Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN PILATES TERHADAP KELELAHAN IBU PADA MASA NIFAS Riana Pascawati; Yulidar Yanti; Dewi Purwaningsih
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.032 KB)

Abstract

Fatigue is a common symptom experienced during the postpartum period with up to 67% of women reporting severe fatigue at 12 months after delivery. Side affects of postpartum fatigue can affect the lactation process, decreased sexual intercourse between partners, stress and mood disorders and an increased of postpartum depression. In general, an effective strategy to reduce the effects of fatigue during the puerperium is pilates exercises during postpartum. Pilates exercises are effective because they are easy and can be done at home. The general objective in this study was to analyze the effect of pilates exercise on maternal fatigue during the postpartum period. This study used a one group pre-post test design. The population of this study were all post-partum mothers in the work area of ​​Garuda Primary Health Center, Bandung City. The number of samples according to the inclusion criteria was 20 respondents. Sampling in this study was conducted using consecutive sampling technique. Data analysis using dependent t-test. The results show that all respondents were in the healthy reproductive age range between 20-27 years. EPDS scores ranged from 2-9 and BMI was in the normal category. There was a decrease in the fatigue score after 4 weeks of pilates exercise with an average decrease in the FAS score of 10.5. There is an effect of pilates exercise on fatigue during postpartum with a p value = 0.001. Based on the results of this study, it is hoped that midwives can routinely provide pilates exercise care to mothers and it was an effective step in the efforts of maternal and infant health.
SNACK BAR KETAN HITAM DAN JUS JAMBU BIJI MENINGKATKAN KADAR HB REMAJA PUTRI Juju Sriwenda; Yulidar Yanti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.578 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1916

Abstract

Anemia pada remaja putri di negara berkembang sekitar 53,7%, di Indonesia 18,4% remaja mengalami anemia, sementara di Jawa Barat sebesar 26,4%. Salah satu cara untuk menanggulangi anemia remaja dengan melakukan fortifikasi makanan berupa snack dan cookies. Terdapat beberapa zat mikro yang digunakan bersama-sama dengan zat besi untuk meningkatkan penyerapan zat gizi diantaranya vitamin A, vitamin C, vitamin B12, dan Vitamin B6. Salah satu buah yang kaya vitamin C adalah jambu biji, setara dengan 6 kali kandungan vitamin C pada jeruk, Zat besi umumnya berasal dari protein hewani, tetapi ada juga biji-bijian yang mengandng zat besi yaitu ketam hitam, dalam 100 gr ketan hitam mengandung 4% kebutuhan zat besi harian. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan efektifitas snack bar tape ketan dan jus jambu terhadap peningkatan kadar haemoglobin remaja putri. Desain penelitian ini bersifat analitik, menggunakan desain quasy experiment dengan pendekatan pre and posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan porposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 60 remaja. Hasil penelitian terdapat peningkatan kadar Hb yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian snack bar tape ketan hitam dengan nilai p<0,001, begitu pula dengan pembeian juice jambu biji. Tidak ada perbedaan bermakna pada peningkatan kadar Hb antara pemberian snack bar tape ketan hitam dan jus jambu biji dengan nilai p=0,322. Snack bar tape ketan hitam dan jus jambu biji dapat digunakan sebagai salah satu alternatifuntuk meningkatkan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia.
Hubungan Penerapan Sistem Informasi Berbasis Website Terhadap Akurasi Data Anemia dalam Kehamilan Yulidar Yanti; Anita D. Anwar; Irvan Afriandi
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.565 KB) | DOI: 10.35568/bimtas.v3i1.452

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok anak-anak dan ibu hamil. Kualitas data anemia di Indonesia masih rendah, karena laporan tidak akurat, tidak lengkap dan tidak tepat waktu. Pengembangan aplikasi berbasis website diperlukan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan akurasi pelaporan anemia setelah pengembangan aplikasi berbasis website pada pemantauan anemia dalam kehamilan. Penelitian ini menggunakan rancangan operasional riset dengan pendekatan pre and posttest control group. Kelompok studi dibagi menjadi dua yaitu kelompok perlakuan menggunakan aplikasi berbasis website dan kelompok kontrol melakukan pencatatan dan pelaporan secara manual dilakukan dari bulan September sampai bulan November 2016. Jumlah responden pada kelompok perlakuan berjumlah 19 BPM dan kelompok kontrol berjumlah 20 BPM. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan akurasi laporan sebesar 64,5% (p=0,029) pada kelompok perlakuan untuk akurasi laporan pretest dan posttest 1 dan sebesar 64,5% (p=0,012) untuk akurasi laporan pretest dan post test 2. Simpulan pengembangan aplikasi berbasis website pada pemantauan anemia dalam kehamilan merupakan upaya yang efektif untuk meningkatan akurasi data pelaporan anemia.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY F DENGAN ANEMIA SEDANG Melati Ratuning Ayu, Violla; Yanti , Yulidar
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Anemia merupakan masalah yang sering ditemukan pada ibu hamil. Upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan melalui pemberian Fe. Resiko jika anemia pada ibu hamil terdapat komplikasi. Dengan adanya asuhan yang berkesinambungan dan komprehensif, bidan memberikan promosi kesehatan agar ibu dan bayi sehat. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini guna memberikan asuhan sejak kehamilan hingga nifas kepada Ny F dengan anemia. Laporan Tugas Akhir ini merupakan studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan kepada Ny. F sejak usia kehamilan 39 minggu hingga dengan masa nifas dan neonatal yang dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2023 di Puskesmas Samarang Kabupaten Garut.. Teknik pengumpulan data ditentukan berdasarkan data primer dan sekunder. Pada saat ibu hamil trimester III ibu mengalami anemia sedang, ibu mengalami kenaikan HB walaupun terdapat proses hemodilusi. Asuhan persalinan yang dilakukan oleh seorang bidan sesuai dengan standar. Asuhan nifas berjalan dengan fisiologis, proses involusi, pengeluaran lokhea, namun terdapat masalah puting lecet dan dan diajarkan Teknik menyusui yang benar. Asuhan pada bayi baru lahir berjalan normal tidak ditemukan masalah. Asuhan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir diberikan sesuai dengan standar pelayanan dan penatalaksanaan .  
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DAN LETAK SUNGSANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMARANG KABUPATEN GARUT Nurgivina Sya'diatulhusni, Nurgivina; Yulidar Yanti
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kematian ibu disebabkan oleh preeklampsia dan letak sungsang. Upaya pencegahan preeklamsia/eklamsia antara lain dengan melakukan pemeriksaan rutin, pemberian obat antihipertensi, memberikan informasi manfaat istirahat dan pentingnya mengatur pola makan rendah garam, serta upaya yang dilakukan untuk menangani kehamilan sungsang yaitu dengan cara knee chest position (posisi dada-lutut) pada ibu. Tujuan dari laporan ini untuk melaksanakan Asuhan Komprehensif  dengan Preeklampsia Berat dan letak sungsang. Metode yang digunakan adalah studi kasus mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dengan pendekatan manajemen kebidanan di wilayah kerja Puskesmas Samarang dari usia kehamilan 38 minggu, nifas 1 hari sampai dengan 34 hari. Hasil asuhan yang diberikan pada ibu yang mengalami preeklampsia berat dengan memberikan obat antihipertensi dan edukasi mengenai mengatur pola makan rendah