontalo City in 2024 Sinar Dahlia; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9723

Abstract

Penyakit menular seksual (IMS), termasuk sifilis, merupakan masalah besar dalam kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Sifilis dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman dan dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan manusia. Sistem informasi geografis berkontribusi siginifikan dalam pemetaan penyakit menular, yang merupakan masalah kesehatan serius di indonesia. Melalui SIG, visuaisasi data dapat dilakukan dengan menyusun peta yang menunjukkan sebaran penyakit dan kasus-kasus di seluruh wilayah, memungkinkan identifikasi daerah dengan prevalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan pola penyebaran kasus sifilis berdasarkan SIG menurut lokasi geografis di kota Gorontalo tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 65 kasus sifilis yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 puskesmas yang memiliki kasus tertinggi, berdasarkan kelompok usia menunjukkan usia 20 – 24 tahun yang mencatat kasus tertinggi, berdasarkan jenis kelamin perempuan yang memiliki angka kasus tertinggi, bulan januari dan juni mencatat kasus tertinggi, kelompok yang sudah menikah memiliki kasus lebih tinggi daripada yang belum menikah, berdasarkan tingkat tingkat pendidikan, SMA memiliki angka kasus tertinggi dan berdasarkan pekerjaan IRT mencatat kasus tertinggi dibanding pekerjaan yang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peta persebaran kasus sifilis di Kota Gorontalo yaitu kecamatan hulontalangi, kecamatan dungingi dan mencatat kasus paling tinggi sedagkan kasus terendah ada dikecamatan Kota Barat.
Overview Of The Value Of Ankle Brachial Index Of Type 2 Diabetes Mellitus In The Kabila Health Center Area Bone Bolango Regency Fadiyah Faisal Anoez Alamri; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8214

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease caused by impaired insulin secretion and insulin resistance, and is influenced by various risk factors such as age, diet, stress, and lack of physical activity. Complications caused by this disease include microvascular and macrovascular disorders, one of which is peripheral perfusion disorders that can be detected through an Ankle Brachial Index (ABI) examination. This study aims to determine the value of blood pressure and ABI in patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of the Kabila Health Center, Bone Bolango Regency. The study used a descriptive quantitative method with a quasi experimental design and purposive sampling technique, involving 33 respondents. The results showed that 69.7% of respondents had high blood pressure and all respondents (100%) showed ABI values in the category of mild obstruction (0.71–0.89). These findings indicate that type 2 DM patients in the region are at risk of peripheral blood circulation disorders even though they have not shown severe clinical symptoms. Factors of age, physical activity, and the length of time you have been suffering from diabetes are factors that affect the value of ABI. It is recommended that future studies use larger samples and more accurate examination methods such as vascular doppler for more valid results.