Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan limbah daun di Sekolah Syarif Ar Rasyid Kota Binjai yang selama ini dilakukan dengan pembakaran, sehingga menimbulkan masalah baru berupa pencemaran udara. Hal ini juga sejalan dengan hasil observasi rendahnya literasi etnosains siswa yaitu 90% siswa hanya mengetahui kertas dari kayu pohon. Tujuan kegiatan adalah mengimplementasikan teknologi tepat guna berbasis teknik Daluang untuk mengolah limbah daun menjadi kertas, meningkatkan literasi lingkungan, serta menumbuhkan life skill siswa. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) Focus Group Discussion (FGD) untuk audit vegetasi dan sinkronisasi kurikulum; (2) sosialisasi dan pelatihan implementasi IPTEKS melalui demonstrasi pembuatan pulp (pencacahan dengan mesin mini cooper 200 watt, perebusan dengan campuran 100 gr soda kue dan 900 mL air selama 15 menit, pemukulan serat, penambahan air kanji, pencetakan, dan pengeringan); (3) pendampingan dan evaluasi mutu. Hasil kegiatan menunjukkan: (a) reduksi volume limbah daun sebesar 70% dari 5–15 kg per minggu; (b) peningkatan life skill siswa dengan rerata capaian 3,4 (skala 4,0) yang mencakup kecakapan personal (3,8), sosial (3,5), akademik (3,0), dan vokasional (3,3); (c) keberhasilan produksi kertas dari berbagai bahan (daun kering, rumput, sampah kertas) daun kering memerlukan konsentrasi soda kue dan perebusan yang lebih lama; (d) terintegrasinya kearifan lokal teknik Daluang dalam pembelajaran kontekstual. Transformasi limbah selulosa daun melalui teknologi pulping berbasis etnosains Daluang tidak hanya menyelesaikan masalah ekologi sekolah tetapi juga efektif menumbuhkan kecakapan hidup siswa serta melestarikan warisan budaya Nusantara. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs poin 4 (pendidikan berkualitas) dan poin 12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab).