Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BIOENTERPRENESHIP SISWA SMP SWASTA UTAMA MEDAN Hasruddin Hasruddin; Muliawati Muliawati; Findi Septiani
Natural Science Education Research Vol 9, No 2 (2026): Natural Science Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v9i2.34691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bioentrepreneurship siswa SMP Swasta Utama Medan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan sampel berjumlah 62 siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang mencakup lima indikator, yaitu kemampuan mengidentifikasi potensi sumber daya hayati, menghasilkan ide produk berbasis biologi, melakukan inovasi produk, menganalisis peluang usaha, dan memasarkan produk. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bioentrepreneurship siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata persentase sebesar 74,26%. Indikator kemampuan mengidentifikasi potensi sumber daya hayati memperoleh persentase tertinggi sebesar 81,13% (kategori sangat tinggi), sedangkan kemampuan menganalisis peluang usaha memperoleh persentase terendah sebesar 69,84% (kategori tinggi). Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kemampuan bioentrepreneurship yang baik, terutama dalam mengenali potensi sumber daya hayati, namun masih memerlukan penguatan pada aspek inovasi produk, analisis peluang usaha, dan pemasaran produk. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pembelajaran IPA berbasis bioentrepreneurship untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan kompetensi abad ke-21 siswa.
REVITALISASI ETNOPAPER: TRANSFORMASI LIMBAH SELULOSA DAUN KERING MELALUI TEKNOLOGI PULPING BERBASIS ETNOSAINS DALUANG UNTUK MENUMBUHKAN LIFE SKILL SISWA Ashar Hasairin; Idramsa Idramsa; Onggal Sihite; Suci Rahmawati; Sailana Mira Rangkuty; Khairiza Lubis; Muliawati Muliawati; Nila Zusmita Wasni; Halim Simatupang; Wasis Wuyung Wisnu Brata
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.2867-2874

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan limbah daun di Sekolah Syarif Ar Rasyid Kota Binjai yang selama ini dilakukan dengan pembakaran, sehingga menimbulkan masalah baru berupa pencemaran udara. Hal ini juga sejalan dengan hasil observasi rendahnya literasi etnosains siswa yaitu 90% siswa hanya mengetahui kertas dari kayu pohon. Tujuan kegiatan adalah mengimplementasikan teknologi tepat guna berbasis teknik Daluang untuk mengolah limbah daun menjadi kertas, meningkatkan literasi lingkungan, serta menumbuhkan life skill siswa. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) Focus Group Discussion (FGD) untuk audit vegetasi dan sinkronisasi kurikulum; (2) sosialisasi dan pelatihan implementasi IPTEKS melalui demonstrasi pembuatan pulp (pencacahan dengan mesin mini cooper 200 watt, perebusan dengan campuran 100 gr soda kue dan 900 mL air selama 15 menit, pemukulan serat, penambahan air kanji, pencetakan, dan pengeringan); (3) pendampingan dan evaluasi mutu. Hasil kegiatan menunjukkan: (a) reduksi volume limbah daun sebesar 70% dari 5–15 kg per minggu; (b) peningkatan life skill siswa dengan rerata capaian 3,4 (skala 4,0) yang mencakup kecakapan personal (3,8), sosial (3,5), akademik (3,0), dan vokasional (3,3); (c) keberhasilan produksi kertas dari berbagai bahan (daun kering, rumput, sampah kertas) daun kering memerlukan konsentrasi soda kue dan perebusan yang lebih lama; (d) terintegrasinya kearifan lokal teknik Daluang dalam pembelajaran kontekstual. Transformasi limbah selulosa daun melalui teknologi pulping berbasis etnosains Daluang tidak hanya menyelesaikan masalah ekologi sekolah tetapi juga efektif menumbuhkan kecakapan hidup siswa serta melestarikan warisan budaya Nusantara. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs poin 4 (pendidikan berkualitas) dan poin 12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab).