Erna Savitri
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Keunggulan Alami Dalam Meningkatkan Kualitas Air Bersih Pada Wilayah Beresiko Stunting Di Aceh Besar Noeroel Arham; Lensoni; Erna Savitri; Muyasir; Feni Ufiani
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air yang tidak memenuhi persyaratan dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan dan berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Salah satu alternatif pengolahan air yang ramah lingkungan adalah penggunaan serbuk biji Moringa oleifera sebagai bio-koagulan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas serbuk biji Moringa oleifera dalam meningkatkan kualitas air sumur pada wilayah berisiko stunting di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen menggunakan desain One Group Pretest–Posttest. Sampel air sumur berasal dari Kecamatan Baitussalam, Darussalam, dan Ingin Jaya. Parameter yang diukur meliputi pH, Total Dissolved Solids (TDS), salinitas, Oxidation Reduction Potential (ORP), suhu, serta observasi kekeruhan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai pH, TDS, salinitas, ORP, dan suhu, serta perubahan kondisi air dari keruh menjadi jernih setelah perlakuan. Disimpulkan bahwa serbuk biji Moringa oleifera efektif sebagai bio-koagulan alami dalam meningkatkan kualitas air sumur dan berpotensi mendukung penyediaan air bersih pada wilayah berisiko stunting
Efektivitas Eceng Gondok (Pontederia Crassipes) Sebagai Biofilter Alami Dalam Menurunkan Polutan Udara Di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Lensoni; Noeroel Arham; Erna Savitri
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara akibat meningkatnya aktivitas transportasi, industri, dan permukiman menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi polutan udara adalah memanfaatkan tanaman sebagai biofilter alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Pontederia crassipes. sebagai biofilter alami dalam menurunkan polutan udara di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan metode pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Pengukuran dilakukan sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest) menggunakan Air Quality Detector dengan parameter Air Quality Index (AQI), PM₁.₀, PM₂.₅, PM₄.₀, PM₁₀, suhu, dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AQI menurun dari 189 menjadi 28 setelah perlakuan. Konsentrasi PM₁.₀ menurun dari 131 menjadi 20 µg/m³, PM₂.₅ dari 131 menjadi 14 µg/m³, PM₄.₀ dari 133 menjadi 18 µg/m³, dan PM₁₀ dari 133 menjadi 20 µg/m³. Suhu udara mengalami perubahan dari 42,8°C menjadi 42,0°C, sedangkan kelembapan meningkat dari 37% menjadi 42%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Pontederia crassipes. berpotensi meningkatkan kualitas udara melalui penurunan Air Quality Index dan konsentrasi partikulat udara pada lokasi penelitian.
Perbandingan Efektivitas Daun Kelor (Moringa oleifera) Daun Sirih (Piper betle) dan Daun Pisang (Musa paradisiaca L.) sebagai Bio-Koagulan Alami terhadap Kualitas Air di Kecamatan Seulimum sebagai Upaya Mendukung Pencegahan Stunting Lensoni; Noeroel Arham; Erna Savitri
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air sungai yang kurang baik dapat menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas daun kelor (Moringa oleifera), daun sirih (Piper betle), dan daun pisang (Musa paradisiaca L.) sebagai bio-koagulan alami dalam pengolahan air sungai di Kecamatan Seulimum. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-experimental dan desain one-group pretest-posttest. Perlakuan terdiri atas P1 menggunakan daun kelor, P2 menggunakan daun sirih, dan P3 menggunakan daun pisang sebagai media filtrasi. Parameter yang diamati meliputi pH, kekeruhan, dan besi (Fe), dengan pengujian Fe hanya dilakukan pada air sampel awal dan P1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH pada seluruh perlakuan masih memenuhi baku mutu. Kekeruhan mengalami penurunan pada P2 dan P3, sedangkan P1 tidak menunjukkan perubahan. Namun, seluruh hasil kekeruhan masih belum memenuhi baku mutu. Kadar Fe pada P1 justru meningkat setelah filtrasi dan masih melebihi baku mutu. Penggunaan bio-koagulan alami memberikan respons yang berbeda terhadap setiap parameter, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan media dan mengetahui mekanisme perubahan kualitas air.
Efektivitas Tanaman Sirih Gading (Epipremnum Aureum) dalam Menurunkan Polutan Udara pada Bengkel Otomotif Erna Savitri; Noeroel Arham
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara pada lingkungan bengkel otomotif merupakan salah satu permasalahan kesehatan lingkungan yang berpotensi menurunkan kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan polutan yang dihasilkan selama aktivitas perawatan dan perbaikan kendaraan bermotor. Salah satu alternatif pengendalian pencemaran udara yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan tanaman sirih gading (Epipremnum aureum) sebagai agen fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji  efektivitas tanaman sirih gading (Epipremnum aureum) dalam menurunkan polutan udara pada bengkel otomotif di Desa Cadek, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest–Posttest. Pengukuran polutan udara dan parameter kondisi lingkungan dilakukan menggunakan Air Quality Monitor sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penempatan tanaman sirih gading selama tujuh hari. Parameter yang diukur meliputi Air Quality Index (AQI), partikulat (PM₂.₅, PM₅.₀, PM₁₀ dan PM₁.₀ ), suhu, dan kelembapan udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Air Quality Index (AQI) menurun dari 136 menjadi 95 setelah intervensi. Penurunan juga terjadi pada konsentrasi seluruh parameter partikulat yang diukur. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan tanaman sirih gading berpotensi menurunkan polutan udara yang ditunjukkan oleh penurunan nilai Air Quality Index (AQI) dan konsentrasi partikulat pada lingkungan bengkel otomotif. Dengan demikian, tanaman sirih gading dapat dimanfaatkan sebagai alternatif fitoremediasi yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam mendukung upaya pengendalian pencemaran udara serta peningkatan kualitas udara pada lingkungan kerja
Efektivitas Kompos Berbasis Kulit Kakao (Theobroma Cacao L.) Terhadap Peningkatan Kualitas Tanah Pada Tanaman Kangkung  (Ipomoea Reptans Poir) Noeroel Arham; Erna Savitri; Lensoni
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan kompos berbasis kulit kakao menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus memanfaatkan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kompos berbasis kulit kakao dalam meningkatkan kualitas tanah dan menentukan dosis yang memberikan hasil paling optimal pada tanaman kangkung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design pada lima perlakuan, yaitu P0 tanpa kompos, P1 100 g, P2 200 g, P3 300 g, dan P4 400 g kompos per 6 kg tanah. Parameter yang diamati meliputi fertility, moisture, pH, suhu tanah, serta pertumbuhan tanaman. Hasil menunjukkan fertility meningkat pada seluruh perlakuan dan seluruhnya berkategori tinggi pada posttest. P4 memberikan hasil pertumbuhan terbaik dengan 8 tanaman hidup, 20 daun, dan panjang tanaman 30 cm. Disimpulkan bahwa kompos kulit kakao berpotensi meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan kangkung, dengan P4 sebagai perlakuan paling optimal secara deskriptif
Analisis Efektivitas Tanaman Hias Calathea Ctenanthe Dalam Meningkatkan Kualitas Udara Di Desa Gla Deyah Kabupaten Aceh Besar Erna Savitri; Noeroel Arham
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas udara di lingkungan permukiman dapat dipengaruhi oleh keberadaan partikulat dan kondisi mikroklimat yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman sebagai vegetasi penyerap polutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kualitas udara setelah peletakan tanaman Calathea ctenanthe selama 13 hari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan pada pukul 14.00 WIB dan titik pengukuran yang sama. Parameter yang diukur meliputi AQI, PM₂.₅, PM₁₀, PM₅.₀, PM₁.₀, suhu, dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan AQI dari 346 menjadi 123, PM₂.₅ dari 284 menjadi 75 µg/m³, PM₁₀ dari 405 menjadi 107 µg/m³, PM₅.₀ dari 324 menjadi 96 µg/m³, dan PM₁.₀ dari 284 menjadi 81 µg/m³. Kelembapan meningkat dari 47% menjadi 52%, sedangkan suhu menurun dari 37°C menjadi 36°C. Meskipun beberapa parameter masih berada pada kategori buruk, terdapat perbaikan kualitas udara setelah perlakuan. Calathea ctenanthe berpotensi menjadi salah satu upaya sederhana dalam membantu memperbaiki kualitas udara di lingkungan permukiman
Pengeruh Tanaman Ketapang Kencana (Terminalia Mantaly) Terhadap Penurunan Konsentrasi Polutan Udara Akibt Emisi Kendaraan Bermotor Di Simpang Tujuh Ulee Kareng Lensoni; Noeroel Arham; Erna Savitri
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor menjadi salah satu permasalahan lingkungan di kawasan perkotaan, terutama pada wilayah dengan aktivitas lalu lintas yang tinggi. Vegetasi seperti Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu upaya alami dalam mengurangi partikulat udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas tanaman Ketapang Kencana dalam menurunkan konsentrasi partikulat udara di Simpang Tujuh Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Pengukuran dilakukan satu kali sebelum dan satu kali sesudah penempatan tanaman dalam polibag selama 7 hari pada titik yang sama. Parameter yang diukur meliputi PM₂.₅, PM₁₀, PM₅.₀, PM₁.₀, AQI, suhu, dan kelembapan. Hasil menunjukkan penurunan PM₂.₅ dari 101 menjadi 14 µg/m³, PM₁₀ dari 144 menjadi 20 µg/m³, PM₅.₀ dari 115 menjadi 16 µg/m³, dan PM₁.₀ dari 110 menjadi 14 µg/m³. AQI menurun dari 205 menjadi 97, suhu dari 40°C menjadi 30°C, sedangkan kelembapan meningkat dari 43% menjadi 57%. Secara deskriptif, penempatan Ketapang Kencana diikuti oleh perbaikan kondisi kualitas udara dan mikroklimat pada lokasi penelitian.
Efektivitas Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata) dalam Menurunkan Konsentrasi Polutan Udara di Desa Kajhu Erna Savitri; Noeroel Arham
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara akibat meningkatnya aktivitas transportasi, pembangunan, dan aktivitas antropogenik lainnya dapat menurunkan kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan tanaman Sansevieria trifasciata sebagai biofilter alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman Sansevieria trifasciata dalam menurunkan konsentrasi polutan udara berdasarkan parameter Air Quality Index (AQI), PM₂.₅, PM₅.₀, dan PM₁₀ di Desa Kajhu, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-experimental dan desain one group pretest-posttest. Pengukuran kualitas udara dilakukan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah pemberian tanaman selama 7 hari (posttest) menggunakan Air Quality Monitor (AQM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AQI menurun dari 463 (kategori berbahaya) menjadi 18 (kategori baik). Konsentrasi PM₂.₅ menurun dari 182 menjadi 15 µg/m³, PM₅.₀ dari 234 menjadi 18 µg/m³, dan PM₁₀ dari 261 menjadi 21 µg/m³, dengan seluruh parameter berubah ke kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa tanaman Sansevieria trifasciata efektif menurunkan konsentrasi polutan udara sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif alami untuk meningkatkan kualitas udara di lingkungan permukiman