garam. Penatalaksanaan asuhan kebidanan persalinan  dengan preeklamsia berat dan letak sungsang adalah berkolaborasi dengan dokter spesialis kandungan untuk persalinan. Berdasarkan advice dokter kandungan, bidan membantu persalinan pervaginam dengan teknik Bracht serta ibu langsung dipasang alat kontrasepsi post placental. Bayi  lahir dalam keadaan normal dan pada saat kunjungan neonatal tidak ditemukan adanya permasalahan. Pada masa nifas, ditemukan permasalahan yaitu puting terasa nyeri dan diajarkan teknik menyusui. Kesimpulan Pelayanan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir telah dilaksanakan berdasarkan standar manajemen dan pelayanan kebidanan.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI PUSKESMAS SAMARANG KABUPATEN GARUT TAHUN 2023 Syamsi, Alifia Nurul Syamsi; Yulidar Yanti, Yulidar Yanti
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mendeteksi kegawatdaruratan dan mendeteksi dini komplikasi yang kemungkinan dapat terjadi. Asuhan  diberikan berupa asuhan masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan manajemen kebidanan sesuai dengan standar kebidanan dan pendokumentasian SOAP.             Metode yang digunakan adalah studi kasus, responden yaitu Ny. S G1P0A0 hamil dengan usia kehamilan 38 minggu dan bayi baru lahir, di wilayah kerja Puskesmas Samarang Kabupaten Garut. Asuhan diberikan dari bulan Januari sampai dengan bulan Februari tahun 2023. Selama proses asuhan yang diberikan, ibu dan bayi menunjukkan keadaan baik, saat kehamilan, ibu mengalami ketidaknyamanan pada Trimester III yaitu sakit punggung. Setelah bayi lahir ibu mengalami laserasi derajat 2, tetapi tidak diberikan anestesi pada saat penjahitan laserasi. Tidak ditemukan masalah lain pada ibu selama masa nifas, demikian juga pada Bayi Baru Lahir tidak ditemukan masalah sehingga diberikan asuhan kebidanan fisiologis/normal. Asuhan kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir sudah dilaksanakan berdasarkan manajemen kebidanan dan standar pelayanan kebidanan.
Pengaruh Kompres Aloe Vera Terhadap Nyeri Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas: EVIDENCE BASED CASE REPORT Marsaa Khairani, Zakiyyah; Yanti, Yulidar; Ulfah Fatimah, Yulia
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The postpartum is a period of adaptation where various problems arise, a problem that often arises during the postpartum period is breast engorgement. Breast engorgement occurs due to non-continuous breastfeeding so that remaining breast milk collects in the duct area. This occurs, among other things, because breast milk production increases, early breastfeeding is hampered, poor latching, less frequent expression of breast milk, and restrictions on breastfeeding time. According to the Indonesian Ministry of Health, breast engorgement often occurs in 10-20% of the population of postpartum mothers, which can make the situation worse if not treated properly. Objective: This evidence-based case report aims to determine the effect of aloe vera compresses on breast engorgement of postpartum mothers. Method: Evidence base case report (EBCR) through literature searches in several articles, namely Pubmed and Google Scholar. Results: The breasts were painful and swollen after being given treatment by applying aloe vera compresses for 20 minutes which was done 2-3 times a day for 7 days which reduced breast engorgement, seen from the decreasing Visual Analog Scale (VAS) assessment results. Conclusion: The application of non-pharmacological therapy, namely Aloe vera compress, contains anthraquinone containing aloin and emodin which can function as an analgesic so that it is effective in treating breast engorgement.
Efektivitas latihan otot dasar panggul terhadap kepuasan seksual pada pasangan usia subur Sriwenda, Djudju; Sudiapermana, Elih; Pramudia, Joni Rahmat; Yanti, Yulidar; Purnamasari, Ira
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.638

Abstract

Background: Obesity is associated with decreased sexual satisfaction, loss of sexual desire, impaired sexual performance, and reluctance to engage in sexual contact. These things will affect household harmony if not addressed. Overcoming sexual dissatisfaction can be done with pharmacological and non-pharmacological techniques. Performing pelvic floor muscle exercises is one non-pharmacological method that can be done as an alternative to improve sexual dissatisfaction. Purpose: To determine the effect of the effectiveness of pelvic floor muscle exercises on sexual satisfaction in fertile couples. Method: Quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach using a control group. Sampling was carried out by purposive sampling and obtained 54 respondents with inclusion criteria aged 35-45 years, married > 10 years, and number of children ≥ 2. The sexual satisfaction instrument used was the Sexual Satisfaction Index Form (SSIF) and data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: Based on the Mann-Whitney Test, it shows that the median rating of sexual satisfaction in normal BMI obtained a score of 29.63 and in excessive BMI obtained a score of 25.80 with a p-score of 0.378. Meanwhile, the median rating of increased sexual satisfaction in normal BMI obtained a score of 29.10 and in excessive BMI obtained a score of 26.22 with a p-score of 0.502. Based on the Wilcoxon Test, the comparison of pre-post test between normal and excessive BMI obtained a p-score <0.001. Conclusion: Fertile couples with normal and excessive BMI had increased levels of sexual satisfaction before and after doing pelvic floor muscle exercises for 20 minutes every day for 4 weeks (p<0.001). In addition, between normal BMI and excessive BMI there was no significant effect on increasing sexual satisfaction (p>0.005). Suggestion: Pelvic floor muscle exercises are recommended to be done routinely as a non-pharmacological therapy to increase sexual satisfaction.   Keywords: Obesity; Pelvic Floor Muscle Exercises; Sexual Satisfaction.   Pendahuluan: Obesitas dikaitkan dengan penurunan kepuasan seksual, hilangnya hasrat seksual, gangguan kinerja seksual, dan keengganan untuk melakukan kontak seksual. Hal-hal tersebut akan berdampak pada keharmonisan rumah tangga jika tidak diatasi. Mengatasi ketidakpuasan seksual dapat dilakukan dengan teknik farmakologi dan non farmakologi. Melakukan latihan otot dasar panggul merupakan salah satu cara non farmakologi yang dapat dilakukan sebagai alternatif dalam memperbaiki  ketidakpuasan seksual. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh efektivitas latihan otot dasar panggul terhadap kepuasan seksual pada pasangan usia subur. Metode: Desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test menggunakan kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan didapatkan sebanyak 54 responden dengan riteria inklusi adalah usia 35-45 tahun, lama menikah > 10 tahun, dan jumlah anak ≥ 2. Instrumen kepuasan seksual yang digunakan adalah Sexual Satisfaction Index Form (SSIF) dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Berdasarkan Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa median rank kepuasan seksual pada IMT normal mendapatkan skor 29.63 dan pada IMT berlebih mendapatkan skor 25.80 dengan p-skor 0.378. Sementara itu, median rank peningkatan kepuasan seksual pada IMT normal mendapatkan skor 29.10 dan pada IMT berlebih mendapatkan skor 26.22 dengan p-skor 0.502. Berdasarkan Wilcoxon Test perbandingan pre-post-test antara IMT normal dan berlebih mendapatkan p-skor <0.001. Simpulan: Pasangan usia subur dengan IMT normal dan berlebih memiliki tingkat kepuasan seksual yang meningkat sebelum dan setelah melakukan latihan otot dasar panggul durasi 20 menit setiap hari selama 4 minggu (p<0.001). Selain itu, antara IMT normal dan berlebih tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kepuasan seksual (p>0.005). Saran: Latihan otot dasar panggul direkomendasikan dilakukan secara rutin sebagai terapi non farmakologis untuk meningkatkan kepuasan seksual.   Kata Kunci: Kepuasan Seksual; Latihan Otot Dasar Panggul; Obesitas.
Efektivitas terapi musik dan posisi sujud terhadap pengurangan serangan nyeri kepala pada wanita menopause hipertensi Yanti, Yulidar; Sriwenda, Djudju
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.2072

