Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Minuman Ekstrak Jahe Terhadap Laju Pernapasan Pada Perokok Di Wilayah Desa Langagon Bolaang Mongondow : The Effect of Giving Ginger Extract Drink on Respiratory Rate in Smokers in Langagon Village Area Bolaang Mongondow Febriyanti Ginoga; Sunarto Kadir; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7438

Abstract

Merokok menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat terutama laki-laki. Hal ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mekanisme paru-paru menjadi rusak. Pengobatan secara tradisional mengunakan minuman ekstrak jahe merah menjadi cara untuk mengurangi dampak berbahaya dari merokok. Rumusan Masalah yaitu apakah terdapat pengaruh pemberian minuman ekstrak jahe terhadap laju pernapasan pada perokok di wilayah Desa Langagon Bolaang Mongondow. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian esktrak jahe sebelum dan sesudah pada perokok di wilayah Desa Langagon Bolaang Mongondow. Metode penelitian menggunakan jenis metode pre-experimental dengan melihat laju pernapasan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah laki-laki perokok aktif berjumlah 224 orang dengan sampel 50 orang berusia >30 tahun sesuai kriteria inklusi dan esklusi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik non-parametik yakni uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon untuk laju pernapasan sebelum pemberian minuman ekstrak jahe dan setelah pemberian minuman ekstrak jahe didapatkan p-value 0,000 (p<0,05). Dengan nilai rata-rata 14,32 nafas/menit dengan min 16 nafas/menit dan max 20 nafas/menit. Adanya pengaruh laju pernapasan sebelum pemberian minuman ekstrak jahe dan setelah. Diharapkan kepada masyarakat untuk tetap mengkonsumsi minuman dengan ekstrak jahe secara rutin dan sesuai dengan anjuran konsumsi.
Analisis Faktor Kejadian Yang Berhubungan Dengan Tonsilitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat Tahun 2024: Analysis Of Incident Factors Related to Tonsilitis in the Working Area of the West City Community Health Center In 2024 Nurafrinda Djabar; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7660

Abstract

Tonsilitis merupakan peradangan yang terjadi pada tonsil disebabkan oleh bakteri sehingga tonsil membengkak, merah, melunak dan memiliki bintik-bintik putih diarea permukaannya. Tonsilitis merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang banyak ditemukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Berdasarkan laporan tahunan puskesmas, kunjungan dengan kasus tonsilitis terus meningkat dari tahun ke tahun. Masalah ini diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan seperti goreng-gorengan, makanan pedas, dan juga minuman yang dingin dan instan tidak baik untuk kesehatan tubuh sehingga sangat membawa dampak buruk bagi kesehatan tonsil, hal ini dapat memicu terjadinya infeksi pada rongga mulut sehingga menyebabkan peradangan pada tonsila platina, jenis makanan yang tidak baik dapat menyebabkan progresifitas dan rendah nutrisi mikro dapat melemahkan system imun dan memicu peradangan tonsil sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kerentanan tonsil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor kejadian yang berhubungan dengan kejadian tonsilitis di wilayah kerja puskesmas kota barat tahun 2024. Desain penelitian yaitu cross sectional. Populasi sebanyak 195 responden dan sampel sebanyak 131 responden menggunakan tekhnik purposive sampling. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan Fisherc Exact. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan faktor pengetahuan dengan kejadian tonsilitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Hasil Chi-Square P-Value > ? (0,527 > 0,05). Terdapat hubungan fast food dengan kejadian tonsilitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Hasil Fisher Exact didapatkan P-Value < ? (0,019 < 0,05). Tidak terdapat hubungan soft drink dengan kejadian tonsilitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Hasil Fisher Exact didapatkan P-Value > ? (0,450 > 0,506).Diharapkan puskesmas dapat melakukan rencana pengembangan informasi bagi masyarakat dan dapat merealisasikan pentingnya menjaga pola makan dan minum. Bagi peneliti selanjutnya bisa dikembangkan kembali dengan metode yang lain.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Tinnitus Subjektif Pada Pekerja Bagian Produksi Di Industri Meubel Pt. Faninda Jaya: Analysis Of Factors Associated With Subjective Tinnitus In Production Workers In The Furniture Industry At Pt. Faninda Jaya Atila Balgis Masiaga; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9218

Abstract

Tinnitus subjektif merupakan persepsi suara yang tidak berhubungan dengan bunyi fisik, dan hanya dapat didengar oleh individu yang mengalaminya. Faktor risiko keluhan tinnitus subjektif bisa bersumber dari faktor individu maupun faktor pekerjaan. Faktor individu yakni usia, jenis kelamin, penggunaan obat, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan kesehatan mental. Faktor pekerjaan ialah intensitas bising, masa kerja, lama kerja, pemakaian Alat Pelindung Telinga, dan paparan getaran. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang hubungan dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja bagian produksi di industri meubel PT. Faninda Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja di bagian produksi industri meubel PT. Faninda dengan penentuan sampel menggunakan Sampling jenuh (exhaustive sampling) yang berjumlah 52 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kesalahan (?) = 5%. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi faktor intensitas bising (p-value = 0,025), faktor tekanan darah (p-value = 0,691), faktor masa kerja (p-value = 0,002), faktor lama kerja (p-value = 1,000), dan faktor usia (p-value = 0,009). Simpulan ada hubungan faktor intensitas bising, masa kerja, dan usia dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja bagian produksi industri meubel PT. Faninda Jaya. Dan tidak ada hubungan faktor tekanan darah dan lama kerja dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja. Disarankan bagi pemillik PT. Faninda Jaya untuk mengelola manajemen K3 lebih baik, bagi pekerja untuk lebih menyadari kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
Comparative Analysis of the Effectiveness of Eco Enzyme from Waste Orange Fruit Peel (Citrus Sp.) and Pineapple (Pineapple Comossus) as an Effort to Sterilize Chicken Coops Rohana Pakaya; Laksmyn Kadir; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8332

Abstract

Chicken coops are one of the places where pathogenic microorganisms develop that can cause problems for the health of chickens and the surrounding community, so sterilization efforts are necessary. This study aims to compare the effectiveness of eco enzyme liquid from orange and pineapple peel waste in reducing the number of bacteria in chicken coops. A type of pre-experimental research with a one-shot case study design. The samples in this study are two chicken coop samples that were treated each using orange and pineapple eco enzyme liquid . Data collection was carried out before and after treatment with the pour plate method. The data was analyzed using Paired Sample T-Test and Independent Sample T-Test with an error rate of 5%. The results of this study showed that there was a significant decrease in the number of bacterial colonies in cage A (orange) and cage B (pineapple), with significance values of p=0.002 and p=0.001, respectively. However, the results of the comparison test between cages showed no significant difference in the results after treatment (p=0.967). This shows that both eco enzyme liquids are equally effective in reducing the number of bacteria. It is recommended to test the number of bacteria also on other disinfectants to see how much advantages and disadvantages of eco enzymes are compared to commonly used disinfectants.
Test The Effectiveness of the Combination of Essential Oils of Fragrant Lemongrass Leaves (Cymbopogon nardus) and Musk Orange Peel (Citrus Microcarpa) in Oil-Based Aromatherapy Candle Preparations Used Cooking Oil as a Repellnt of Aedes sp. mosquitoes Sri Ulva Ahmad; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) October 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i4.8878

Abstract

Aedes sp. mosquitoes are the main vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) which is a public health problem. Chemical-based mosquito control efforts tend to cause resistance and environmental impacts, so safer natural alternatives are needed. This study aims to test the effectiveness of the combination of essential oils of sweet lemongrass leaves and musk orange peel in the preparation of used cooking oil-based aromatherapy candles as a repellent of Aedes sp. mosquitoes. This type of pure experimental research (true experiment) using a complete random design (RAL). The population in this study was Aedes sp. mosquitoes and a sample of 300 mosquitoes using one control and three treatments with a concentration of 10% fragrant lemongrass leaves, 10% musk orange peel, and 10% combination of both with 3 repeats for 3 hours of observation. The data was analyzed using the Anova One-Way test with an error rate (?) of 5%. The results of the study showed that aromatherapy wax preparations from essential oils of fragrant lemongrass leaves, musk orange peel and a combination of both with a concentration of 10% can kill mosquitoes 56%, 32% and 92% respectively. There is a significant difference with (p-value = 0.000<0.05). Further development of this aromatherapy wax formulation with variations in concentration is recommended to optimize its effectiveness as a repellent.