Abstract

Background: Menopause is characterized by a decrease in estrogen, which can lead to impaired vascular function. This decrease in estrogen inhibits vasodilation, narrowing blood vessels, which results in increased blood pressure. Hypertension can trigger a series of symptoms, including headaches caused by increased intracranial pressure, dizziness due to reduced tissue blood flow/perfusion, and ischemia caused by vasoconstriction. As a non-pharmacological solution, listening to music has been shown to help achieve a relaxed state. Furthermore, the prostration position has been proposed as an intervention because it utilizes the force of gravity; the lower the body position, the greater the potential for relaxation and blood pressure reduction. Purpose: To determine the effectiveness of music therapy and prostration positions in reducing the frequency of headache attacks in menopausal women with hypertension. Method: This study used a quasi-experimental design using a pre- and post-test approach with a control group design. Conducted in the Garuda Community Health Center work area in September-October 2023. Sampling used purposive sampling technique and required a sample size of 60 participants, with 30 participants for each group. Data analysis used the Wilcoxon test because the data distribution was not normal. Results: The mean reduction in pain frequency in the intervention group was 0.3 higher than the control group, the mean reduction in pain intensity in the intervention group was 0.8 higher than the control group, and the mean reduction in diastolic blood pressure in the intervention group was 3.6 higher than the control group. There was a significant difference in pain frequency scores before and after in the intervention group with a p-value <0.001 and in the control group with a p-value = 0.010. There was a significant difference in pain intensity scores before and after in both the intervention and control groups with a p-value <0.001. There was a significant difference in diastolic blood pressure scores before and after in the intervention group with a p-value = 0.001 and in the control group with a p-value = 0.010. There was a significant difference in pain frequency reduction scores between the two groups (p=0.011). There was a significant difference in pain intensity reduction scores between the two groups (p=0.004). There was no significant difference in diastolic pressure scores between the two groups (p=0.222). Conclusion: Music therapy and the prostration position were effective in reducing pain frequency, pain intensity, and diastolic pressure.   Keywords: Headache Reduction; Hypertension; Menopausal Women; Music Therapy; Prostration Position.   Pendahuluan: Menopause ditandai dengan berkurangnya hormon estrogen yang dapat menyebabkan gangguan fungsi vaskular. Penurunan hormon estrogen ini menghambat vasodilatasi, sehingga pembuluh darah menyempit, yang berakibat pada meningkatnya tekanan darah. Hipertensi dapat memicu serangkaian gejala, diantaranya sakit kepala yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan intracranial, pusing yang diakibat kurangnya aliran darah ke jaringan/perfusi, dan iskemia yang disebabkan karena vasokonstriksi. Sebagai solusi non-farmakologis, mendengarkan musik terbukti membantu mencapai kondisi rileks. Selain itu, posisi sujud juga diusulkan sebagai intervensi karena memanfaatkan gaya gravitasi, semakin rendah posisi tubuh, semakin besar potensi relaksasi dan penurunan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi musik dan posisi sujud terhadap pengurangan frekuensi serangan nyeri kepala pada wanita menopause hipertensi. Metode: Penelitian dengan design quasy experiment menggunakan pendekatan pre and post-test with control group design. Dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Garuda pada bulan September-Oktober 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan besar sampel yang diperlukan adalah 60 partisipan, dengan pembagian 30 partisipan untuk masing-masing kelompok, Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Hasil: Rerata penurunan frekuensi nyeri pada kelompok intervensi lebih tinggi 0.3 dibandingkan kelompok kontrol, rerata penurunan intensitas nyeri pada kelompok intervensi lebih tinggi 0.8 dibandingkan kelompok kontrol, dan rerata penurunan diastole pada kelompok intervensi lebih tinggi 3.6 dibandingkan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan yang signifikan skor frekuensi nyeri sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dengan nilai p< 0.001 dan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0.010. Terdapat perbedaan yang signifikan skor intensitas nyeri sebelum dan sesudah baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol dengan dengan nilai p< 0.001.  Terdapat perbedaan yang signifikan skor diastole sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dengan nilai p=0.001 dan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0.010. Terdapat perbedaan yang signifikan skor penurunan frekuensi nyeri pada kedua kelompok dengan nilai p=0.011. Terdapat perbedaan yang signifikan skor penurunan intensitas nyeri pada kedua kelompok dengan nilai p=0.004, Tidak terdapat perbedaan yang sifnifikan skor diastole pada kedua kelompok dengan nilai p=0.222. Simpulan: Terapi musik dan posisi sujud efektif terhadap pengurangan frekuensi nyeri, intensitas nyeri dan tekanan diastole.   Kata Kunci: Hipertensi; Pengurangan Serangan Nyeri Kepala; Posisi Sujud; Terapi Musik; Wanita Menopause.